Penjualan mobil dengan diskon sangat besar, dianggap bisa merugikan dari sisi brand image. ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Penjualan mobil dengan diskon sangat besar, dianggap bisa merugikan dari sisi brand image. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Trik Diskon Besar, Tak Sehat untuk Produk Otomotif?

Otomotif mitsubishi penjualan mobil industri otomotif
Ahmad Garuda • 22 Januari 2019 16:59
Jakarta: Trik diskon besar biasanya banyak dilakukan para sales otomotif di momen-momen tertentu. Misalnya di momen akhir tahun atau menjelang lebaran. Apalagi kalau masyarakat sudah tahu akan ada produk baru yang akan meluncur tak lama lagi, maka produk di segmen yang sama biasanya melakukan potongan harga besar-besaran.
 
Hal itu terlihat untuk beberapa produk, terutama untuk segmen low MPV seperti Avanza di akhir 2018. Bahkan dari survei kecil-kecilan yang kami lakukan terhadap beberapa showroom dan penjualan di pusat-pusat perbelanjaan, diskon untuk Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia mencapai Rp40 juta.
 
Pertanyaannya, sehatkah untuk imbas ke depan seperti harga jual kembali dan brand image produk tersebut? Ini akan terjadi ketika pemilik mobil ingin menjualnya kembali.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Naoya Nakamura menegaskan bahwa kondisi ini tidak sehat untuk produk itu sendiri. Apalagi jika itu dilakukan setiap ada momentum seperti akhir tahun atau menjelang libur lebaran.
 
"Saya kira kami takkan melakukan hal yang seperti itu. Memberikan diskon sangat besar, sama saja tidak memikirkan kesinambungan brand image sebuah produk. Kami juga belum bisa bicara banyak soal ini, karena hingga sekarang Xpander masih inden. Tapi akan sangat merugikan jika ada sales yang melakukan itu," klaim Nakamura.
 
Produk yang mereka pasarkan yaitu Xpander, memang hingga saat ini masih menjalani daftar tunggu bagi mereka yang ingin memilikinya. Namun perlahan sudah mulai menurun, lantaran kapasitas produksi pabrik mereka tingkatkan secara perlahan. Kondisi ini pula yang membuat proses permintaannya tak begitu lama.
 
"Terpenting adalah menjaga kualitas produk hingga layanan purna jual yang memang memberikan kenyamanan bagi para konsumen. Misalnya tetap memberikan free maintenance dan komponen untuk servis rutin mobil hingga 50 ribu kilometer."
 
Toyota dalam momentum terpisah mengatakan bahwa pemberian potongan harga diserahkan ke masing-masing dealer besar mereka. Tetapi ada pembatasan soal besaran potongan harga yang tidak wajar.
 
Potongan harga yang besar dalam penjualan mobil, biasanya dilakukan tenaga penjual yang berafiliasi dengan perusahaan pembiayaan bahkan asuransi. Ini mereka lakukan agar produk cepat laris dan hitungan penjualan cukup besar. Namun imbasnya akan telak, jika potongannya terlalu besar.

 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif