Jakarta: Kia menandai perjalanan 25 tahun kehadirannya di Indonesia sebagai fase konsolidasi sekaligus akselerasi transformasi bisnis di tengah dinamika industri otomotif nasional. Lebih dari sekadar menghadirkan kendaraan, merek Korea Selatan ini memposisikan diri sebagai merek yang terus beradaptasi dengan perubahan gaya hidup, kebutuhan mobilitas keluarga, hingga percepatan teknologi.
Selama dua setengah dekade, Kia tumbuh bersama konsumen Indonesia melalui berbagai fase industri, mulai dari era kendaraan konvensional hingga masuk ke babak elektrifikasi. Momentum ini menjadi refleksi perjalanan panjang membangun kepercayaan pasar sekaligus menjaga relevansi merek di tengah kompetisi yang semakin agresif.
Dinamika Pasar Indonesia dan Strategi Produk Kia
Pasar otomotif Indonesia dikenal memiliki karakter unik, dinamis, dan cepat berubah mengikuti tren global maupun kebutuhan lokal. Kia merespons kondisi tersebut dengan pendekatan adaptif, mulai dari pengembangan produk hingga peningkatan layanan.
“Selama dua setengah dekade, Kia terus menyesuaikan produk dan pelayanan dengan perubahan preferensi konsumen, mulai dari aspek fungsionalitas, kenyamanan, desain, hingga teknologi. Pendekatan ini menjadi bagian penting dari upaya untuk tetap hadir sebagai merek yang dekat dan relevan dengan kebutuhan mobilitas sehari-hari masyarakat Indonesia,” terang Chief Executive Officer of Kia Sales Indonesia, Jong Sung Park,
Baca Juga:
Harga Toyota Rush Bekas 2015, Mulai Rp130 Jutaan
Pada fase awal 2000-an, Kia membangun fondasi pasar melalui model seperti Carnival, Picanto, dan Rio yang menyasar kebutuhan mobilitas dasar. Memasuki periode 2010–2018, portofolio diperluas lewat model seperti Sportage dan generasi terbaru Rio.
Saat tren SUV mulai mendominasi pasar nasional pada 2019–2022, Kia melakukan reposisi produk dengan menghadirkan Seltos dan Sonet. Kedua model ini menjadi game changer dalam memperkuat eksistensi perusahaan di segmen SUV kompak.
Memasuki era elektrifikasi sejak 2023, Kia mengakselerasi transformasi lewat kehadiran EV6 dan EV9 sebagai bagian dari strategi global Total Transformation Kia. Pada fase ini, Kia tidak hanya fokus pada produk, tetapi juga membangun ekosistem, edukasi pasar, serta memperkuat kepercayaan konsumen terhadap teknologi kendaraan listrik.
Fondasi Bisnis Lewat Layanan dan Jaringan
Di balik ekspansi produk, saudara dari Hyundai ini juga menegaskan pentingnya layanan purna jual dan jaringan dealer sebagai backbone bisnis jangka panjang. Hubungan dengan konsumen, mitra dealer, komunitas, dan karyawan menjadi ekosistem yang menopang pertumbuhan selama 25 tahun di Indonesia.
Baca Juga:
GAC Raih Sertifikasi Keamanan Data Kendaraan, Apa Manfaatnya?
Konsistensi layanan, ketersediaan dukungan teknis, serta komitmen terhadap kenyamanan pelanggan menjadi value proposition yang terus diperkuat untuk menghadirkan pengalaman kepemilikan yang menyeluruh.
“Dengan fondasi 25 tahun hadir di Indonesia, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi mobilitas yang relevan, bernilai, dan berkelanjutan, sejalan dengan perkembangan industri otomotif Nasional. Perjalanan di Indonesia akan terus berlanjut, dengan semangat untuk bertumbuh bersama masyarakat, menjawab tantangan masa depan, dan menghadirkan mobilitas yang menginspirasi generasi berikutnya,” tutup Jong Sung Park.
Jakarta: Kia menandai perjalanan 25 tahun kehadirannya di Indonesia sebagai fase konsolidasi sekaligus akselerasi transformasi bisnis di tengah dinamika
industri otomotif nasional. Lebih dari sekadar menghadirkan kendaraan, merek Korea Selatan ini memposisikan diri sebagai merek yang terus beradaptasi dengan perubahan gaya hidup, kebutuhan mobilitas keluarga, hingga percepatan teknologi.
Selama dua setengah dekade, Kia tumbuh bersama konsumen Indonesia melalui berbagai fase industri, mulai dari era kendaraan konvensional hingga masuk ke babak elektrifikasi. Momentum ini menjadi refleksi perjalanan panjang membangun kepercayaan pasar sekaligus menjaga relevansi merek di tengah kompetisi yang semakin agresif.
Dinamika Pasar Indonesia dan Strategi Produk Kia
Pasar otomotif Indonesia dikenal memiliki karakter unik, dinamis, dan cepat berubah mengikuti tren global maupun kebutuhan lokal. Kia merespons kondisi tersebut dengan pendekatan adaptif, mulai dari pengembangan produk hingga peningkatan layanan.
“Selama dua setengah dekade, Kia terus menyesuaikan produk dan pelayanan dengan perubahan preferensi konsumen, mulai dari aspek fungsionalitas, kenyamanan, desain, hingga teknologi. Pendekatan ini menjadi bagian penting dari upaya untuk tetap hadir sebagai merek yang dekat dan relevan dengan kebutuhan mobilitas sehari-hari masyarakat Indonesia,” terang Chief Executive Officer of Kia Sales Indonesia, Jong Sung Park,
Pada fase awal 2000-an, Kia membangun fondasi pasar melalui model seperti Carnival, Picanto, dan Rio yang menyasar kebutuhan mobilitas dasar. Memasuki periode 2010–2018, portofolio diperluas lewat model seperti Sportage dan generasi terbaru Rio.
Saat tren SUV mulai mendominasi pasar nasional pada 2019–2022, Kia melakukan reposisi produk dengan menghadirkan Seltos dan Sonet. Kedua model ini menjadi game changer dalam memperkuat eksistensi perusahaan di segmen SUV kompak.
Memasuki era elektrifikasi sejak 2023, Kia mengakselerasi transformasi lewat kehadiran EV6 dan EV9 sebagai bagian dari strategi global Total Transformation Kia. Pada fase ini, Kia tidak hanya fokus pada produk, tetapi juga membangun ekosistem, edukasi pasar, serta memperkuat kepercayaan konsumen terhadap teknologi kendaraan listrik.
Fondasi Bisnis Lewat Layanan dan Jaringan
Di balik ekspansi produk, saudara dari Hyundai ini juga menegaskan pentingnya layanan purna jual dan jaringan dealer sebagai backbone bisnis jangka panjang. Hubungan dengan konsumen, mitra dealer, komunitas, dan karyawan menjadi ekosistem yang menopang pertumbuhan selama 25 tahun di Indonesia.
Konsistensi layanan, ketersediaan dukungan teknis, serta komitmen terhadap kenyamanan pelanggan menjadi value proposition yang terus diperkuat untuk menghadirkan pengalaman kepemilikan yang menyeluruh.
“Dengan fondasi 25 tahun hadir di Indonesia, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi mobilitas yang relevan, bernilai, dan berkelanjutan, sejalan dengan perkembangan industri otomotif Nasional. Perjalanan di Indonesia akan terus berlanjut, dengan semangat untuk bertumbuh bersama masyarakat, menjawab tantangan masa depan, dan menghadirkan mobilitas yang menginspirasi generasi berikutnya,” tutup Jong Sung Park.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)