medcom.id: Ketika beberapa pabrikan besar seperti Ford, BMW dan MINI mulai memproduksi kembali mobil bermesin 3 silinder, mungkin banyak yang mencibir. Tapi buktinya, mesin 3 silinder yang mereka ciptakan tidak seperti pesimisme banyak orang. Bahkan mobil-mobil yang mereka produksi tersebut punya banyak kelebihan ketimbang mobil bermesin 4 silinder dengan kapasitas mesin yang sama.
Contoh paling nyata bisa dibandingkan antara Ford Fiesta SFE 2014 1,0 liter dengan Daihatsu Charade 1,0 liter yang dijual antara tahun 1988 hingga tahun 1992. Keduanya mengaplikasi mesin 3 silinder dan perbedaan keduanya terlihat sangat signifikan. Daihatsu Charade 1,0 liter hanya mampu menghasilkan 53 daya kuda dan butuh 15 detik untuk mencapai 100 km per jam dari titik diam.
Sementara Ford Fiesta SFE 1,0 liter mampu menyemburkan tenaga sebesar 123 daya kuda. Ford Fiesta SFE bisa mencapai 100 km per jam dalam waktu 8 detik dari titik diam. Berdasarkan hasil ini, sangat terlihat bahwa perkembangan mesin 3 silinder sudah menyamai performa mesin 4 silinder. Pun demikian dengan ragam keistimewaan yang terdapat di mobil tersebut.
Mesin dengan 3 silinder, akan mengurangi bobot mesin itu sendiri ketimbang mesin dengan 4 silinder. Hal ini akan berdampak pada handling dan pengereman. Artinya semakin ringan bobot mobil, semakin stabil sisi handling dan pengereman yang bisa didapat pengendara. Di mana terdapat 20 bagian yang dihilangkan dari mesin 4 silinder.
Hal kedua adalah demi alasan safety, lantaran mobil-mobil bermesin 3 silinder modelnya sangat kompak. Ada spasi buat meningkatkan keamanan pengendara, jika terjadi tabrakan dari depan. Ini bisa terjadi karena dimensi mesin mengecil, sementara ruang yang tersedia di bagian dalam kap mesin semakin besar.
Kemudian yang terpenting adalah mesin ini bisa di setup menjadi mesin yang sangat ramah lingkungan. Satu-satunya hal yang belum bisa diprediksi adalah penerimaan publik pada mesin jenis ini. Tapi Dave Sullivan selaku AutoPacific Analyst, tidak pernah pesimis tentang hal itu. Toh semuanya hanya masalah waktu dan pembuktian.
"Sebenarnya kita hanya bicara tentang persepsi orang. Jika mesin 3 silinder terdengar buruk, maka orang akan berpikir bahwa ada yang salah pada produk tersebut. Tapi jika mobilnya powerfull dan halus ketika digunakan bersama keluarga, saya rasa tidak akan ada respon negatif pada produk ini," papar Dave.
medcom.id: Ketika beberapa pabrikan besar seperti Ford, BMW dan MINI mulai memproduksi kembali mobil bermesin 3 silinder, mungkin banyak yang mencibir. Tapi buktinya, mesin 3 silinder yang mereka ciptakan tidak seperti pesimisme banyak orang. Bahkan mobil-mobil yang mereka produksi tersebut punya banyak kelebihan ketimbang mobil bermesin 4 silinder dengan kapasitas mesin yang sama.
Contoh paling nyata bisa dibandingkan antara Ford Fiesta SFE 2014 1,0 liter dengan Daihatsu Charade 1,0 liter yang dijual antara tahun 1988 hingga tahun 1992. Keduanya mengaplikasi mesin 3 silinder dan perbedaan keduanya terlihat sangat signifikan. Daihatsu Charade 1,0 liter hanya mampu menghasilkan 53 daya kuda dan butuh 15 detik untuk mencapai 100 km per jam dari titik diam.
Sementara Ford Fiesta SFE 1,0 liter mampu menyemburkan tenaga sebesar 123 daya kuda. Ford Fiesta SFE bisa mencapai 100 km per jam dalam waktu 8 detik dari titik diam. Berdasarkan hasil ini, sangat terlihat bahwa perkembangan mesin 3 silinder sudah menyamai performa mesin 4 silinder. Pun demikian dengan ragam keistimewaan yang terdapat di mobil tersebut.
Mesin dengan 3 silinder, akan mengurangi bobot mesin itu sendiri ketimbang mesin dengan 4 silinder. Hal ini akan berdampak pada handling dan pengereman. Artinya semakin ringan bobot mobil, semakin stabil sisi
handling dan pengereman yang bisa didapat pengendara. Di mana terdapat 20 bagian yang dihilangkan dari mesin 4 silinder.
Hal kedua adalah demi alasan
safety, lantaran mobil-mobil bermesin 3 silinder modelnya sangat kompak. Ada spasi buat meningkatkan keamanan pengendara, jika terjadi tabrakan dari depan. Ini bisa terjadi karena dimensi mesin mengecil, sementara ruang yang tersedia di bagian dalam kap mesin semakin besar.
Kemudian yang terpenting adalah mesin ini bisa di
setup menjadi mesin yang sangat ramah lingkungan. Satu-satunya hal yang belum bisa diprediksi adalah penerimaan publik pada mesin jenis ini. Tapi Dave Sullivan selaku
AutoPacific Analyst, tidak pernah pesimis tentang hal itu. Toh semuanya hanya masalah waktu dan pembuktian.
"Sebenarnya kita hanya bicara tentang persepsi orang. Jika mesin 3 silinder terdengar buruk, maka orang akan berpikir bahwa ada yang salah pada produk tersebut. Tapi jika mobilnya
powerfull dan halus ketika digunakan bersama keluarga, saya rasa tidak akan ada respon negatif pada produk ini," papar Dave.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)