DKI Jakarta: Direktur Taksi Green SM, Denny Gunawan, menyampaikan pihaknya menyambut baik rencana kolaborasi dengan Korlantas Polri untuk meningkatkan keselamatan dan tata kelola transportasi. Ia juga menyampaikan simpati atas insiden yang terjadi dan memastikan perusahaan telah mengambil langkah awal, termasuk menghubungi korban.
“Di saat yang sama kami turut simpati atas kejadian yang berlangsung. Kami juga sudah melakukan beberapa langkah, salah satunya menghubungi korban, terlepas dari proses investigasi yang berjalan,” kata Denny dikutip dari Korlantas Polri.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan, terutama dalam pembinaan pengemudi. Pihaknya tengah menyiapkan program pelatihan ulang untuk membangun budaya keselamatan sebagai prioritas utama.
“Kami melihat masih ada area yang bisa ditingkatkan, seperti pelatihan kembali. Bagaimana membangun budaya agar driver menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama,” ujarnya.
Baca Juga:
Bocoran Terbaru Skema Insentif Motor dan Mobil Listrik
Menurutnya, pelaksanaan pelatihan selama ini masih menghadapi sejumlah kendala. Karena itu, kolaborasi dengan Korlantas diharapkan dapat menghadirkan edukasi yang lebih efektif dan terstandar bagi para pengemudi.
“Dengan kolaborasi ini kami berharap edukasi dari pihak yang berkompeten bisa menjadi tolok ukur bagi driver untuk tidak mengulangi pelanggaran,” tambahnya.
Ke depan, Taksi Green SM memastikan akan melibatkan jajaran lalu lintas dalam program pelatihan pengemudi, termasuk saat pengembangan jumlah armada. Kolaborasi ini diharapkan menjadi model sinergi antara Korlantas Polri dan perusahaan transportasi dalam meningkatkan keselamatan, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan angkutan umum.
Belakang di sosial media banyak berseliweran video taksi Green SM yang melanggar lalu lintas sampai terlibat kecelakaan. Salah satu yang cukup disorot masyarakat adalah kecelakaan kereta dengan taksi Green SM yang mogok diperlintasan kereta api di dekat Stasiun Bekasi pada Senin (27/4/2026).
DKI Jakarta: Direktur Taksi
Green SM, Denny Gunawan, menyampaikan pihaknya menyambut baik rencana kolaborasi dengan
Korlantas Polri untuk meningkatkan keselamatan dan tata kelola transportasi. Ia juga menyampaikan simpati atas insiden yang terjadi dan memastikan perusahaan telah mengambil langkah awal, termasuk menghubungi korban.
“Di saat yang sama kami turut simpati atas kejadian yang berlangsung. Kami juga sudah melakukan beberapa langkah, salah satunya menghubungi korban, terlepas dari proses investigasi yang berjalan,” kata Denny dikutip dari Korlantas Polri.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan, terutama dalam pembinaan pengemudi. Pihaknya tengah menyiapkan program pelatihan ulang untuk membangun budaya keselamatan sebagai prioritas utama.
“Kami melihat masih ada area yang bisa ditingkatkan, seperti pelatihan kembali. Bagaimana membangun budaya agar driver menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama,” ujarnya.
Menurutnya, pelaksanaan pelatihan selama ini masih menghadapi sejumlah kendala. Karena itu, kolaborasi dengan Korlantas diharapkan dapat menghadirkan edukasi yang lebih efektif dan terstandar bagi para pengemudi.
“Dengan kolaborasi ini kami berharap edukasi dari pihak yang berkompeten bisa menjadi tolok ukur bagi driver untuk tidak mengulangi pelanggaran,” tambahnya.
Ke depan, Taksi Green SM memastikan akan melibatkan jajaran lalu lintas dalam program pelatihan pengemudi, termasuk saat pengembangan jumlah armada. Kolaborasi ini diharapkan menjadi model sinergi antara Korlantas Polri dan perusahaan transportasi dalam meningkatkan keselamatan, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan angkutan umum.
Belakang di sosial media banyak berseliweran video taksi Green SM yang melanggar lalu lintas sampai terlibat kecelakaan. Salah satu yang cukup disorot masyarakat adalah
kecelakaan kereta dengan taksi Green SM yang mogok diperlintasan kereta api di dekat Stasiun Bekasi pada Senin (27/4/2026). Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)