medcom.id, Jakarta: Kabar akan hengkangnya PT Ford Motor Indonesia (FMI) akhir tahun nanti, tentunya mengejutkan banyak pihak, terutama konsumen. Banyak yang mengkhawatirkan soal perawatan dan suku cadang yang akan sulit dicari.
Tapi tiba-tiba muncul klarifikasi sepihak dari seorang bernama Parlindungan Manik, yang mengaku dari Nusantara Ford MT. Haryono, salah satu dealer Ford di kawasan Jakarta. Menuliskan info yang sedikit menyegarkan kekhawatiran konsumen mobil Ford.
Info ini sendiri ditulisnya di media grup sosial salah satu komunitas pengguna Ford Ecosport. Berikut info yang dimaksud:
Perkenalkan Saya Parlin Manik dari Nusantara Ford MT. Haryono sebagai perwakilan sales dari Group Nusantara..
Mulai dari Kemarin customer banyak telpon ke nomor handphone saya untuk bantu jelaskan ke customer-customer yang masih takut ataupun kalang kabut, mengenai berita yang di blow up oleh FMI dan Media seakan kami bangkrut.
Sampe saat ini Nusantara Ford masih ada dan kami semua para sales masih melayani penjualan dan service berkala dari para customer..
Ford Motor Indonesia (FMI) hanya broker saja, tidak punya dealer, tidak punya pabrik. Mereka hanya memasukkan mobil dan spare part ke Indonesia. Semua penjualan mobil Ford termasuk service spare part dipegang oleh Nusantara Ford dan Ford AK sebagai dealer mobil Ford di Indonesia.
Jadi buat pemilik mobil Ford jangan kuatir. Kelihatannya Ford Motor Indonesia tidak mau jatuh sendiri. Selanjutnya Nusantara Ford yang akan mengambil-alih semua penjualan mobil Ford berikut spare part dan service.
Yang menghentikan kerja sama dengan Ford Motor Indonesia adalah Ford Asia Pacific karena dealer Nusantara Ford dan Ford AK dianggap lbh bisa diandalkan ketimbang FMI. Jadi kita tunggu saja konferensi pers dari dealer Nusantara Ford untuk meluruskan berita dari FMI.
Nanti bakalan ada update setelah pertemuan dengan pihak terkait..
Namun hal itu sepertinya justru bertolak belakang dengan apa yang dikatakan oleh dua petinggi dealer Ford dari Nusantara Group (NG) dan PT Kreasi Auto Kencana (KAK), seperti dituliskan Otomotifmagz, 27 Januari ini.
NG dan KAK merupakan dua dealer Ford terbesar dan punya banyak cabang. NG punya dealer Ford terbesar di Asia Tenggara yang terletak di Bekasi. Sedangkan KAK punya dealer Ford dari Medan, Jakarta sampai Papua.
Andee Yoestong, Presiden Direktur KAK mengatakan kecewa atas keputusan ini. Di lain sisi, Ia mengatakan penjualan Ecosport bagus dengan fitur terbaik di kelasnya, belum lagi inden All New Everest juga banyak.
Andee juga mengaku sampai saat ini jaringan dealer-nya masih membuka dan melayani servis kendaraan. Tapi ia menampik kalau NG dan KAK bakal menjadi distributor saat FMI nantinya betul-betul hilang dari Indonesia.
“Sampai saat ini belum ada keputusan seperti itu. Tapi kami berharap bisnis ini akan terus berlangsung,” tambahnya. Tentunya jika jaringan dealer ikut menutup usahanya, maka investasi yang telah ditanamkan selama ini akan sia-sia belaka.
Saat ini FMI tengah melewati masa transisi, terkait keputusan prinsipal Ford. Namun niat prinsipal menutup FMI sekaligus jaringan dealer Ford di Indonesia, tak sepenuhnya bisa dituruti. Pasalnya 44 jaringan Ford sepenuhnya dikelola oleh swasta, tanpa campur tangan FMI.
medcom.id, Jakarta: Kabar akan hengkangnya PT Ford Motor Indonesia (FMI) akhir tahun nanti, tentunya mengejutkan banyak pihak, terutama konsumen. Banyak yang mengkhawatirkan soal perawatan dan suku cadang yang akan sulit dicari.
Tapi tiba-tiba muncul klarifikasi sepihak dari seorang bernama Parlindungan Manik, yang mengaku dari Nusantara Ford MT. Haryono, salah satu
dealer Ford di kawasan Jakarta. Menuliskan info yang sedikit menyegarkan kekhawatiran konsumen mobil Ford.
Info ini sendiri ditulisnya di media grup sosial salah satu komunitas pengguna Ford Ecosport. Berikut info yang dimaksud:
Perkenalkan Saya Parlin Manik dari Nusantara Ford MT. Haryono sebagai perwakilan sales dari Group Nusantara..
Mulai dari Kemarin customer banyak telpon ke nomor handphone saya untuk bantu jelaskan ke customer-customer yang masih takut ataupun kalang kabut, mengenai berita yang di blow up oleh FMI dan Media seakan kami bangkrut.
Sampe saat ini Nusantara Ford masih ada dan kami semua para sales masih melayani penjualan dan service berkala dari para customer..
Ford Motor Indonesia (FMI) hanya broker saja, tidak punya dealer, tidak punya pabrik. Mereka hanya memasukkan mobil dan spare part ke Indonesia. Semua penjualan mobil Ford termasuk service spare part dipegang oleh Nusantara Ford dan Ford AK sebagai dealer mobil Ford di Indonesia.
Jadi buat pemilik mobil Ford jangan kuatir. Kelihatannya Ford Motor Indonesia tidak mau jatuh sendiri. Selanjutnya Nusantara Ford yang akan mengambil-alih semua penjualan mobil Ford berikut spare part dan service.
Yang menghentikan kerja sama dengan Ford Motor Indonesia adalah Ford Asia Pacific karena dealer Nusantara Ford dan Ford AK dianggap lbh bisa diandalkan ketimbang FMI. Jadi kita tunggu saja konferensi pers dari dealer Nusantara Ford untuk meluruskan berita dari FMI.
Nanti bakalan ada update setelah pertemuan dengan pihak terkait..
Namun hal itu sepertinya justru bertolak belakang dengan apa yang dikatakan oleh dua petinggi
dealer Ford dari Nusantara Group (NG) dan PT Kreasi Auto Kencana (KAK), seperti dituliskan Otomotifmagz, 27 Januari ini.
NG dan KAK merupakan dua dealer Ford terbesar dan punya banyak cabang. NG punya
dealer Ford terbesar di Asia Tenggara yang terletak di Bekasi. Sedangkan KAK punya
dealer Ford dari Medan, Jakarta sampai Papua.
Andee Yoestong, Presiden Direktur KAK mengatakan kecewa atas keputusan ini. Di lain sisi, Ia mengatakan penjualan Ecosport bagus dengan fitur terbaik di kelasnya, belum lagi inden All New Everest juga banyak.
Andee juga mengaku sampai saat ini jaringan
dealer-nya masih membuka dan melayani servis kendaraan. Tapi ia menampik kalau NG dan KAK bakal menjadi distributor saat FMI nantinya betul-betul hilang dari Indonesia.
“Sampai saat ini belum ada keputusan seperti itu. Tapi kami berharap bisnis ini akan terus berlangsung,” tambahnya. Tentunya jika jaringan dealer ikut menutup usahanya, maka investasi yang telah ditanamkan selama ini akan sia-sia belaka.
Saat ini FMI tengah melewati masa transisi, terkait keputusan prinsipal Ford. Namun niat prinsipal menutup FMI sekaligus jaringan
dealer Ford di Indonesia, tak sepenuhnya bisa dituruti. Pasalnya 44 jaringan Ford sepenuhnya dikelola oleh swasta, tanpa campur tangan FMI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)