Ada sejumlah pilihan yang bisa dilakukan bila BBNKB naik, mulai dari menaikan harga atau tetap mempertahankan harga. DFSK
Ada sejumlah pilihan yang bisa dilakukan bila BBNKB naik, mulai dari menaikan harga atau tetap mempertahankan harga. DFSK

Wacana Kenaikan BBNKB Jakarta, APM Mulai Tinjau Harga

Otomotif toyota industri otomotif DFSK
Ekawan Raharja • 01 Juli 2019 17:28
Serang: Tarif Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) di DKI Jakarta diusulkan naik dari 10 persen menjadi 12,5 persen. Melihat akan adanya perubahan skema perpajakan, agen pemegang merek (APM) juga ancang-ancang meninjau harga kendaraan.
 
Marketing General Manager Sokonindo Automobile, Permata Islam, menjelaskan sekarang ini sedang mempelajari berbagai kemungkinan yang bisa terjadi dari BBNKB DKI Jakarta yang mengalami kenaikan. Ada sejumlah pilihan yang bisa dilakukan, mulai dari menaikan harga atau tetap mempertahankan harga.
 
"Artinya gini, apakah nantinya kami akan naikkan (harga) atau subsidi masih lihat tanggal mainnya. Tapi sekali lagi ini belum keputusan," ungkap Permata Islam di DFSK Serang Banten.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih jauh dijelaskan, hingga saat ini DKI Jakarta (termasuk Jabodetabek) menjadi pasar terbesar DFSK di Indonesia, mencapai 40 persen. Sehingga untuk menentukan perubahan harga harus dilakukan secara hari-hati.
 
Wacana Kenaikan BBNKB Jakarta, APM Mulai Tinjau Harga
 
Setali dengan DFSK, Toyota juga sudah mempersiapkan ancang-ancang jika BBNKB DKI Jakarta naik 2,5 persen. Mereka sudah memasang skema akan menaikan harga jika memang skema pajak tersebut berlaku.
 
"Kalo terkait pajak, otomatis ada penyesuaian," jawab Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM), Franciscus Soerjopranoto, melalui pesan singkatnya.
 
Kembali kepada Permata Islam, dia berharap dengan kenaikan BBNKB ini tidak berpengaruh terhadap niat masyarakat membeli kendaraan. Mengingat kendaraan sekarang ini sudah menjadi kebutuhan sehari-hari.
 
"Ya saya rasa kalau bicara itu ya kebutuhan masyarakat. Bagaimana juga contoh lain misal ada kenaikan tetap harus dikonsumsi. Jadi saya rasa logika sama. Jadi kalau ada penyesuaian harga, dan kenaikan BBN yang ditentukan pasti masyarakat tidak akan keberatan," ungkap Permata Islam.
 
Seperti diketahui Kenaikan ini bertujuan untuk menyamakan tarif BBNKB DKI Jakarta dengan daerah lainnya. Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta, Faisal Syafruddin, mengakui kenaikan tarif BBNKB sudah diusulkan sejak awal 2019.
 
"Kita sesuaikan, biar sama rata. Jadi orang beli motor di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur sama (tarif BBNKB) 12,5 persen," ujar Faisal di DPRD DKI Jakarta.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif