medcom.id, Jakarta: Kabar akan ditutupnya PT Ford Motor Indonesia (FMI) pada paruh kedua tahun 2016 mengundang banyak perhatian. Apalagi mereka baru saja mengikuti pameran otomotif Agustus lalu, serta menghadirkan sejumlah produk baru yang punya tampilan menarik dan sangat menjual.
Ada orang dalam FMI yang mengatakan kalau penjualan selalu tekor tiap tahunnya. Ya apalagi tahun 2015 lalu, mereka hanya punya pangsa pasar 0,6 persen saja dengan penjualan 6.066 unit, menurut data wholesales GAIKINDO 2015.
Pencapaian ini turun dari tahun 2014, saat itu pangsa pasar mereka satu persen dengan angka 11.556 unit. Tahun 2015 memang berat, terlebih kondisi ekonomi yang tak bergairah, tapi bukan hanya menimpa FMI saja, semua APM pun merasakan hal yang sama.
Kalau FMI mengaku tekor, lantas bagaimana dengan General Motor Indonesia dengan brand Chevrolet? Tahun 2015 lalu mereka hanya dapat pangsa pasar 0,5 persen (4.879 unit), lebih buruk dari Ford. Keduanya pun nanti akan sama-sama berstatus sebagai importir umum.
Dengan pesaingan semakin berat, Ford nampak tak percaya diri menghadapi tahun 2016 yang kondisinya diprediksi masih belum akan pulih benar. Brand mereka tidak terlalu jelek, bahkan sudah ada penggemar loyalnya sendiri.
Belum lagi mereka punya produk yang jadi perhatian masyarakat, lihat saja model Ecosport, Fiesta yang banyak digunakan. Belum lagi Ranger dan Everest yang digunakan untuk pertambangan hingga korporasi pemerintah.
Perihal angkat kaki Ford dari Indonesia bukan kali pertama, secara bisnis Ford sudah ada di Indonesia sejak 1989 di bawah bendera Indonesia Republic Motor Company (IRMC). Namun daya saing membuat mereka hengkang hingga akhirnya kembali pada Juli 2000 di bawah bendera FMI.
Sepanjang perjalanan tersebut, FMI cukup mendapatkan sambutan yang baik, terlebih dengan kehadiran Ranger dan Everest. Disusul pula dengan produk menarik lain seperti Fiesta, Escape, Focus hingga Ecosport.
Mungkin cerita bisa lain jika Ford punya pabrik disini, pasalnya tahun 1997 mereka bersiap tanamkan modal hingga US$500 juta di Indonesia. Namun krisis ekonomi serta kondisi politik yang tidak stabil diwaktu itu, membuat Ford mengalihkan investasinya ke Thailand.
Alhasil, Ford tumbuh subur disana dengan investasi yang terus berkembang, seperti menjadi basis bagi produk-produk SUV dan Double Cabinnya. Produk Ford yang ada di Indonesia pun didatangkan dari sana.
medcom.id, Jakarta: Kabar akan ditutupnya PT Ford Motor Indonesia (FMI) pada paruh kedua tahun 2016 mengundang banyak perhatian. Apalagi mereka baru saja mengikuti pameran otomotif Agustus lalu, serta menghadirkan sejumlah produk baru yang punya tampilan menarik dan sangat menjual.
Ada orang dalam FMI yang mengatakan kalau penjualan selalu tekor tiap tahunnya. Ya apalagi tahun 2015 lalu, mereka hanya punya pangsa pasar 0,6 persen saja dengan penjualan 6.066 unit, menurut data
wholesales GAIKINDO 2015.
Pencapaian ini turun dari tahun 2014, saat itu pangsa pasar mereka satu persen dengan angka 11.556 unit. Tahun 2015 memang berat, terlebih kondisi ekonomi yang tak bergairah, tapi bukan hanya menimpa FMI saja, semua APM pun merasakan hal yang sama.
Kalau FMI mengaku tekor, lantas bagaimana dengan General Motor Indonesia dengan
brand Chevrolet? Tahun 2015 lalu mereka hanya dapat pangsa pasar 0,5 persen (4.879 unit), lebih buruk dari Ford. Keduanya pun nanti akan sama-sama berstatus sebagai importir umum.
Dengan pesaingan semakin berat, Ford nampak tak percaya diri menghadapi tahun 2016 yang kondisinya diprediksi masih belum akan pulih benar.
Brand mereka tidak terlalu jelek, bahkan sudah ada penggemar loyalnya sendiri.
Belum lagi mereka punya produk yang jadi perhatian masyarakat, lihat saja model Ecosport, Fiesta yang banyak digunakan. Belum lagi Ranger dan Everest yang digunakan untuk pertambangan hingga korporasi pemerintah.
Perihal angkat kaki Ford dari Indonesia bukan kali pertama, secara bisnis Ford sudah ada di Indonesia sejak 1989 di bawah bendera Indonesia Republic Motor Company (IRMC). Namun daya saing membuat mereka hengkang hingga akhirnya kembali pada Juli 2000 di bawah bendera FMI.
Sepanjang perjalanan tersebut, FMI cukup mendapatkan sambutan yang baik, terlebih dengan kehadiran Ranger dan Everest. Disusul pula dengan produk menarik lain seperti Fiesta, Escape, Focus hingga Ecosport.
Mungkin cerita bisa lain jika Ford punya pabrik disini, pasalnya tahun 1997 mereka bersiap tanamkan modal hingga US$500 juta di Indonesia. Namun krisis ekonomi serta kondisi politik yang tidak stabil diwaktu itu, membuat Ford mengalihkan investasinya ke Thailand.
Alhasil, Ford tumbuh subur disana dengan investasi yang terus berkembang, seperti menjadi basis bagi produk-produk SUV dan Double Cabinnya. Produk Ford yang ada di Indonesia pun didatangkan dari sana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)