Ajang balap gymkhana menggunakan mobil dengan mesin standar, jadi trik marketing CARfix di dunia perbengkelan. CARfix
Ajang balap gymkhana menggunakan mobil dengan mesin standar, jadi trik marketing CARfix di dunia perbengkelan. CARfix

Bengkel Mobil

Paten di Bengkel Umum, CARfix Ogah Main Bengkel Balap

Otomotif bengkel mobil
Ahmad Garuda • 04 April 2019 18:16
Jakarta: Punya tim balap slalom dan gymkhana, bisa diasumsikan bahwa bengkel tersebut juga punya skill untuk melakukan tuning mobil untuk mendapatkan performa tinggi. Bagi bengkel umum lainnya, mungkin mereka akan melayani hal tersebut, namun bagi CARfix, mereka tetap fokus ke bengkel umum.
 
Menurut keterangan yang dari Managing Director PT Meka Adipratama, Widijarto saat pembukaan jaringan mereka di Ciputat-Jakarta Selatan pada Kamis (4/4/2019), bahwa mereka tak akan lari dari core-business mereka saat ini. Meski juga semakin konsisten di ajang balap gymkhana atau slalom, namun itu bukan target besar mereka.
 
"Kalau urusan punya tim balap dan berkiprah di ajang balap, secara bisnis perbengkelan ini mungkin tidak berkaitan langsung secara teknis. Toh kami juga tidak akan membuka layanan khusus untuk tune-up performa atau menyediakan performance kit. Tapi lebih ke bengkel umum untuk penggunaan mobil secara harian."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Widijarto menegaskan bahwa hingga saat ini, mereka belum punya rencana untuk membuka bengkel khusus untuk tune-up performa untuk keperluan balap. Tapi keperluan tune-up mesin untuk keperluan performa harian, justru jadi item utama mereka.
 
"Justru itu jadi inti pelayanan kami. Berikut dengan perbaikan hal-hal teknis yang berkaitan dengan berjalannya sebuah mobil. Misalnya mesin, transmisi, radiator, pendingin kabin, ban, velg hingga pelumas. Tapi yang berkaitan dengan bodi mobil belum jadi fokus bengkel ini."
 
Ia juga menegaskan bahwa hubungan mereka dengan dunia balap gymkhana itu, hanya sebagai bentuk dari strategi pemasaran dan periklanan brand mereka. Apalagi kelas balap yang diikuti memang bukan yang free for all. Melainkan kelas balap mobil standar yang sangat minim perubahan.
 
Widi menjelaskan bahwa dengan mobil standar seperti ini pun mereka bisa menunjukkan prestasi. Karena tujuannya memang bukan untuk tujuan kebut-kebutan. Tapi lebih ke pembuktian performa mobil standar yang sudah di-tune-up terlebih dahulu.
 
Namun beberapa bengkel mobil umum seperti ABM Motorsport, justru menjadi besar dari komitmen mereka di ajang balap. Bahkan di balap nasional, mereka cukup konsisten namun tak mengabaikan konsumen mereka yang hanya ingin melakukan tune-up harian saja.
 
(UDA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif