medcom.id, Jakarta: Hari ini Senin 25 Januari, Ford Motor Indonesia (FMI) secara resmi mengumumkan penarikan diri mereka dari Indonesia dan juga Jepang. Hal ini diumumkan langsung oleh Bagus Susanto selaku Managing Director FMI.
"Hari ini kami telah mengumumkan keputusan bisnis yang sulit untuk mundur dari seluruh operasi kami di Indonesia pada paruh kedua tahun ini. Hal ini termasuk menutup dealership Ford dan menghentikan penjualan dan impor resmi semua kendaraan Ford," ujar Bagus melalui website resmi Ford Motor Indonesia.
Sesaat setelah pengumuman tersebut, banyak pengguna mobil Ford yang beranggapan bahwa ini adalah keputusan emosional saja. Mengingat penjualan mobil asal Amerika itu juga lumayan. Namun anggapan lumayan ini sebenarnya tak cukup. Mengingat data penjualan mobil tahun lalu, Ford hanya meraih 0,6 persen dari total penjualan mobil secara nasional.
Bagus Susanto yang diharapkan memberi keterangan tentang ini pun sudah tak bisa dikontak sesaat setelah pengumuman keluar. Namun Lea Kartika selaku Communication Director FMI, memberikan keterangan bahwa hal itu memang benar adanya. Artinya ini bukan keputusan emosional belaka. Apalagi yang diucapkan Lea sama persis dengan keterangan Presiden Ford Motor Asia Pasifik Dave Schoch melalui surat elektronik.
"Ini memang sudah keputusan Ford Global. Juga jadi bentuk perbaikan strategi bisnis secara menyeluruh. Penjualan mobil Ford di Indonesia memang tidak begitu efektif, apalagi memang tidak ada senjata di segmen andalan seperti MPV," beber Lea.
Dari total angka penjualan mobil di 2015 yaitu sedikit di atas 1 juta unit (dari data GAIKINDO), FMI hanya menjual 6.013 mobil. Gambaran ini sudah menjadi bukti bahwa dengan angka penjualan seperti itu dengan jaringan operasional yang cukup luas, tak menutup biaya operasional dan tak menjamin keberlangsungan perusahaan. Sehingga menutup perusahaan adalah jalan terbaik.
medcom.id, Jakarta: Hari ini Senin 25 Januari, Ford Motor Indonesia (FMI) secara resmi mengumumkan penarikan diri mereka dari Indonesia dan juga Jepang. Hal ini diumumkan langsung oleh Bagus Susanto selaku Managing Director FMI.
"Hari ini kami telah mengumumkan keputusan bisnis yang sulit untuk mundur dari seluruh operasi kami di Indonesia pada paruh kedua tahun ini. Hal ini termasuk menutup
dealership Ford dan menghentikan penjualan dan impor resmi semua kendaraan Ford," ujar Bagus melalui website resmi Ford Motor Indonesia.
Sesaat setelah pengumuman tersebut, banyak pengguna mobil Ford yang beranggapan bahwa ini adalah keputusan emosional saja. Mengingat penjualan mobil asal Amerika itu juga lumayan. Namun anggapan lumayan ini sebenarnya tak cukup. Mengingat data penjualan mobil tahun lalu, Ford hanya meraih 0,6 persen dari total penjualan mobil secara nasional.
Bagus Susanto yang diharapkan memberi keterangan tentang ini pun sudah tak bisa dikontak sesaat setelah pengumuman keluar. Namun Lea Kartika selaku Communication Director FMI, memberikan keterangan bahwa hal itu memang benar adanya. Artinya ini bukan keputusan emosional belaka. Apalagi yang diucapkan Lea sama persis dengan keterangan Presiden Ford Motor Asia Pasifik Dave Schoch melalui surat elektronik.
"Ini memang sudah keputusan Ford Global. Juga jadi bentuk perbaikan strategi bisnis secara menyeluruh. Penjualan mobil Ford di Indonesia memang tidak begitu efektif, apalagi memang tidak ada senjata di segmen andalan seperti MPV," beber Lea.
Dari total angka penjualan mobil di 2015 yaitu sedikit di atas 1 juta unit (dari data GAIKINDO), FMI hanya menjual 6.013 mobil. Gambaran ini sudah menjadi bukti bahwa dengan angka penjualan seperti itu dengan jaringan operasional yang cukup luas, tak menutup biaya operasional dan tak menjamin keberlangsungan perusahaan. Sehingga menutup perusahaan adalah jalan terbaik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)