GM mulai mematenkan teknologi aerokit yang dapat membantu mengontrol laju mobil saat mengalami insiden aquaplaning. GM
GM mulai mematenkan teknologi aerokit yang dapat membantu mengontrol laju mobil saat mengalami insiden aquaplaning. GM

Teknologi Otomotif

GM Punya Teknologi Baru Melawan hydroplaning, Mulai Dipatenkan

Ekawan Raharja • 27 September 2022 10:00

Detroit: Aquaplaning atau hydroplaning kerap dialami oleh para pengemudi kendaraan bermotor kala melewati genangan air di saat hujan. General Motors (GM) mencoba mengatasi kondisi tersebut dengan membuat sebuah teknologi baru yang bisa mengontrol ban kala menghadapi aquaplaning.
 
Pabrikan asal Amerika Serikat tersebut mulai mematenkan teknologi aerokit yang dapat membantu mengontrol laju mobil saat mengalami insiden tersebut. Paten mereka yang bernama Control of Vehicle Aerodynamics Force for Hydroplaning Mitigation merinci cara untuk mengontrol mobil yang terkena hydroplaning dengan memanfaatkan aerodinamis.
 
"Elemen bantuan aerodinamis yang dapat disetel dapat berupa spoiler dengan posisi yang dapat disetel, splitter dengan posisi yang dapat disetel, air dam yang dapat diperpanjang, diffuser dengan posisi yang dapat disesuaikan, dive-plan yang dapat disesuaikan, front wheel radiator intake atau exhaust opening, dan variable-position shutter," tulis pernyataan General Motors dalam desain paten tersebut.
 
Penjelasan tersebut menunjukan bahwa aliran udara di sekitar mobil dapat digunakan untuk mencoba dan mengendalikan kondisi mobil. Namun untuk memanfaatkan aliran angin itu membutuhkan perangkat aerodinamis seperti wing dan splitter.
 
Antisipasi dilakukan melalui sensor yang mendeteksi hydroplaning, kemudian data yang dikumpulkan dari berbagai sumber, sensor kecepatan roda kendaraan, dan data tekanan rem disebutkan secara eksplisit. Jika data menjelaskan mobil mengalami hydroplaning, itu akan menggerakkan perangkat aerodinamis ke posisi di mana ia menerapkan downforce.
 
Hasilnya, hal tersebut akan menekan ban yang tadi tidak menapak untuk kembali mendapatkan grip dan mengembalikan mobil ke dalam keadaan yang bisa dikendalikan oleh pengemudi.
 
Sebagai informasi, aquaplaning merupakan kondisi ban terangkat dari aspal saat melewati genangan air. Efeknya, ban mobil kehilangan traksi dan laju kendaraan tidak stabil.
 
Hal ini terjadi karena genangan air terlalu tebal berpadu dengan kecepatan mobil yang terlalu tinggi. Sehingga buangan air dari ulir ban tak bisa menampung banyaknya air yang dilindasnya.
 
Ban terangkat dari permukaan jalan atau hilang grip lantaran jalan yang tergenang air. Saat ban berputar, dan alur ban tidak bisa membuang air dengan baik, maka air akan berkumpul di bawah ban. Alhasil ban jadi terangkat oleh air dan kehilangan gripnya.

 


 
(ERA)




LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif