Ada lonjakan permintaan mobil bekas jelang musim mudik 2019. MI/Ramdani
Ada lonjakan permintaan mobil bekas jelang musim mudik 2019. MI/Ramdani

Jelang Lebaran, Penjualan Mobil Bekas Melonjak 37 Persen

Otomotif mobil bekas
Ekawan Raharja • 24 Mei 2019 12:30
Jakarta: Menjelang hari raya Idulfitri kali ini diiringi dengan peningkatan transaksi berbagai barang, tidak terkecuali transaksi penjualan mobil bekas. Platform jual mobil bekas daring, Carsome, mencatatkan lonjakan kenaikan penjualan mobil bekas sebesar 37 persen pada periode mulai awal tahun bulan Januari sampai Mei berjalan.
 
Country Manager Carsome Indonesia, Andreas Djingga, mengatakan lonjakan ini sesuai dengan prediksi yang sejalan dengan prediksi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), dimana Gaikindo di awal tahun telah memprediksi kenaikan signifikan pada transaksi mobil bekas nasional. “Ini sesuai perkiraan industri juga bahwa 2019 ini pasar mobil bekas cukup prospektif,” jelas Andreas Djingga melalui keterangan resminya.
 
Ada beberapa alasan khusus orang menjual mobil mereka jelang Idulfitri. Beberapa alasan yang sering muncul seperti ingin mendapatkan harga pasaran yang lebih baik saat momen menjelang Idulfitri, adanya kebutuhan uang tunai untuk berbagai keperluan mereka, dan ada rencana untuk mengganti mobil mereka. Banyaknya orang menjual mobil mereka juga memang didasari pada rata-rata kenaikan harga mobil pada periode menjelang Idulfitri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Banyaknya kebutuhan konsumsi pada periode ini yang mendorong orang menjual mobil mereka. Baik itu untuk dialihkan ke kebutuhan lainnya, ataupun upgrade mobil mereka. Biasanya harga mobil bekas bisa naik rata-rata 5 persen dibanding periode lainnya. Permintaan pasar yang naik membuat harga jual mobil juga naik,” kata Andreas Djingga.
 
Momentum ini tentu dirasakan dan dimanfaatkan oleh Carsome karena terjadi kenaikan permintaan mobil bekas pada periode ini melalui dealer rekanan. Dealer-dealer sangat aktif mencari mobil untuk memenuhi kenaikan permintaan pelanggan mereka. Carsome mengakomodir rantai pasar yang sedang berputar tinggi ini, banyaknya orang menjual mobil bekas yang dibarengi juga permintaan tinggi stok mobil bekas dari dealer untuk dijual kembali.
 
“Rekanan dealer kami lebih aktif untuk memenuhi stok mobil bekas dagangan mereka, untuk antisipasi para pencari mobil bekas di dealer mereka. Seringkali mereka juga sudah ada permintaan yang datang namun barangnya belum ada, sehingga mereka lebih gencar cari dan berani melakukan penawaran tinggi pada mobil yang diincar,” jelas Andreas Djingga.
 
Berbagai motivasi penjual mobil bekas yang mendorong lonjakan transaksi menjelang Idulfitri merupakan fenomena unik yang terjadi di Indonesia. Oleh karena itu, Carsome Indonesia juga telah mengantisipasi hal ini mulai dari awal tahun 2019 dengan meningkatkan layanan seperti penambahan titik full service branch, penambahan inspektor profesional ahli, dan juga meluncurkan kampanye marketing untuk menyambut tren kenaikan pasar.
 
“Semua lini layanan kami pastikan maksimal agar kami dapat memberikan pengalaman semudah mungkin dalam menjual mobil bekas kesayangan, tidak terkecuali pada periode kenaikan transaksi menjelang Idulfitri ini. Layanan kami pastikan optimal, mobil diperebutkan oleh ribuan dealer, penjual mendapat harga terbaik,” tutup Andreas Djingga.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif