Jakarta: PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mencatat pangsa pasar sebesar 26,1 persen di segmen kendaraan komersial hingga Agustus 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun, pasar kendaraan komersial pada Januari-Agustus 2026 mencapai 71.759 unit. Angka tersebut meningkat 36,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 52.430 unit.
Business Solutions Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Anjar Rosjadi, mengatakan kendaraan komersial masih memiliki peran dalam aktivitas ekonomi, meski kondisi ekonomi menghadapi sejumlah tantangan.
“Ini menunjukkan kendaraan komersial memiliki peran yang sangat penting dalam menggerakkan aktivitas ekonomi, mulai dari distribusi, logistik, hingga berbagai sektor usaha lainnya,” ungkap Anjar.
Menurutnya, pertimbangan konsumen dalam memilih kendaraan komersial kini tidak hanya berkaitan dengan spesifikasi dan harga. Faktor seperti biaya operasional per kilometer, kapasitas muatan, konsumsi bahan bakar, uptime, waktu pengembalian investasi atau ROI, nilai jual kembali, serta layanan purna jual turut menjadi pertimbangan.
Baca Juga :
Para Pengusaha Borong 1.180 Unit Isuzu di GIIAS 2026
“Persaingan kendaraan komersial saat ini tidak lagi hanya berbicara mengenai siapa yang memiliki produk dengan spesifikasi terbaik atau harga yang paling kompetitif. Pelanggan membutuhkan partner yang memahami bisnis mereka. Karena itu, Isuzu terus memperkuat pendekatan yang berorientasi pada total cost of ownership, uptime, nilai jual kembali, durability, serta dukungan jaringan layanan purna jual,” sambung Anjar Rosjadi.
Perkuat Layanan Purna Jual
Uptime menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam operasional kendaraan komersial karena waktu kendaraan tidak beroperasi dapat memengaruhi aktivitas bisnis pelanggan.
Untuk mendukung operasional pelanggan, Isuzu memiliki jaringan outlet 2S dan 3S di 130 titik. Ketersediaan suku cadang juga didukung lebih dari 2.100 part shop dan empat Isuzu Parts Depo.
Layanan purna jual tersebut turut didukung teknisi dan mekanik, serta layanan digital seperti Isuzu Link dan MyIsuzuID.
“Bagi Isuzu, nilai yang kami berikan tidak berhenti pada saat Isuzu Partner membeli kendaraan.
“Kami ingin membantu pelanggan meningkatkan produktivitas dan memaksimalkan uptime kendaraan mereka. Untuk itu, kami membangun ekosistem customer care yang mencakup berbagai touchpoint, mulai dari Isuzu Outlet, Isuzu Link, MyIsuzuID, Contact Center, Part Shop, Parts Depo, hingga dukungan mekanik dan layanan after sales lainnya," jelas Anjar.
Produksi 300 ribu unit
Di sektor manufaktur, Isuzu Karawang Plant (IKP) telah mencapai produksi 300.000 unit. Fasilitas tersebut juga memproduksi UD Trucks sebagai bagian dari ekosistem global Isuzu.
Kontribusi manufaktur juga tercermin dari tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sejumlah kendaraan komersial. Isuzu TRAGA memiliki TKDN 46,45 persen, Isuzu ELF 33,04 persen, dan Isuzu GIGA 38,07 persen.
Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, Isuzu telah mengekspor lebih dari 4.000 unit kendaraan ke 25 negara.
“Pada bulan Juli kemarin, kami merayakan satu milestone penting, yaitu produksi kendaraan Isuzu ke-300.000 di Isuzu Karawang Plant. Bagi kami, ini bukan hanya pencapaian produksi tetapi merupakan bagian dari perjalanan panjang Isuzu dalam membangun kemampuan manufaktur di Indonesia sejak 1 dekade Isuzu Karawang Plant berdiri,” tutup Anjar.
Jakarta: PT
Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mencatat pangsa pasar sebesar 26,1 persen di segmen
kendaraan komersial hingga Agustus 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun, pasar kendaraan komersial pada Januari-Agustus 2026 mencapai 71.759 unit. Angka tersebut meningkat 36,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 52.430 unit.
Business Solutions Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Anjar Rosjadi, mengatakan kendaraan komersial masih memiliki peran dalam aktivitas ekonomi, meski kondisi ekonomi menghadapi sejumlah tantangan.
“Ini menunjukkan kendaraan komersial memiliki peran yang sangat penting dalam menggerakkan aktivitas ekonomi, mulai dari distribusi, logistik, hingga berbagai sektor usaha lainnya,” ungkap Anjar.
Menurutnya, pertimbangan konsumen dalam memilih kendaraan komersial kini tidak hanya berkaitan dengan spesifikasi dan harga. Faktor seperti biaya operasional per kilometer, kapasitas muatan, konsumsi bahan bakar, uptime, waktu pengembalian investasi atau ROI, nilai jual kembali, serta layanan purna jual turut menjadi pertimbangan.
“Persaingan kendaraan komersial saat ini tidak lagi hanya berbicara mengenai siapa yang memiliki produk dengan spesifikasi terbaik atau harga yang paling kompetitif. Pelanggan membutuhkan partner yang memahami bisnis mereka. Karena itu, Isuzu terus memperkuat pendekatan yang berorientasi pada total cost of ownership, uptime, nilai jual kembali, durability, serta dukungan jaringan layanan purna jual,” sambung Anjar Rosjadi.
Perkuat Layanan Purna Jual
Uptime menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam operasional kendaraan komersial karena waktu kendaraan tidak beroperasi dapat memengaruhi aktivitas bisnis pelanggan.
Untuk mendukung operasional pelanggan, Isuzu memiliki jaringan outlet 2S dan 3S di 130 titik. Ketersediaan suku cadang juga didukung lebih dari 2.100 part shop dan empat Isuzu Parts Depo.
Layanan purna jual tersebut turut didukung teknisi dan mekanik, serta layanan digital seperti Isuzu Link dan MyIsuzuID.
“Bagi Isuzu, nilai yang kami berikan tidak berhenti pada saat Isuzu Partner membeli kendaraan.
“Kami ingin membantu pelanggan meningkatkan produktivitas dan memaksimalkan uptime kendaraan mereka. Untuk itu, kami membangun ekosistem customer care yang mencakup berbagai touchpoint, mulai dari Isuzu Outlet, Isuzu Link, MyIsuzuID, Contact Center, Part Shop, Parts Depo, hingga dukungan mekanik dan layanan after sales lainnya," jelas Anjar.
Produksi 300 ribu unit
Di sektor manufaktur, Isuzu Karawang Plant (IKP) telah mencapai produksi 300.000 unit. Fasilitas tersebut juga memproduksi UD Trucks sebagai bagian dari ekosistem global Isuzu.
Kontribusi manufaktur juga tercermin dari tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sejumlah kendaraan komersial. Isuzu TRAGA memiliki TKDN 46,45 persen, Isuzu ELF 33,04 persen, dan Isuzu GIGA 38,07 persen.
Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, Isuzu telah mengekspor lebih dari 4.000 unit kendaraan ke 25 negara.
“Pada bulan Juli kemarin, kami merayakan satu milestone penting, yaitu produksi kendaraan Isuzu ke-300.000 di Isuzu Karawang Plant. Bagi kami, ini bukan hanya pencapaian produksi tetapi merupakan bagian dari perjalanan panjang Isuzu dalam membangun kemampuan manufaktur di Indonesia sejak 1 dekade Isuzu Karawang Plant berdiri,” tutup Anjar.
(PRI)