Perluasan jaminan asuransi kendaraan bisa membuat Anda hidup lebih tenang ketika mobil terendam banjir. Asuransi Astra
Perluasan jaminan asuransi kendaraan bisa membuat Anda hidup lebih tenang ketika mobil terendam banjir. Asuransi Astra

Jangan Tunggu Sampai Banjir, Segera Perluas Jaminan Mobil Anda

Otomotif asuransi kendaraan
Ahmad Garuda • 06 Januari 2020 18:20
Jakarta: Kejutan tingginya curah hujan dan genangan air yang terjadi di awal tahun, tentu mewajibkan kita semua waspada akan datangnya bencana serupa. Apalagi jika tidak melakukan antisipasi yang bisa berakibat lebih fatal. Terutama bagi pemilik kendaraan yang wilayahnya berada di daerah rawan banjir atau memiliki sejarah banjir.
 
SVP Communication, Event, & Service Management Asuransi Astra, L. Iwan Pranoto menyarankan agar para pengendara tetap berhati-hati saat hendak melintasi jalan yang tergenang air cukup tinggi. Saat melintasi genangan, tentu dapat menimbulkan masalah pada kendaraan. Risiko yang paling sering terjadi adalah engine water hammer.
 
Engine water hammer atau hydrolocking merupakan kondisi mesin mobil mati mendadak alias mogok yang disebabkan masuknya air ke dalam ruang bakar melalui air intake. Kondisi tersebut menimbulkan tekanan besar di ruang silinder oleh piston yang dapat menyebabkan bengkoknya stang piston, rusaknya ring piston, dinding silinder, hingga melengkungnya head silinder.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat melewati genangan, sebaiknya pastikan ketinggian genangan air setidaknya 30 cm di bawah air intake, sehingga aman dan tidak menyedot air. Langkah selanjutnya adalah injak gas secukupnya dan jangan menggunakan putaran mesin tinggi agar air tidak masuk ke saluran pembuangan gas atau knalpot.
 
“Cara terbaik agar terhindar dari engine water hammer ini adalah menghindari genangan tersebut. Jika belum terlanjur melintas, sebaiknya segera putar balik dan lewat jalan lain. Jangan pernah memaksakan diri apalagi sengaja menerjang genangan. Kalau sudah mogok, risikonya akan lebih besar,” ujar Iwan.
 
Selain dapat mengurangi performa mesin mobil, merujuk pada Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) Bab II pasal 3 ayat 4, kerusakan mesin akibat kedua kejadian tersebut juga merupakan jenis kejadian yang dikecualikan sehingga tidak akan bisa diklaim.
 
“Pertanggungan ini tidak menjamin kerugian, kerusakan dan atau biaya atas Kendaraan Bermotor dan atau tanggung jawab hokum terhadap pihak ketiga jika dikemudikan secara paksa walaupun secara teknis kondisi kendaraan dalam keadaan rusak atau tidak laik jalan,” bunyi regulasi dalam polis tersebut.
 
Untuk itu, perhatikan selalu kondisi jalan yang akan Anda lalui. Selain itu, tingkatkan proteksi kendaraan dengan perluasan jaminan asuransi kendaraan Anda. Melalui perluasan jaminan, Anda bisa klaim kerusakan yang disebabkan bencana alam seperti banjir.
 
Jika mobil Anda sudah terlindungi dengan perluasan perlindungan banjir, sebaiknya tidak menerjang banjir dan tidak menyalakan mobil yang terendam air sebelumnya.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif