Jaecoo J8 SHS-P. Jaecoo
Jaecoo J8 SHS-P. Jaecoo

Memahami Perbedaan HEV dan PHEV, Serupa Tapi Tak Sama

Ekawan Raharja • 10 Maret 2026 16:33
Ringkasnya gini..
  • Tren kendaraan elektrifikasi membuat konsumen Indonesia dihadapkan pada pilihan teknologi hybrid seperti HEV dan PHEV.
  • Kedua teknologi tersebut sama-sama menggunakan mesin bensin dan motor listrik, namun memiliki sistem kerja dan pengisian baterai berbeda.
  • Memahami karakteristik HEV dan PHEV dinilai penting agar konsumen dapat memilih kendaraan sesuai kebutuhan mobilitas.
Jakarta: Perkembangan kendaraan elektrifikasi di industri otomotif nasional terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Seiring dengan tren tersebut, konsumen di Indonesia kini dihadapkan pada berbagai pilihan kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV), termasuk teknologi Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
 
Meski sama-sama berada dalam kategori kendaraan hybrid, kedua teknologi tersebut memiliki karakteristik serta cara kerja yang berbeda. Business Unit Director Jaecoo Indonesia, Jim Ma, menjelaskan HEV dan PHEV memang sama-sama memanfaatkan dua sumber tenaga namun memiliki pendekatan teknologi yang berbeda.
 
“HEV merupakan kendaraan yang memiliki dua sumber tenaga, yaitu mesin bensin dan daya listrik namun baterainya tidak dapat diisi melalui colokan eksternal. Sedangkan PHEV juga menggabungkan dua sumber tenaga, yakni mesin konvensional dan motor listrik dari baterai, namun baterainya dapat diisi melalui sumber listrik eksternal sehingga kendaraan dapat beroperasi sebagai mobil listrik maupun mobil konvensional,” papar Jim Ma melalui keterangan resminya.

HEV: Dua Sumber Tenaga dengan Baterai Terisi Otomatis

Pada kendaraan Hybrid Electric Vehicle (HEV), sistem hybrid dirancang untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar tanpa mengubah kebiasaan berkendara secara signifikan. Beberapa karakteristik utama HEV antara lain:

Baca Juga:
Tips Beli Mobil Bekas untuk Mudik Lebaran 2026

1. Baterai Terisi Otomatis Tanpa Colokan Listrik

Energi listrik pada baterai akan terisi secara otomatis melalui mesin bensin serta sistem regenerative braking, yaitu proses pengisian ulang energi saat kendaraan melakukan pengereman. Kapasitas baterai pada kendaraan HEV umumnya relatif kecil, sekitar 1–2 kWh, sehingga tidak dirancang untuk menerima pengisian daya dari sumber listrik eksternal.

2. Kerja Mesin dan Motor Listrik Bergantian

Motor listrik biasanya bekerja pada kecepatan rendah atau saat kondisi lalu lintas padat. Sementara itu, mesin bensin akan mengambil alih ketika kendaraan membutuhkan tenaga lebih besar, seperti saat melaju di jalan tol atau ketika menanjak.

3. Lebih Hemat Bahan Bakar dan Praktis Digunakan

Dengan sistem tersebut, kendaraan HEV dikenal mampu meningkatkan efisiensi bahan bakar dibandingkan mobil konvensional. Selain itu, karena tidak membutuhkan pengisian daya eksternal, kendaraan ini tetap praktis digunakan bahkan di wilayah yang belum memiliki infrastruktur pengisian listrik yang memadai.

PHEV: Jangkauan EV Murni Lebih Jauh

Sementara itu, PHEV menawarkan pendekatan berbeda dengan baterai yang dapat diisi melalui sumber listrik eksternal. Berikut beberapa karakteristik utama teknologi PHEV:

1. Baterai Dapat Diisi Melalui Charger Eksternal

Pengisian daya dapat dilakukan melalui home charging maupun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Berbeda dengan HEV, kendaraan PHEV menggunakan baterai berkapasitas lebih besar sehingga dirancang untuk menerima pengisian daya dari sumber listrik eksternal.

Baca Juga:
Produksi Jaecoo J5 EV Dipercepat, Target 10.000 Unit Sebelum Lebaran

2. Mode Listrik Murni untuk Perjalanan Harian

Dengan kapasitas baterai yang lebih besar, kendaraan PHEV memungkinkan pengguna berkendara menggunakan mode listrik murni untuk jarak tertentu sebelum mesin bensin mulai bekerja.

3. Fleksibel untuk Perjalanan Jarak Jauh

Jika daya baterai habis, kendaraan tetap dapat beroperasi seperti mobil hybrid biasa dengan memanfaatkan mesin bensin. Fleksibilitas ini membuat PHEV dapat digunakan baik untuk mobilitas harian maupun perjalanan jarak jauh.

“Ketika konsumen sudah mengetahui perbedaan mendasar dari cara kerja dan keunggulan masing-masing sistem, langkah selanjutnya adalah menyesuaikan pilihan tersebut dengan kebutuhan mobilitas harian mereka,” ungkap Jim Ma.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan