2 Insentif Pajak untuk Investasi Baru Otomotif
Suasana pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE, BSD, Tangerang. MI/Ramdani
Jakarta: Industri otomotif yang merupakan salah satu penggerak ekonomi nasional sedang menuju penerapan revolusi generasi 4. Agar pertumbuhan dan perkembangannya lebih cepat, pemerintah memberikan insentif pajak untuk investasi baru di bidang ini.

“Insentif berupa tax holiday dan tax allowance untuk investasi baru atau perluasan,” ungkap Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan di Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Ke depan pemerintah berencana mengurangi pajak penghasilan di atas 100% atau ‘super deductible tax’. Pengurangan pajak ditujukan kepada  perusahaan yang melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan serta pendidikan vokasi.


“Kami juga menetapkan kebijakan lokalisasi komponen utama kendaraan listrik seperti baterai, inverter, motor listrik dan peralatan pengisian daya. Selain itu, kami mempromosikan pemakaian atau penggunaan renewable energy seperti biofuel, biodiesel, dan bio ethanol,” papar Putu.



Target besar selanjutnya adalah mengembangkan industri otomotif yang fokus kepada pasar ASEAN. Salah langkah yang sudah dimulai adalah bekerjasama dengan Malaysia dalam pengembangan manufaktur dan melengkapi kebutuhan komponen otomotif dua negara.

Saat ini di Indonesia dan Malaysia terdapat sekitar 2 ribu pengusaha komponen otomotif. Semuanya akan disiapkan menghasilkan produk yang mendukung industri dan trend pasar. "Jadi diharapkan nantinya membuat komponen bersama yang kritikal dan non-kritikal untuk dipasarkan di ASEAN,” jelas Putu.



Kemenperin menargetkan, produksi kendaraan dalam negeri mencapai 1,5 juta unit pada 2020. Kemudian naik menjadi 4 juta unit pada 2035. Sedangkan target untuk ekspor kendaraan pada 2020 sebanyak 250 ribu unit dan meningkat 600 persen jadi 1,5 juta unit pada 15 tahun kemudian.
 
Berdasar rencana pengembangan industri otomotif nasional, pada 2020 sebesar 10 persen dari 1,5 juta mobil yang diproduksi di dalam negeri adalah low carbon emission vehicle (LCEV). Pada 2035 ditargetkan naik 30 persen, yaitu 4 juta unit mobil.



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id