Industri otomotif tak lagi malu-malu memboyong teknologi kendaraan listrk untuk dijual di Indonesia. medcom.id
Industri otomotif tak lagi malu-malu memboyong teknologi kendaraan listrk untuk dijual di Indonesia. medcom.id

Era Elektrifikasi Otomotif Nasional, Mulai Kental di GIIAS 2019

Otomotif pameran otomotif mobil listrik giias GIIAS 2019 Wuling GIIAS 2019
Ahmad Garuda • 20 Juli 2019 20:47
BSD City: Era elektrifikasi kini begitu kental di industri otomotif nasional. Terlebih di pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019. Pabrikan otomotif nasional mulai berani meluncurkan dan menjual secara terang-terangan mobil dengan basis penggerak mobil listrik.
 
Bagi beberapa pabrikan seperti Toyota dan Honda, sebenarnya ini bukanlah barang baru. Lantaran mereka sudah lama memasarkan kendaraan dengan tipe mesin hybrid. Toyota dengan Prius dan Camry-nya lalu Honda melalui CR-Z yang saat ini sudah diskontinyu di pasar nasional.
 
Meski Toyota semakin agresif memasarkan versi hybrid untuk tipe yang lain seperti C-HR, namun Honda malah memilih untuk menunggu regulasi yang tepat. Sebenarnya, ada juga pabrikan yang sudah pernah meluncurkan tipe hybrid terdekat dengan mobil listrik, yaitu Nissan melalui Note e-Power. Namun sekarang mereka lebih memilih memamerkan Leaf yang tahun lalu juga sudah diboyong.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain nama-nama besar yang sudah eksis sebelumnya dengan varian mobil listriknya itu, Mitsubishi pun bergabung dengan jajaran merek mobil Jepang yang memboyong kendaraan listrk di Indonesia. Melalui New Outlander PHEV, mereka menegaskan komitmennya untuk mempercepat era elektrifikasi otomotif nasional.
 
"Kami sadar, bahwa teknologi ini adalah teknologi masa depan. Sayangnya, hingga saat ini pemerintah masih melakukan homologasi soal aturan main dan juga peraturan mekanisme pengisian baterai hingga proses pengolahan limbah baterainya. Tapi tentu tidak boleh terlalu lama, dan kami ingin era elektrifikasi ini mulai berjalan. Paling tidak dengan mensosialisasikan perilaku berkendara mobil bertenaga listrik," klaim Chairman Mitsubishi Motors Corporation (MMC), Osamu Masuko, kepada Medcom.id beberapa waktu lalu.
 
Bukan hanya kendaraan merek Jepang yang punya komitmen besar memboyong mobil listrik. Produsen mobil dari Eropa seperti BMW dan Mercedes-Benz juga punya komitmen besar dalam hal mobil berbahan bakar listrik. BMW memboyong i3 yang memiliki penggerak listrk murni sambil tetap menjual i8 sebagai supercar andalannya.
 
Tak kalah heboh dari pabrikan Jepang dan Eropa, pabrikan dari Tiongkok yaitu DFSK justru mulai memberikan warning (peringatan keras) melalui teknologi mobil listrik mereka Glory E3 dan Glory i-Auto. Keduanya punya segmentasi berbeda namun masing-masing sudah dilengkapi dengan penggerak motor listirk.
 
Untuk kendaraan roda dua, beberapa pabrikan seperti Selis juga tampil memukau. Mereka tak lagi hanya memasarkan sepeda listrik yang bisa digowes dan juga bisa digunakan sebagai motor listrik. Tapi juga sebagai motor sebagaimana seharusnya dengan dimensi dan perawakan yang sama.
 
Istimewanya adalah karena untuk kendaraan roda dua, justru sudah bisa mendapatkan persuratan. Artinya motor listrik sudah lebih siap digunakan sebagai moda transportasi masyarakat. Jadi, semoga pameran ini menjadi bukti nyata bahwa industri otomotif nasional kita sebenarnya sudah sangat siap.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif