Pencapaian yang diraih dalam kurun waktu satu dekade sejak pabrik mulai beroperasi pada tahun 2015 sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu basis manufaktur kendaraan komersial untuk pasar global.
President Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Masayasu Hideshima, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh insan perusahaan bersama para mitra bisnis selama 10 tahun terakhir.
"Pencapaian produksi 300.000 unit di IKP merupakan tonggak penting dalam perjalanan PT IAMI. Sejak mulai beroperasi pada tahun 2015, pabrik ini telah berkembang menjadi fasilitas manufaktur berstandar global yang menjadi kebanggaan Indonesia sekaligus bagian penting dari jaringan produksi dunia," ujar Hideshima melalui keterangan resminya.
Produksi Kendaraan Komersial dengan TKDN Tinggi
Saat ini IKP memproduksi berbagai kendaraan komersial, mulai dari ELF, GIGA, hingga Traga yang menjadi model dengan volume produksi terbesar. Selain itu, fasilitas ini juga memproduksi kendaraan UD Trucks, yakni UD Quester dan UD Kuzer, untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.Baca Juga:
Mitsubishi Kembangkan Robot Humanoid, Bantu-Bantu Produksi Mobil
Dalam upaya memperkuat industri otomotif nasional, jenama asal Jepang itu tmeningkatkan penggunaan komponen lokal pada setiap produknya. Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) kendaraan yang diproduksi di Isuzu Karawang Plant kini mencapai 46,45% untuk Traga, 33,04% untuk ELF, dan 38,07% untuk GIGA.
Peningkatan TKDN tersebut juga memberikan dampak terhadap industri pendukung, termasuk penyediaan lapangan kerja bagi 884 orang karyawan serta mendorong transfer teknologi kepada vendor lokal agar mampu memenuhi standar kualitas global.
Kendaraan Buatan Indonesia Diekspor ke 25 Negara
Selain memenuhi permintaan pasar dalam negeri, pabrik di sana juga berperan sebagai pusat produksi kendaraan komersial untuk pasar internasional.Sejak memulai aktivitas ekspor pada 2019, kendaraan produksi Karawang telah dikirim ke 25 negara, termasuk Jepang, Afrika Selatan, Filipina, dan Panama. Hal ini menunjukkan daya saing produk manufaktur Indonesia di pasar global.
Hideshima menegaskan perusahaan akan terus meningkatkan kualitas produk dan memperkuat daya saing manufaktur nasional.
"Kepercayaan pelanggan, dukungan pemerintah, para pemasok, dealer, serta dedikasi seluruh karyawan menjadi pondasi utama yang memungkinkan kami mencapai pencapaian ini. Kami akan terus meningkatkan kualitas produk, memperkuat daya saing manufaktur nasional, memperbesar kontribusi ekspor, serta menghadirkan kendaraan komersial yang mampu menjadi mitra bisnis terbaik bagi pelanggan di Indonesia maupun pasar global," tutup Hideshima.
Baca Juga:
Perkuat Ekosistem EV, Voltron Resmikan Charging Hub Puri Indah
Siap Hadapi Standar Emisi yang Lebih Ketat
Ke depan, Isuzu menyatakan akan terus meningkatkan kualitas produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor. Perusahaan juga menyiapkan kendaraan komersial yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha sekaligus mampu memenuhi regulasi emisi yang semakin ketat melalui penerapan teknologi yang lebih ramah lingkungan.Dengan pencapaian produksi 300.000 unit, Isuzu Karawang Plant semakin menegaskan perannya sebagai fasilitas manufaktur berkelas dunia yang menjadi salah satu pilar ekspor kendaraan komersial Indonesia sekaligus memperkuat kontribusi industri otomotif nasional di pasar global.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda