Prasarana Mobil Listrik

Charger Baterai di SPLU BPPT Lebih Optimal Siang Hari?

Ahmad Garuda, Siswantini Suryandari 05 Desember 2018 18:19 WIB
mobil listriksplu
Charger Baterai di SPLU BPPT Lebih Optimal Siang Hari?
Ganesha Tri Chandrasha, Ir.,M.Phil – Peneliti B2TKE BPPT dan Ogi Ikematsu, Director of Coordination & Development Division PT MMKSI melakukan demonstrasi pengisian daya kendaraan listrik dengan Mitsubishi i-MiEV. Mitsubishi
Jakarta: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus melakukan kliring teknologi terhadap inovasi pengembangan kendaraan listrik dan infrastrukturnya. Hal ini untuk mendorong terwujudnya kendaraan listrik dan infrastruktur buatan dalam negeri.

Rekayasa teknologi terbarunya adalah stasiun pengisian listrik atau electric vehicle charging station (EVCS). Meski diklaim memiliki sistem fast charging atau melakukan pengisian baterai dengan cepat (sekitar 30 menit saja), namun Stasuin Pengisian Listrik Umum (SPLU) ini punya waktu-waktu optimal.

Deputi BPPT Bidang Teknologi Informasi Energi dan Material (TIEM), Eniya Listiani Dewi mengarakan stasiun pengisian listrik ini seperti halnya stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) pada kendaraan konvensional.


"Sejalan dengan program percepatan mobil listrik nasional, pada tahun 2018, BPPT menyiapkan dua sistem charging station yaitu Fast charging station 50 kW di BPPT Jakarta dan smart charging station 20 kW di B2TKE-BPPT Puspiptek, Tangerang Selatan," kata Eniya di sela-sela peluncuran stasiun pengisian listrik di Kantor BPPT Jakarta, Rabu (5/12).

Mengapa pengisian energi di baterai mobil listrik diprioritaskan siang hari? Lantaran stasiun ini juga memanfaatkan energi matahari. Baik untuk pengisian normal charging maupun fast charging. Pada siang hari kendaraan listrik bisa memanfaatkan smart charging station sebanyak empat kali dengan durasi tiga jam hingga penuh.

Misalnya, charging dilakukan pada pukul 09.00-12.00, maka konstribusi energi dari PLTS (tenaga matahari) 52,5 persen, sedangkan sisanya dari PLN 47,5 persen. Apabila charging dilakukan pada sore hari mulai pukul 15.00-18.00, maka energi yang disuplai dari PLTS sebesar 22,1 persen.

Namun bila ingin pengisian cepat maka sebaiknya dilakukan setelah pukul 09.00 hingga 15.00. "Estimasi fast charger dapat dilakukan sebanyak enam kali sehari dengan durasi satu jam," terangnya.

Hadir dalam acara itu adalah Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, komunitas sepeda listrik dan para perekayasa kendaraan listrik.

Sebagai uji coba fasilitas di atas disiapkan tiga bahan sampel uji kendaraan, berupa kendaraan listrik roda dua, micro car, dan city car. Kendaraan-kendaraan itu melakukan perjalanan dari Kantor BPPT Thamrin menuju Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan dengan menggunakan energi listrik.

Pilot Project fast charging station BPPT dengan kapasitas 50 kW ini mempunyai kelebihan, mampu melakukan charging baterai mobil listrik sampai penuh hanya dengan waktu 30 menit. "Diharapkan dengan adanya fasilitas fast charging station pertama kali di Indonesia ini, mampu mendorong masyarakat untuk beralih dari mobil biasa ke mobil listrik."



(UDA)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id