Jakarta: Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, mengungkapkan Kementerian PU menyiapkan tambahan 10 ruas tol fungsional untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026.
"Kami menyiapkan tambahan 10 ruas tol fungsional sepanjang 290,855 km," ujar Diana saat dihubungi ANTARA.
Ia menjelaskan ruas tol fungsional yang disiapkan meliputi Ruas Tol Sigli-Banda Aceh Seksi 1, Ruas Tol Palembang-Betung Seksi 1-2-3-4, Probolinggo-Banyuwangi Seksi 1-2-3, Solo-Yogyakarta Seksi Prambanan-Purwomartani, dan Ruas Tol Yogyakarta-Bawen Seksi Ambarawa-Bawen.
Penambahan ruas tol ini diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan lalu lintas selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
76 Ruas Tol Operasi, Didukung Rest Area dan SPKLU
Diana menegaskan kesiapan infrastruktur jalan tol dan jalan nasional menjadi prioritas dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat.
"Untuk jalan tol, saat ini terdapat 76 ruas jalan tol yang telah beroperasi dengan total panjang 3.115,98 km, didukung oleh 136 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP/rest area)," kata Diana.
Selain itu, infrastruktur pendukung lainnya mencakup 189 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) serta 539 gerbang tol.
Dengan tambahan ruas fungsional dan dukungan fasilitas tersebut, pemerintah menargetkan arus lalu lintas selama Lebaran 2026 dapat berjalan lebih lancar dan terdistribusi merata.
Prediksi 144 Juta Pemudik Lebaran 2026
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memprediksi sekitar 144 juta orang akan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026 atau Idulfitri 1447 H. Ia menyebut angka tersebut berpotensi meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
Operasional posko angkutan Lebaran dijadwalkan berlangsung pada 13–29 Maret 2026. Posko ini akan mengoordinasikan seluruh moda transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian. Untuk mengantisipasi kepadatan, Kementerian Perhubungan akan membatasi operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas, kecuali kendaraan pengangkut bahan pokok, bahan bakar minyak, dan kebutuhan penting lainnya sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas kementerian.
Selain itu, Kementerian Perhubungan bersama Korps Lalu Lintas Polri (Korlantas) Polri akan menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow, sistem satu arah (one way), dan ganjil genap di sejumlah ruas tol yang berpotensi padat. Langkah-langkah ini diharapkan mampu menjaga kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026 di tengah proyeksi tingginya mobilitas masyarakat.
Jakarta: Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, mengungkapkan Kementerian PU menyiapkan tambahan 10 ruas tol fungsional untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026.
"Kami menyiapkan tambahan 10 ruas tol fungsional sepanjang 290,855 km," ujar Diana saat dihubungi ANTARA.
Ia menjelaskan ruas tol fungsional yang disiapkan meliputi Ruas Tol Sigli-Banda Aceh Seksi 1, Ruas Tol Palembang-Betung Seksi 1-2-3-4, Probolinggo-Banyuwangi Seksi 1-2-3, Solo-Yogyakarta Seksi Prambanan-Purwomartani, dan Ruas Tol Yogyakarta-Bawen Seksi Ambarawa-Bawen.
Penambahan ruas tol ini diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan lalu lintas selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
76 Ruas Tol Operasi, Didukung Rest Area dan SPKLU
Diana menegaskan kesiapan infrastruktur jalan tol dan jalan nasional menjadi prioritas dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat.
"Untuk jalan tol, saat ini terdapat 76 ruas jalan tol yang telah beroperasi dengan total panjang 3.115,98 km, didukung oleh 136 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP/rest area)," kata Diana.
Selain itu, infrastruktur pendukung lainnya mencakup 189 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) serta 539 gerbang tol.
Dengan tambahan ruas fungsional dan dukungan fasilitas tersebut, pemerintah menargetkan arus lalu lintas selama Lebaran 2026 dapat berjalan lebih lancar dan terdistribusi merata.
Prediksi 144 Juta Pemudik Lebaran 2026
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memprediksi sekitar 144 juta orang akan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026 atau Idulfitri 1447 H. Ia menyebut angka tersebut berpotensi meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
Operasional posko angkutan Lebaran dijadwalkan berlangsung pada 13–29 Maret 2026. Posko ini akan mengoordinasikan seluruh moda transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian. Untuk mengantisipasi kepadatan, Kementerian Perhubungan akan membatasi operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas, kecuali kendaraan pengangkut bahan pokok, bahan bakar minyak, dan kebutuhan penting lainnya sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas kementerian.
Selain itu, Kementerian Perhubungan bersama Korps Lalu Lintas Polri (Korlantas) Polri akan menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow, sistem satu arah (one way), dan ganjil genap di sejumlah ruas tol yang berpotensi padat. Langkah-langkah ini diharapkan mampu menjaga kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026 di tengah proyeksi tingginya mobilitas masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)