Jakarta - Kecelakaan kereta dengan taksi Green SM yang mogok diperlintasan kereta di dekat Stasiun Bekasi pada Senin (27/4/2026), memang tak disangka jadi petaka besar industri transportasi Indonesia. Lantaran mengakibatkan kereta dari arah belakang malah menabrak KRL.
Bukan hanya di momentum ini. Yap, terlalu banyak insiden yang melibatkan taksi ijo ini. Lalu apa yang dengan taksi Green SM? Sederet fakta kecelakaan yang melibatkan taksi ijo ini, memang cukup miris.
Lantaran taksi ini adalah yang pertama menggunakan unit mobil listrik dengan segala teknologi terbarunya. Namun apa hendak dikata, ternyata kecelakaan demi kecelakaan cukup banyak melibatkan taksi yang menggunakan mobil dari VinFast ini.
Dari beberapa obrolan dengan pihak terkait seperti penumpang, sopir hingga rekanan dari taksi Green SM ini, bahwa banyak hal janggal yang mereka rasakan. Mulai dari kondisi kendaraan, hingga skill driver yang terbilang tak siap untuk mengemudikan jenis mobil listrik.
Baca Juga:
Pentingnya Mitigasi Kendaraan Mogok di Perlintasan Kereta, Khususnya Mobil Listrik
Pererekrutan Driver
Dari pengakuan beberapa driver sendiri, ketika tim Medcom.id coba untuk melakukan obrolan-obrolan seputar perekrutan dan lainnya, prosesnya di awal tidak terlalu ketat. "Kalau sopir tersebut pernah jadi driver di taksi BlueBird, maka secara otomatis tanpa tes, akan langsung diterima dan mendapatkan unit," ujar driver yang tak ingin disebut namanya itu.
Padahal, setiap driver belum tentu paham dengan perilaku berkendara dengan mobil listrik yang notabene punya karakter jauh berbeda dengan mobil bensin. Apalagi untuk membawa penumpang, tentu ini jadi sangat berisiko.
Karakter Mobil Listrik
Beberapa driver juga mengaku bahwa ketika bergabung dengan Green SM, baru saat itu juga Ia memegang unit mobil listrik. Sehingga hal ini bisa dibilang cukup berbahaya lantaran selain perbedaan karakter antara mobil listrik dengan mobil berbahan bakar, juga penting untuk tahu mengaplikasikan ragam fitur yang biasanya tak terdapat di unit mobil ICE.
Mobil listrik sangat minim getaran, torsi hampir dua kali lebih besar dari mobil biasa dan bisa dibilang tanpa suara. Sehingga ketika ada sopir yang benar-benar tidak paham hal ini, mobil bisa melaju sendiri tanpa terasa.
Baca Juga:
Pilihan Mobil Listrik di Bawah Rp200 Juta
Belum lagi soal ragam fitur ADAS yang beberapa di antaranya cukup berbahaya jika tidak disesuaikan dengan kondisi di Indonesia. Mengingat fitur-fitur ini memang bekerja secara otomatis atau jadi fitur default. Jika sopir tidak selalu dalam kondisi siap, maka ini bisa jadi bencana buat pengguna jalan lain.
Jakarta - Kecelakaan kereta dengan taksi
Green SM yang
mogok diperlintasan kereta di dekat Stasiun Bekasi pada Senin (27/4/2026), memang tak disangka jadi petaka besar industri transportasi Indonesia. Lantaran mengakibatkan kereta dari arah belakang malah menabrak KRL.
Bukan hanya di momentum ini. Yap, terlalu banyak insiden yang melibatkan taksi ijo ini. Lalu apa yang dengan taksi Green SM? Sederet fakta kecelakaan yang melibatkan taksi ijo ini, memang cukup miris.
Lantaran taksi ini adalah yang pertama menggunakan unit mobil listrik dengan segala teknologi terbarunya. Namun apa hendak dikata, ternyata kecelakaan demi kecelakaan cukup banyak melibatkan taksi yang menggunakan mobil dari VinFast ini.
Dari beberapa obrolan dengan pihak terkait seperti penumpang, sopir hingga rekanan dari taksi Green SM ini, bahwa banyak hal janggal yang mereka rasakan. Mulai dari kondisi kendaraan, hingga skill driver yang terbilang tak siap untuk mengemudikan jenis mobil listrik.
Pererekrutan Driver
Dari pengakuan beberapa driver sendiri, ketika tim Medcom.id coba untuk melakukan obrolan-obrolan seputar perekrutan dan lainnya, prosesnya di awal tidak terlalu ketat. "Kalau sopir tersebut pernah jadi driver di taksi BlueBird, maka secara otomatis tanpa tes, akan langsung diterima dan mendapatkan unit," ujar driver yang tak ingin disebut namanya itu.
Padahal, setiap driver belum tentu paham dengan perilaku berkendara dengan mobil listrik yang notabene punya karakter jauh berbeda dengan mobil bensin. Apalagi untuk membawa penumpang, tentu ini jadi sangat berisiko.
Karakter Mobil Listrik
Beberapa driver juga mengaku bahwa ketika bergabung dengan Green SM, baru saat itu juga Ia memegang unit mobil listrik. Sehingga hal ini bisa dibilang cukup berbahaya lantaran selain perbedaan karakter antara mobil listrik dengan mobil berbahan bakar, juga penting untuk tahu mengaplikasikan ragam fitur yang biasanya tak terdapat di unit mobil ICE.
Mobil listrik sangat minim getaran, torsi hampir dua kali lebih besar dari mobil biasa dan bisa dibilang tanpa suara. Sehingga ketika ada sopir yang benar-benar tidak paham hal ini, mobil bisa melaju sendiri tanpa terasa.
Belum lagi soal ragam fitur ADAS yang beberapa di antaranya cukup berbahaya jika tidak disesuaikan dengan kondisi di Indonesia. Mengingat fitur-fitur ini memang bekerja secara otomatis atau jadi fitur default. Jika sopir tidak selalu dalam kondisi siap, maka ini bisa jadi bencana buat pengguna jalan lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)