medcom.id, Tangerang: Dalam acara serah terima Honda City CNG di kawasan Puspitek, Serpong, Tangerang pada Senin (17/2/2015), ada penekanan penting dari Menristek Dikti.
Muhammad Nasir selaku Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) mengatakan setidaknya ada tiga hal yang harus diperhatikan agar mobil dengan bahan bakar compressed natural gas (CNG), bisa bersaing di pasar otomotif nasional.
"Pertama adalah seberapa ramah mobil tersebut terhadap lingkungan. Dalam artian hasil emisi yang dihasilkan harus serendah mungkin jika dibandingkan dengan mobil berbahan bakar konvensional (minyak)," ujar Nasir.
"Kedua adalah seberapa tangguh teknologi yang digunakan terkait sistem CNG pada mobil tersebut. Kemudian daya saing mobil dengan CNG terhadap mobil yang sudah ada."
Masih berkaitan dengan daya saing mobil-mobil CNG, lebih lanjut Nasir menegaskan sebaiknya harga jual mobil tersebut relatif tak jauh berbeda. "Kisaran harga jual mobil di sini rata-rata Rp150 juta hingga Rp300 Juta, kalau mobil CNG bisa ada pada kisaran tersebut, tentu akan bisa bersaing dengan baik," tambahnya dalam kata sambutannya.
Namun jika harga mobil dengan CNG relatif lebih mahal, maka akan sulit bersaing dan membuat mobil CNG menjadi terlalu segmentatif. Tentu hanya akan digunakan oleh segelintir masyarakat.
Dari sekian banyak mobil-mobil CNG yang sudah ada, harga unitnya memang relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan versi non CNG. Hal ini terkait dengan adanya penambahan alat-alat yang dipasangkan pada mobil CNG.
Namun akan lain cerita jika pemerintah memberikan insentif khusus pada produsen atau konsumen yang akan memproduksi atau membeli mobil CNG. Sehingga harga jualnya bisa bersaing. Langkah ini telah dilakukan pemerintah Thailand yang memberikan insentif khusus untuk mobil CNG, sehingga perbedaan harganya tidak terlampau jauh.
medcom.id, Tangerang: Dalam acara serah terima Honda City CNG di kawasan Puspitek, Serpong, Tangerang pada Senin (17/2/2015), ada penekanan penting dari Menristek Dikti.
Muhammad Nasir selaku Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) mengatakan setidaknya ada tiga hal yang harus diperhatikan agar mobil dengan bahan bakar
compressed natural gas (CNG), bisa bersaing di pasar otomotif nasional.
"Pertama adalah seberapa ramah mobil tersebut terhadap lingkungan. Dalam artian hasil emisi yang dihasilkan harus serendah mungkin jika dibandingkan dengan mobil berbahan bakar konvensional (minyak)," ujar Nasir.
"Kedua adalah seberapa tangguh teknologi yang digunakan terkait sistem CNG pada mobil tersebut. Kemudian daya saing mobil dengan CNG terhadap mobil yang sudah ada."
Masih berkaitan dengan daya saing mobil-mobil CNG, lebih lanjut Nasir menegaskan sebaiknya harga jual mobil tersebut relatif tak jauh berbeda. "Kisaran harga jual mobil di sini rata-rata Rp150 juta hingga Rp300 Juta, kalau mobil CNG bisa ada pada kisaran tersebut, tentu akan bisa bersaing dengan baik," tambahnya dalam kata sambutannya.
Namun jika harga mobil dengan CNG relatif lebih mahal, maka akan sulit bersaing dan membuat mobil CNG menjadi terlalu segmentatif. Tentu hanya akan digunakan oleh segelintir masyarakat.
Dari sekian banyak mobil-mobil CNG yang sudah ada, harga unitnya memang relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan versi non CNG. Hal ini terkait dengan adanya penambahan alat-alat yang dipasangkan pada mobil CNG.
Namun akan lain cerita jika pemerintah memberikan insentif khusus pada produsen atau konsumen yang akan memproduksi atau membeli mobil CNG. Sehingga harga jualnya bisa bersaing. Langkah ini telah dilakukan pemerintah Thailand yang memberikan insentif khusus untuk mobil CNG, sehingga perbedaan harganya tidak terlampau jauh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)