Ban ini menggunakan teknologi C.A.R.E.. Continental
Ban ini menggunakan teknologi C.A.R.E.. Continental

Teknologi Otomotif

Ban Canggih Ini Bisa Mengisi Angin Sendiri

Otomotif teknologi otomotif komponen otomotif ban mobil
Ekawan Raharja • 25 September 2019 15:39
Frankfurt: Continental menunjukan kapabilitasnya sebagai produsen ban kelas dunia dengan menghadirkan konsep ban yang bisa menjaga kondsinya sendiri. Bahkan ban ini mampu mengisi air secara mandiri jika dirasakan tekanan di dalamnya berkurang.
 
Perusahaan ban asal Jerman ini menggunakan pompa sentrifugal yang terintegrasi di dalam ban konsep ini untuk mengatur tekanan angin sesuai dengan kebutuhannya. Pompa tersebut menggunakan kekuatan putaran dari roda untuk meningkatkan tekanan dan menjaganya tetap pada standar yang direkomendasikan oleh pabrikan.
 
Selain itu ban ini memiliki kemampuan untuk memonitor kondisi dan tekanan angin ketika berjalan, kedalaman tapak karet, serta integritas ban. Continental menyebut teknologi terbaru mereka ini adalah C.A.R.E yang merupakan singkatan dari Connected, Autonomous, Reliable, Electrified.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Semua data yang dimiliki oleh C.A.R.E bisa terkoneksi kepada kendaraan agar bisa menjaga kondisi kendaraan tetap dalam kondisi maksimal. Ban ini akan sangat cocok sekali untuk kendaraan listrik dan otonom yang memiliki konektivitas tinggi.
 
Selain untuk menjaga efisiensi, Continental melihat potensi menggunakan teknologi pemantauan dan pengaturan tekanan angin otomatis untuk meningkatkan performa kendaraan. Teknologi PressureBost menggunakan udara untuk membuat ban cepat beradaptasi diberagam kondisi gaya mengemudi.
 
Continental mengembangkan teknologi ini tidak terlepas dari kepedulian mereka terhadap lingkungan. Selain menyoal keselamatan berkendara, tekanan angin ban berpengaruh kepada efisiensi bahan bakar kendaraan.
 
Berdasarkan studi, ban yang kurang tekanan sebanyak 7,5 psi (0,51 bar) dapat membuat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) pada kendaraan lebih boros 2,8 persen. Bahkan riset juga menunjukkan bahwa 25 persen mobil di jalan raya termasuk ke dalam mobil yang tekanan anginnya tidak sesuai.
 
(UDA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif