DKI Jakarta: Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross dibekali berbagai fitur keselamatan untuk meningkatkan perlindungan bagi pengemudi maupun penumpang. Salah satu teknologi yang menjadi andalan adalah Reinforce Impact Safety Evolution (RISE), yakni struktur bodi yang dirancang untuk membantu meredam energi benturan dan menjaga integritas kabin saat terjadi kecelakaan.
Teknologi RISE merupakan pengembangan dari konstruksi sasis monocoque atau monokok yang telah digunakan pada Xpander sejak pertama kali diperkenalkan. Kombinasi keduanya diklaim mampu meningkatkan keselamatan pasif tanpa mengorbankan kenyamanan maupun efisiensi kendaraan.
Menggunakan Konstruksi Sasis Monokok
Xpander dan Xpander Cross menggunakan konstruksi sasis monokok, yaitu desain yang menggabungkan bodi dan rangka menjadi satu kesatuan struktur.
Istilah monocoque berasal dari bahasa Prancis yang berarti "rangka tunggal". Pada konstruksi ini, bodi kendaraan berfungsi sebagai struktur utama yang menopang kendaraan sekaligus melindungi ruang kabin ketika terjadi benturan.
Baca Juga:
Biaya Sewa Baterai Motor Listrik VinFast per Bulan, Ini Rinciannya
Berbeda dengan sasis ladder frame yang masih menggunakan rangka terpisah di bawah bodi, konstruksi monokok dirancang untuk menyerap dan mendistribusikan energi benturan ke berbagai bagian bodi sehingga dampak yang diterima ruang kabin dapat dikurangi.
Selain meningkatkan perlindungan terhadap penumpang, konstruksi monokok juga membuat bobot kendaraan lebih ringan, ruang kabin lebih lega, serta berkontribusi terhadap efisiensi bahan bakar.
Cara Kerja Teknologi RISE
Di atas konstruksi monokok tersebut, pabrikan berlogo tiga berlian itu mengembangkan teknologi Reinforce Impact Safety Evolution (RISE) sebagai sistem perlindungan tambahan.
Struktur RISE menggunakan kombinasi beberapa bagian High Tensile Metal atau baja berkekuatan tinggi yang dibentuk menjadi satu kesatuan melalui proses stamping. Selanjutnya, berbagai panel bodi seperti pintu, kap mesin, dan pintu bagasi disatukan melalui proses pengelasan sehingga menghasilkan struktur bodi yang lebih kokoh.
Teknologi ini dirancang untuk menyerap dan menyebarkan energi benturan dari berbagai arah, baik dari depan, samping, maupun belakang. Dengan cara tersebut, deformasi pada ruang kabin dapat diminimalkan sehingga memberikan perlindungan lebih baik bagi pengemudi dan penumpang saat terjadi kecelakaan.
Baca Juga:
Harga Turun Drastis, Ini Pilihan Motor Listrik Bekas Juli 2026
Selain menjaga kekuatan struktur kendaraan, RISE juga membantu mempertahankan bentuk ruang kabin agar tetap utuh ketika mengalami benturan dengan intensitas tinggi.
Dilengkapi Pedestrian Protection
Mitsubishi juga melengkapi Xpander dan Xpander Cross dengan fitur Pedestrian Protection sebagai bagian dari sistem keselamatan pasif.
Fitur ini dirancang untuk mengurangi risiko cedera pada pejalan kaki ketika terjadi tabrakan. Struktur penyerap benturan ditempatkan pada bagian kap mesin, bumper depan, dan fender sehingga mampu meredam energi benturan sebelum diteruskan ke tubuh pejalan kaki.
Selain menggunakan material yang mampu menyerap benturan, desain bagian depan kendaraan juga dibuat untuk membantu mengurangi tingkat cedera apabila terjadi kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki.
DKI Jakarta: Mitsubishi Xpander dan
Xpander Cross dibekali berbagai fitur keselamatan untuk meningkatkan perlindungan bagi pengemudi maupun penumpang. Salah satu teknologi yang menjadi andalan adalah Reinforce Impact Safety Evolution (RISE), yakni struktur bodi yang dirancang untuk membantu meredam energi benturan dan menjaga integritas kabin saat terjadi
kecelakaan.
Teknologi RISE merupakan pengembangan dari konstruksi sasis monocoque atau monokok yang telah digunakan pada Xpander sejak pertama kali diperkenalkan. Kombinasi keduanya diklaim mampu meningkatkan keselamatan pasif tanpa mengorbankan kenyamanan maupun efisiensi kendaraan.
Menggunakan Konstruksi Sasis Monokok
Xpander dan Xpander Cross menggunakan konstruksi sasis monokok, yaitu desain yang menggabungkan bodi dan rangka menjadi satu kesatuan struktur.
Istilah monocoque berasal dari bahasa Prancis yang berarti "rangka tunggal". Pada konstruksi ini, bodi kendaraan berfungsi sebagai struktur utama yang menopang kendaraan sekaligus melindungi ruang kabin ketika terjadi benturan.
Berbeda dengan sasis ladder frame yang masih menggunakan rangka terpisah di bawah bodi, konstruksi monokok dirancang untuk menyerap dan mendistribusikan energi benturan ke berbagai bagian bodi sehingga dampak yang diterima ruang kabin dapat dikurangi.
Selain meningkatkan perlindungan terhadap penumpang, konstruksi monokok juga membuat bobot kendaraan lebih ringan, ruang kabin lebih lega, serta berkontribusi terhadap efisiensi bahan bakar.
Cara Kerja Teknologi RISE
Di atas konstruksi monokok tersebut, pabrikan berlogo tiga berlian itu mengembangkan teknologi Reinforce Impact Safety Evolution (RISE) sebagai sistem perlindungan tambahan.
Struktur RISE menggunakan kombinasi beberapa bagian High Tensile Metal atau baja berkekuatan tinggi yang dibentuk menjadi satu kesatuan melalui proses stamping. Selanjutnya, berbagai panel bodi seperti pintu, kap mesin, dan pintu bagasi disatukan melalui proses pengelasan sehingga menghasilkan struktur bodi yang lebih kokoh.
Teknologi ini dirancang untuk menyerap dan menyebarkan energi benturan dari berbagai arah, baik dari depan, samping, maupun belakang. Dengan cara tersebut, deformasi pada ruang kabin dapat diminimalkan sehingga memberikan perlindungan lebih baik bagi pengemudi dan penumpang saat terjadi kecelakaan.
Selain menjaga kekuatan struktur kendaraan, RISE juga membantu mempertahankan bentuk ruang kabin agar tetap utuh ketika mengalami benturan dengan intensitas tinggi.
Dilengkapi Pedestrian Protection
Mitsubishi juga melengkapi Xpander dan Xpander Cross dengan fitur Pedestrian Protection sebagai bagian dari sistem keselamatan pasif.
Fitur ini dirancang untuk mengurangi risiko cedera pada pejalan kaki ketika terjadi tabrakan. Struktur penyerap benturan ditempatkan pada bagian kap mesin, bumper depan, dan fender sehingga mampu meredam energi benturan sebelum diteruskan ke tubuh pejalan kaki.
Selain menggunakan material yang mampu menyerap benturan, desain bagian depan kendaraan juga dibuat untuk membantu mengurangi tingkat cedera apabila terjadi kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(UDA)