AFI cegah pemanasan global dengan cara bersih-bersih pantai. AFI
AFI cegah pemanasan global dengan cara bersih-bersih pantai. AFI

Kurangi Efek Pemanasan Global, AXA Financial Bersih Pantai di Pulau Damar

Ahmad Garuda • 11 Mei 2026 11:22
Ringkasnya gini..
  • Ketakutan akan efek panjang pemanasan global terasa menghantui bagi umat manusia.
  • Hal ini pun ditanggapi dengan beragam cara, penggunaan kendaraan listrik ramah lingkungan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan lainnya.
  • Di antaranya pencegahan dampak perubahan iklim (climate & biodiversity), peningkatan sosial masyarakat, dan pencegahan risiko.
Jakarta – Ketakutan akan efek panjang pemanasan global terasa menghantui bagi umat manusia. Hal ini pun ditanggapi dengan beragam cara, seperti penggunaan kendaraan listrik yang ramah lingkungan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan lainnya. Namun beberapa perusahaan menyikapinya dengan menggelar penanaman pohon. 
 
Salah satunya AXA Financial Indonesia (AFI) konsisten menggelar program AFI Berbagi, dengan kegiatan Beach Clean-Up di Pulau Damar, Kepulauan Seribu. Bekerja sama dengan Langit Biru Pertiwi ini jadi cara menjaga keberlanjutan dan tanggung jawab sosial dengan tiga pilar utama. 
 
Di antaranya pencegahan dampak perubahan iklim (climate & biodiversity), peningkatan sosial masyarakat, dan pencegahan risiko. Rangkaian kegiatan program ini dilakukan sejak September hingga Mei 2026 mencakup aksi bersih pantai, pemeriksaan kesehatan dan edukasi keuangan di Pantai Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, dan aksi bersih pantai di Pulau Damar. 

Berdasarkan data Langit Biru Pertiwi, mayoritas sampah yang ditemukan di pesisir Pantai Tanjung Pasir adalah plastik sekali pakai dan sampah anorganik yang berasal dari aktivitas masyarakat pesisir dan juga wisatawan. 

Baca Juga:
Ratusan Motor Modifikasi Keluar Kandang Lintasi Kota Bogor


Sedangkan di Pulau Damar, 60-70% sampah yang berada di sana berupa sampah plastik sekali pakai seperti kantong plastik, botol minuman, dan kemasan makanan yang kemungkinan besar merupakan sampah kiriman.
 
Temuan tersebut menegaskan bahwa sampah plastik masih menjadi permasalahan utama di kawasan pesisir. Selaras dengan itu, survei AXA Future Risk Report 2025 menempatkan perubahan iklim sebagai risiko terbesar dalam kategori Emerging Risk, karena perubahan iklim memperkuat, mempercepat, dan memperbanyak risiko dari kesehatan hingga ekonomi global dan geopolitik. 
 
Hal ini dapat memperburuk kerentanan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan aksi kolaboratif dan berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan lingkungan dan masyarakat. Presiden Direktur AXA Financial Indonesia, Niharika Yadav mengatakan bahwa perubahan iklim menduduki risiko tertinggi dalam kategori Emerging Risk.
 
Tentu dibutuhkan langkah konkret dan kolaboratif untuk mengatasinya. Oleh karena itu, AFI melakukan aksi nyata untuk dapat mengurangi dampak perubahan iklim yang disebabkan oleh sampah plastik. 

Baca Juga:
Bocoran Terbaru Skema Insentif Motor dan Mobil Listrik


"Melalui inisiatif ini, Kami juga berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menjaga lingkungan, mendukung kesehatan, dan memperkuat literasi serta pemberdayaan finansial mereka. Kami berharap program ini dapat memberikan kontribusi berkelanjutan untuk menciptakan masa depan yang lebih aman dan sehat bagi masyarakat sekitar,” ujar Niharika Yadav.
 
Keseluruhan kegiatan ini berhasil melibatkan 151 karyawan sebagai relawan dan mengumpulkan lebih dari 946 kilogram sampah, yang sebagian besar merupakan plastik sekali pakai. Co-founder Langit Biru Pertiwi, Nadia Mulya mengapresiasi dukungan AXA Financial Indonesia dalam upaya mengatasi persoalan sampah laut. 
 
Kegiatan ini menunjukkan bahwa korporasi bisa mengambil peran dalam upaya pelestarian lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat pesisir melalui edukasi literasi finansial. Semoga kolaborasi seperti ini mendorong pemangku kepentingan lainnya agar bisa bergerak bersama menuju perubahan positif dan berkelanjutan seperti pengelolaan sampah yang lebih baik,” pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan