Honda BR-V merupakan salah satu tulang punggung penjualan Honda di Indonesia. doc Medcom.id
Honda BR-V merupakan salah satu tulang punggung penjualan Honda di Indonesia. doc Medcom.id

Honda Tak Merasa Tersaingi dengan Mobil Tiongkok

Otomotif mobil baru industri otomotif penyerahan honda hr-v honda mobil wuling motors DFSK
Ekawan Raharja • 18 Februari 2019 08:05
Jakarta: Di awal 2019, produsen mobil asal Tiongkok sudah mulai bermanuver menghadirkan mobil baru untuk pasar otomotif. Honda sebagai salah satu produsen asal Jepang yang sudah lama di Indonesia tidak takut dengan strategi yang dimainkan oleh produsen asal Tiongkok.
 
Marketing & Aftersales Service Director PT Honda Prospect Motor, Jonfis Fandy, menerangkan baik Honda maupun para produsen asal Tiongkok ini memiliki strategi masing-masing. Dia sendiri enggan untuk membahas bagaimana manuver merek-merek Tiongkok ini untuk merangsak di pasar otomotif Indonesia yang hegemoninya dikuasai produsen asal Jepang.
 
"Mereka punya strategi sendiri, ada barang ada harga ya, saya enggan komentari itu," ungkap Jonfis Fandy Minggu (17/2/2019) di Kantor Honda Prospect Motor, Sunter, Jakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Honda Tak Merasa Tersaingi dengan Mobil Tiongkok
 
Di awal tahun ini saja Wuling Motors sudah bergerak dengan memperkenalkan Almaz. Kemudian ada juga beberapa bocoran SUV terbaru DFSK yang diprediksi adalah Dongfeng Fengguang S560. Jika ditarik benang merahnya, kedua sport utility vehicle (SUV) ini memiliki ukuran yang sama dengan Honda HR-V.
 
Honda tidak merasa terancam dan juga tidak khawatir. Menurut data yang mereka milik, karakteristik konsumen mereka berbeda dan belum ada yang membandingkan antara mobil buatan mereka dengan mobil Tiongkok.
 
"Tipe konsumennya berbeda dengan kami. Sampai saat ini belum ada konsumen yang datang, dengan survey atau pemantauan kami, tidak ada yang membandingkan Honda CR-V dan Almaz, lalu HR-V dengan produk apa gitu, lalu membandingkan Mobilio dengan Confero, itu tidak ada," sambung pria berbadan tegap tersebut.
 
Honda Tak Merasa Tersaingi dengan Mobil Tiongkok
 
Selain itu, Jonfis Fandy menilai bahwa para produsen ini harus membangun infrastuktur. Sehingga baru bisa mendapatkan kepercayaan dari konsumen.
 
"Itu juga yang setiap tahun kami improvisasi supaya konsumen bisa percaya kepada produk. Kalau dari segi produk bisa dilihat di brosur, kalau yang tidak bisa dilihat saya tidak bisa berbicara," tutup Jonfis.
 
Kini tinggal menanti kehadiran Almaz dan SUV terbaru dari DFSK di Indonesia. Bisakah mencuri perhatian konsumen Indonesia, atau tetap produk-produk dari Jepangekawan yang masih menjadi favorit?
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi