DKI Jakarta: Garis-garis berwarna yang melingkar pada tapak ban mobil baru bukan sekadar hiasan. Penanda tersebut digunakan oleh produsen ban untuk mengidentifikasi jenis material atau kompon karet selama proses produksi, bukan sebagai petunjuk kualitas maupun performa ban bagi konsumen.
Perusahaan asal Jerman, REA, yang memasok peralatan penandaan untuk industri ban, menjelaskan garis warna otomatis membantu membedakan material dan produk selama proses manufaktur. Mengutip laporan Carscoops, penanda tersebut memudahkan pekerja maupun mesin mengenali jenis komponen karet dan ban yang sedang diproses.
Setelah ban dipasarkan dan dipasang pada kendaraan, garis warna itu tidak lagi memiliki fungsi praktis bagi pemilik mobil. Seiring penggunaan kendaraan, penanda tersebut akan terkikis bersama permukaan tapak ban.
Arti Warna Garis pada Ban Tidak Bersifat Universal
Warna garis pada ban tidak memiliki arti universal yang berlaku untuk semua merek. Garis biru pada ban dari satu produsen, misalnya, belum tentu menunjukkan jenis material yang sama dengan garis biru pada ban merek lain.
Baca Juga :
Berapa Lama Ban Mobil Bisa Dipakai? Ini Batas Usia yang Direkomendasikan
Setiap produsen memiliki sistem identifikasi internal masing-masing. Karena itu, konsumen tidak dapat menentukan kualitas, daya cengkeram, atau kemampuan performa ban hanya berdasarkan warna garis pada tapaknya.
Kombinasi warna juga dapat menjadi bagian dari sistem identifikasi tersebut. Dalam proses penandaan yang dipatenkan, dua warna dapat digunakan secara bersamaan untuk menunjukkan jenis kompon tapak ban. Dengan demikian, membaca satu garis warna saja tidak cukup untuk mengetahui informasi material yang digunakan.
DKI Jakarta: Garis-garis berwarna yang melingkar pada tapak
ban mobil baru bukan sekadar hiasan. Penanda tersebut digunakan oleh produsen ban untuk mengidentifikasi jenis material atau kompon karet selama proses produksi, bukan sebagai petunjuk kualitas maupun performa
ban bagi konsumen.
Perusahaan asal Jerman, REA, yang memasok peralatan penandaan untuk industri ban, menjelaskan garis warna otomatis membantu membedakan material dan produk selama proses manufaktur. Mengutip laporan Carscoops, penanda tersebut memudahkan pekerja maupun mesin mengenali jenis komponen karet dan ban yang sedang diproses.
Setelah ban dipasarkan dan dipasang pada kendaraan, garis warna itu tidak lagi memiliki fungsi praktis bagi pemilik mobil. Seiring penggunaan kendaraan, penanda tersebut akan terkikis bersama permukaan tapak ban.
Arti Warna Garis pada Ban Tidak Bersifat Universal
Warna garis pada ban tidak memiliki arti universal yang berlaku untuk semua merek. Garis biru pada ban dari satu produsen, misalnya, belum tentu menunjukkan jenis material yang sama dengan garis biru pada ban merek lain.
Setiap produsen memiliki sistem identifikasi internal masing-masing. Karena itu, konsumen tidak dapat menentukan kualitas, daya cengkeram, atau kemampuan performa ban hanya berdasarkan warna garis pada tapaknya.
Kombinasi warna juga dapat menjadi bagian dari sistem identifikasi tersebut. Dalam proses penandaan yang dipatenkan, dua warna dapat digunakan secara bersamaan untuk menunjukkan jenis kompon tapak ban. Dengan demikian, membaca satu garis warna saja tidak cukup untuk mengetahui informasi material yang digunakan.
(UDA)