Mazda MX-5 menawarkan kesenangan berkendara yang tidak diberikan di mobil-mobil Mazda lainnya. Medcom.id/Ekawan Raharja
Mazda MX-5 menawarkan kesenangan berkendara yang tidak diberikan di mobil-mobil Mazda lainnya. Medcom.id/Ekawan Raharja

Test Drive

Mazda MX-5, Bagi yang Ingin Sensasi Fun-to-Drive

Otomotif mazda test drive
Ekawan Raharja • 31 Juli 2018 09:43
Jakarta: Tombol start/button ditekan, dan sontak mesin 2.000 cc menyala. Suaranya yang nge-bass menaikan adrenalin untuk melibas setiap jengkal aspal.
 
Mazda MX-5 melesat di sudut-sudut Kota Jakarta. Di dalamnya sudah duduk tester driver Medcom.id yang sedang mencoba memahami roadster asal Jepang ini.
 
Eksterior
Mazda MX-5, Bagi yang Ingin Sensasi <i>Fun-to-Drive </i>
Jika melihatnya di jalanan, jelas MX-5 sangat mencolok pasang mata. Sebuah sportcar dengan ukuran yang compact, dua pintu, dan atap canvas yang siap di buka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ukurannya terbilang mungil untuk sebuah mobil. Panjangnya saja hanya 3.915 mm, tinggi 1.230 mm, lebar 1.735 mm, dan ground clearance cuma 135 mm.
Mazda MX-5, Bagi yang Ingin Sensasi <i>Fun-to-Drive </i>
Ketika menelaah lebih detail, desain bodi di depan, samping, dan belakang menganut KODO Design khas Mazda. Pabrikan berlogo sayap ini mencoba memberi kesan elegan namun tetap agresif khas sportcar.
 
Bisa dilihat dari lekukan body khas, dengan buritan yang tampak semok. Kemudian kap mesin yang cukup panjang dengan lekukan berotot memberikan kesan kekar. Sentuhan manis bisa dilihat dari penggunaan lampu utama dengan LED, lampu kabut dengan LED, kisi-kisi udara di bagian grill, hingga lampu dengan aksen bulat memberikan sentuhan manis.
Mazda MX-5, Bagi yang Ingin Sensasi <i>Fun-to-Drive </i>
Belum lagi bahan canvas sebagai pelindung kepala sudah sangat untuk dan tidak banyak mobil-mobil di Indonesia yang mengadopsi. Bila atap di buka, tentu penampilannya semakin mengundang perhatian orang-orang yang dilaluinya.
 
Interior
Mazda MX-5, Bagi yang Ingin Sensasi <i>Fun-to-Drive </i>
Ketika duduk di jok, jelas akan sedikit menyulitkan para pengemudi dan penumpang. Apalagi untuk orang-orang dengan bertubuh di atas 170 cm dengan perut buncit.
 
Mengingat MX-5 memiliki jok yang rendah, seperti umumnya sportcar. Posisi duduknya terasa di bawah, dekat dengan aspal rasanya. Terlebih joknya sudah menganut model semi bucket seat.
Mazda MX-5, Bagi yang Ingin Sensasi <i>Fun-to-Drive </i>
Tester driver Medcom.id dengan tinggi 165 cm dan bobot 67 kg terasa pas duduk di jok. Posisi jok memeluk tester driver dengan baik untuk menjaga dari body roll selama perjalanan.
 
Cuma sayangnya jok tidak dapat dinaikkan ketinggiannya, sehingga pandangan ke depan sedikit terhalang dengan dashboard. Cuma tenang saja, jok masih bisa dimaju-mundurkan dan masih bisa direbahkan jika terlalu tegak.
Mazda MX-5, Bagi yang Ingin Sensasi <i>Fun-to-Drive </i>
Desain dasbor juga tampak sederhana. Kesan sporty diberikan di bagian cluster meter dengan desain bulat yang mudah untuk diperhatikan, kisi-kisi AC dengan model bulat, serta lingkar kemudi dan knob perseneling berbalut kulit.
 
Tombol-tombol yang ada di dalam kabin termasuk mudah untuk dioperasikan. Mulai dari consol center dengan tombol putar untuk mengendalikan layar sentuh 7 inci MZD Connect, naik ke atasnya ada konsol AC dan soket pengecasan gawai, serta di sebelah kiri lingkar kemudi terdapat tombol start/stop button dan di kanan terdapat tombol untuk mengaktifkan beberapa fitur seperti traksi kontrol, lane keep assist, serta beberapa fitur lainnya.
Mazda MX-5, Bagi yang Ingin Sensasi <i>Fun-to-Drive </i>
Di lingkar kemudi juga terdapat beberapa tombol untuk membantu ketika mengemudi. Di sebelah kiri terdapat steering wheel control untuk mengatur volume suara audio dan tombol bluetooth, menerima telepon, dan menolak telepon. Sedangkan di bagian kanannya ada cruise control yang bisa dimanfaatkan saat jalanan lengang.
 
Jika ingin meletakan barang-barang, glove box terdapat di belakang center consol. Lengkap dengan dua unit cup holder untuk menjaga minuman tetap diwadahnya.
Mazda MX-5, Bagi yang Ingin Sensasi <i>Fun-to-Drive </i>
Cuma perlu diingat, bahwa MX-5 yang digunakan ini adalah model canvas yang bisa dibuka dan tutup secara manual. Bagi pengemudi pria dengan tubuh yang ideal memang tidak ada masalah untuk membuka serta menutup atap. Hanya bagi pengemudi dengan badan besar dengan bobot tubuh di atas 80 kg, akan terasa sedikit sulit membuka atau menutup atap karena badan harus bergerak sementara kabin MX-5 terbilang sempit.
 
Bagi yang membawa barang bawaan seperti tas ransel dan sejenisnya, harus meletakan barang bawaanya di bagasi mengingat kabin yang minimalis. Bagasi mobil ini hanya mampu memuat 130 liter atau sekitar dua koper kabin.
Mazda MX-5, Bagi yang Ingin Sensasi <i>Fun-to-Drive </i>
Mengemudi di jalanan tanpa mendengarkan musik, rasanya seperti sayur tanpa garam. Mazda tidak mengabaikan hal tersebut, dan mempersiapkan speaker BOSE dengan kualitas yang memanjakan telinga. Terlebih di bagian headrest juga disematkan dua speaker kecil yang dekat dengan telinga.
 
Performa
Mazda MX-5, Bagi yang Ingin Sensasi <i>Fun-to-Drive </i>
Generasi keempat roadster legendaris Mazda ini masih menggunakan mesin mesin injeksi Skyactiv 4 silinder segaris DOHC 16 valve 2.000 cc. Tenaganya memang menciut dari generasi ketiga, dari 167 daya kuda menjadi 160 daya kuda, tetapi torsinya meningkat dari 190 nm menjadi 200 nm.
 
Tenaganya tentu tidak seganas sportcar besutan BMW, Mercedes-Benz, Audi, atau Toyota. Cuma dengan bobot kotor hanya 1.138 kg, tenaga ini sudah lebih dari cukup untuk membuat MX-5 berlari lincah di jalanan Jakarta.
Mazda MX-5, Bagi yang Ingin Sensasi <i>Fun-to-Drive </i>
Bahkan untuk kondisi jalanan yang relatif macet atau kondisi kecepatan rendah, tenaga MX-5 memang terasa sedikit berat. Putaran mesin di bawah 1.500 rpm memang mobil ini tampak tersendat-sendat ingin membabaskan diri dari belenggu.
 
Cuma berbeda ketika putaran mesin sudah mencapai 2.000 rpm, MX-5 menjadi jati dirinya. Berkat torsinya yang mencapai 200 nm, terasa tekanan gravitasi ketika pedal gas diinjak dalam.
Mazda MX-5, Bagi yang Ingin Sensasi <i>Fun-to-Drive </i>
Test driver kami memahami bahwa roadster produksi Jepang ini memang diciptakan untuk mereka yang hobi mengemudi. Merasakan nikmatnya perjalanan melibas setiap inci aspal. Menjadi pusat perhatian di jalanan sekaligus menunjukan kemampuan MX-5 ketika membabat habis jalanan di Jakarta.
 
Bahkan ketika mencoba memacunya, dengan kecepatan hingga 170 kilometer per jam tidak ada masalah yang berarti. Setir tetap terjaga tidak ada getaran, handling tetap presisi, dan mobil benar-benar melesat membelah angin.
Mazda MX-5, Bagi yang Ingin Sensasi <i>Fun-to-Drive </i>
Cuma memang perlu diingat bahwa suara kabin akan sangat berisik mengingat mobil ini menggunakan atap canvas. Cuma suara itu bisa diatasi dengan menghidupkan perangkat hiburan, dan memutarkan musik favorit melalui speaker BOSE.
 
Sayangnya Jakarta dengan panas yang terik dan polusi membuat tidak nyaman untuk berpergian dengan atap terbuka. Selain itu peraturan Undang-Undang Lalu Lintas Angkatan Jalan (UULLAJ) Nomor 22 tahun 2009 Pasal Ayat 3 huruf F menyuruh pengemudi dengan mobil tanpa atap wajib menggunakan helm.
 
Kesimpulan
Mazda MX-5, Bagi yang Ingin Sensasi <i>Fun-to-Drive </i>
Mazda benar-benar menerapkan filosofi Jinba Ittai di MX-5. Membawa pengemudi menyatu dengan mobil untuk melibas jalanan.
 
Membahas kenyamanan, MX-5 mungkin tidak senyaman lini produk Mazda lainnya. Cuma untuk mobil yang fun-to-drive, ada yang lebih menyenangkan dibandingkan roadster legendaris ini?

 
(UDA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif