Jakarta - Beberapa pemilik kendaraan listrik, mulai merasakan manfaat besar dari peralihan mereka ke kendaraan tanpa emisi dan suara bising itu. Salah satunya adalah operational cost atau biaya operasional.
Salah satunya yang diceritakan oleh Nanda pengguna mobil listrik dari Hyundai. Sebelumnya pria berusia 30 tahun itu menggunakan mobil berbahan bakar dengan kapasitas mesin 1,500 cc.
Namun jarak antara rumah dengan kantornya yang haru melalui kemacetan di tol dan regulasi ganjil genap untuk dalam kota, memaksanya merogoh kocek yang dalam untuk tambahan membeli bahan bakar.
Hingga pada akhirnya Ia memutuskan untuk membeli mobil listrik sebagai tangan kedua. Meski tak membelinya dari baru, lantaran masih khawatir dengan kemampuan mobil listrik dan masalah ketahanannya, namun hanya dalam waktu sebulan penggunaan, Ia langsung terpesona.
Baca Juga:
Leapmotor Bakal Masuk Indonesia di Bawah Indomobil Group
"Menurutku, pakai mobil listrik untuk operasional pergi kerja dan juga hang out setelahnya, itu sangat memuaskan. Kalau waktu masih pakai mobil bensin bisa Rp2 juta sampai Rp3 juta untuk biaya bensin dan tol saja, sekarang berkurang drastis," ujar Nanda.
Ia melanjutkan bahwa kini biaya operasionalnya termasuk tol dan mengisi ulang baterainya di rumah, hanya sekitar sepertiga hingga maksimal setengah dari biaya saat Ia menggunakan mobil berbahan bakar.
"Jadi ngiritnya jauh banyak. Makanya saya sangat puas dengan menggunakan mobil listrik ini. Apalagi mobil ini juga sangat minim perawatan di bengkel, jadi ya paling cuma perawatan kaki-kaki, cuci dan nyalon aja."
Ia juga mengaskan bahwa untuk merasakan manfaatkan terbesarnya, sebaiknya memasang pengisian baterai sendiri di rumah. Mengingat harga per kWh untuk pengecasan di rumah dengan harga di SPKLU, itu lebih murah 50 persen.
Gambaran biaya operasional harian mobil listrik VS mobil bensin:
-Mobil listrik, jarak tempuh 300-500 km saat baterai penuh, biaya per listrik kW hanya Rp1.400-an (untuk charging di rumah). Per kW bisa menempuh jarak mulai dari 6 km - 9 km per kW.
-Mobil bensin, jarak tempuh 300-400 km saat tangki bbm penuh, biaya per liter Rp12 ribu untuk jenis Pertamax. Mobil bensin bisa mencapai 13 km - 15 km per liter-nya.
Jakarta - Beberapa pemilik
kendaraan listrik, mulai merasakan manfaat besar dari peralihan mereka ke kendaraan tanpa emisi dan suara bising itu. Salah satunya adalah
operational cost atau biaya operasional.
Salah satunya yang diceritakan oleh Nanda pengguna mobil listrik dari Hyundai. Sebelumnya pria berusia 30 tahun itu menggunakan mobil berbahan bakar dengan kapasitas mesin 1,500 cc.
Namun jarak antara rumah dengan kantornya yang haru melalui kemacetan di tol dan regulasi ganjil genap untuk dalam kota, memaksanya merogoh kocek yang dalam untuk tambahan membeli bahan bakar.
Hingga pada akhirnya Ia memutuskan untuk membeli mobil listrik sebagai tangan kedua. Meski tak membelinya dari baru, lantaran masih khawatir dengan kemampuan mobil listrik dan masalah ketahanannya, namun hanya dalam waktu sebulan penggunaan, Ia langsung terpesona.
"Menurutku, pakai mobil listrik untuk operasional pergi kerja dan juga hang out setelahnya, itu sangat memuaskan. Kalau waktu masih pakai mobil bensin bisa Rp2 juta sampai Rp3 juta untuk biaya bensin dan tol saja, sekarang berkurang drastis," ujar Nanda.
Ia melanjutkan bahwa kini biaya operasionalnya termasuk tol dan mengisi ulang baterainya di rumah, hanya sekitar sepertiga hingga maksimal setengah dari biaya saat Ia menggunakan mobil berbahan bakar.
"Jadi ngiritnya jauh banyak. Makanya saya sangat puas dengan menggunakan mobil listrik ini. Apalagi mobil ini juga sangat minim perawatan di bengkel, jadi ya paling cuma perawatan kaki-kaki, cuci dan nyalon aja."
Ia juga mengaskan bahwa untuk merasakan manfaatkan terbesarnya, sebaiknya memasang pengisian baterai sendiri di rumah. Mengingat harga per kWh untuk pengecasan di rumah dengan harga di SPKLU, itu lebih murah 50 persen.
Gambaran biaya operasional harian mobil listrik VS mobil bensin:
-Mobil listrik, jarak tempuh 300-500 km saat baterai penuh, biaya per listrik kW hanya Rp1.400-an (untuk charging di rumah). Per kW bisa menempuh jarak mulai dari 6 km - 9 km per kW.
-Mobil bensin, jarak tempuh 300-400 km saat tangki bbm penuh, biaya per liter Rp12 ribu untuk jenis Pertamax. Mobil bensin bisa mencapai 13 km - 15 km per liter-nya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)