Bogor: Tak bisa dipungkiri, jika truk merupakan salah satu penyebab kepadatan jalanan termasuk jalan tol. Truk-truk ini berjalan lamban, tak jarang kurang dari batas kecepatan minimal yakni 60 km/jam.
Hal ini disebabkan karena beban angkut yang dibawanya tidak sesuai dengan spesifikasi mesin dan justru under power. Tak ayal sering melihat truk-truk seperti ini tak kuat menanjak, atau berjalan lambat.
Hal ini berbeda dengan truk-truk di Eropa, di sana ada sebuah aturan tak resmi. Minimal punya tenaga 400 daya kuda. Sehingga truk pun bisa bergerak lebih cepat.
"Di sana ada aturan tidak baku, angkanya 10 daya kuda untuk 10 ton, untuk ikuti aturan seperti itu, kita harus pakai standar 400 daya kuda, tapi memang harga truk itu di sini memang lebih mahal," ujar Marketing & Logistic Dept. Head PT Wahana Inti Selaras, distributor Volvo Truck & Bus, Armein Effendy.
Armein menambahkan, hal itulah kenapa sering kita lihat truk ngempos sewaktu tanjakan. Hal ini justru berbahaya, saat menanjak truk bisa mundur, apalagi jika membawa bahan bakar atau bahan kimia bersifat korosif.
"Tenaga yang besar juga tidak berarti boros bahan bakar, karena mesin bisa bekerja efisien di rentang putaran mesin yang rendah. Kalau kurang tenaga, kita harus memforsir mesin, putaran pun tinggi," pungkasnya.
Bogor: Tak bisa dipungkiri, jika truk merupakan salah satu penyebab kepadatan jalanan termasuk jalan tol. Truk-truk ini berjalan lamban, tak jarang kurang dari batas kecepatan minimal yakni 60 km/jam.
Hal ini disebabkan karena beban angkut yang dibawanya tidak sesuai dengan spesifikasi mesin dan justru under power. Tak ayal sering melihat truk-truk seperti ini tak kuat menanjak, atau berjalan lambat.
Hal ini berbeda dengan truk-truk di Eropa, di sana ada sebuah aturan tak resmi. Minimal punya tenaga 400 daya kuda. Sehingga truk pun bisa bergerak lebih cepat.

"Di sana ada aturan tidak baku, angkanya 10 daya kuda untuk 10 ton, untuk ikuti aturan seperti itu, kita harus pakai standar 400 daya kuda, tapi memang harga truk itu di sini memang lebih mahal," ujar Marketing & Logistic Dept. Head PT Wahana Inti Selaras, distributor Volvo Truck & Bus, Armein Effendy.
Armein menambahkan, hal itulah kenapa sering kita lihat truk ngempos sewaktu tanjakan. Hal ini justru berbahaya, saat menanjak truk bisa mundur, apalagi jika membawa bahan bakar atau bahan kimia bersifat korosif.
"Tenaga yang besar juga tidak berarti boros bahan bakar, karena mesin bisa bekerja efisien di rentang putaran mesin yang rendah. Kalau kurang tenaga, kita harus memforsir mesin, putaran pun tinggi," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)