Schneider Electric tawarkan EVLink sebagai pencatu daya mobil listrik. Schneider Electric
Schneider Electric tawarkan EVLink sebagai pencatu daya mobil listrik. Schneider Electric

Peluang Besar Menanti Produsen Pencatu Daya Mobil Listrik

Otomotif mobil listrik komponen otomotif
Ekawan Raharja • 11 September 2019 17:00
Jakarta: Dimulainya era kendaraan listrik di Indonesia, menjadi peluang bagi banyak pihak. Selain produsen kendaraan, peluang juga terbuka lebar bagi produsen pencatu daya (produsen pengecasan baterai listrik).
 
Country President Schneider Electric Indonesia, Xavier Denoly, menjelaskan pemerintah melalui PLN sudah memetakan pertumbuhan mobil listrik. Disebutkan bahwa hingga 2025, mobil listrik (hybrid, plug in hybrid, dan Baterai) akan menyumbang sekitar 3 persen dari penjualan mobil di Indonesia.
 
"Ini tidak terlepas dari Peraturan Presiden, termasuk insentif untuk industri kendaraan listrik nasional," ungkap Xavier Denoly Rabu (11/9/2019) di JIExpo Kemayoran Jakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pertumbuhan mobil listrik di tanah air ini juga sejalan dengan pertumbuhan di global. Data dari J.P.Morgan menunjukan pasar kendaraan listrik global pada 2017 bernilai USD118.864,5 juta, dan diproyeksikan mencapai USD567.299,8 juta pada 2025, tumbuh CAGR sebesar 22,3 persen dari 2018 hingga 2025.
 
Peluang Besar Menanti Produsen Pencatu Daya Mobil Listrik
 
Sementara itu International Energy Agency memperkirakan pada 2030 akan terdapat 125 juta mobil listrik yang beroperasi di jalan raya secara global. Indonesia menargetkan produksi mobil listrik mencapai 30 persen dari total produksi pada 2030 yang diharapkan dapat menopang target penekanan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen dan menjaga kemandirian energi nasional.
 
"Pertumbuhan ini harus diikuti dengan pembangunan ekosistem kendaraan listrik yang modern, terintegrasi yang mencakup infrastruktur pengisian daya pintar (smart charging station). Stasiun pengisian daya pintar dapat menyediakan layanan yang dapat membantu meningkatkan kualitas dan keandalan daya, dan mendorong peningkatan efisiensi energi," ungkap Xavier Denoly.
 
Schneider Electric sudah mempersiapkan pencatu daya mobil listrik yang mereka beri nama EVLink. Pengecasan yang mereka tawarkan tersedia mulai dari pengecasan reguler dari 3,5-22 kW atau fast charging dengan arus AC 43 kW atau arus DC 50 kW.
 
Pencatu daya mobil listrik asal Prancis ini memiliki kelebihan berupa Energy Management System yang bisa disesuaikan dengan kapasitas listrik di rumah/gedung. Sehingga EVLink tidak akan melebihi daya yang tersedia dan tidak membuat listrik di lokasi trip (listrik mati karena kelebihan beban). Energy Management System ini juga dapat menyediakan satu titik akses untuk sistem back-end pihak ketiga untuk menghubungkan stasiun pengisian daya kendaraan listrik dengan pengawasan jarak jauh, memungkinkan untuk dukungan teknis jarak jauh dan optimalisasi penggunaan energi.
 
Selain Schneider Electric, beberapa produsen pencatu daya mobil listrik juga sudah mulai memperkenalkan produknya masing-masing. Seperti contoh ABB dan juga Bosch yang menawarkan teknologi serupa untuk memenuhi kebutuhan kendaraan listrik di tanah air.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif