Dua anak menggunakan kabel charger BYD 1 MW sebagai ayunan di Nanning China. Weibo
Dua anak menggunakan kabel charger BYD 1 MW sebagai ayunan di Nanning China. Weibo

Bahaya Menjadikan SPKLU Sebagai Tempat Bermain Anak, Ini Risikonya

Ekawan Raharja • 06 Oktober 2026 12:11
Ringkasnya gini..
  • Dua anak menggunakan kabel charger BYD 1 MW sebagai ayunan di Nanning, China, hingga videonya viral di media sosial.
  • BYD melarang penggunaan charger sebagai sarana bermain dan mengirim petugas untuk memeriksa fasilitas di lokasi kejadian.
  • Insiden menyoroti potensi kerusakan mekanis pada kabel dan sistem suspensi charger berdaya tinggi akibat penggunaan di luar peruntukan.
Nanning: Video dua anak menggunakan kabel charger BYD Megawatt Flash Charging sebagai ayunan di China. Kejadian tersebut memicu perhatian terhadap aspek keselamatan fasilitas pengisian daya berkapasitas tinggi di ruang publik.

Dilansir CarNewsChina, insiden terjadi pada 2 Oktober 2026 di area pengisian daya publik terbuka di Nanning, Guangxi Zhuang Autonomous Region, China. Dalam video yang beredar, kedua anak terlihat memegang konektor charger dan berayun hingga kaki mereka tidak menyentuh tanah, sementara sejumlah orang dewasa merekam kejadian tersebut.

Layanan pelanggan BYD mengonfirmasi kejadian itu pada 4 Oktober 2026. BYD menegaskan penggunaan peralatan pengisian daya sebagai sarana bermain dilarang.

BYD juga menyatakan telah mengirim petugas perawatan untuk memeriksa fasilitas pengisian daya di Nanning. Perusahaan berencana memperketat pemantauan serta pemeriksaan fisik di stasiun pengisian daya.

Mengapa Kabel Charger BYD Menggantung?

Stasiun yang menjadi lokasi kejadian menggunakan BYD Megawatt Flash Charger, perangkat pengisian daya berdaya tinggi yang diperkenalkan bersama Super e-Platform pada Maret 2025.
 

Sistem tersebut menggunakan arsitektur tegangan tinggi 1.000 volt dan mendukung kemampuan pengisian hingga 10C pada model kendaraan yang kompatibel. Perangkatnya mampu menghasilkan daya hingga 1.000 kW atau 1 MW pada 1.000 volt dan 1.000 ampere. Secara teoritis, perangkat kerasnya memiliki kemampuan hingga 1.500 kW pada 1.500 ampere.

Kabel dengan kemampuan arus tinggi membutuhkan konstruksi dan sistem pendinginan khusus. Karena itu, BYD menggunakan mekanisme kabel yang digantung pada jalur T-track di atas charger dan dilengkapi sistem penarik berbasis pegas.

Posisi tersebut membantu menopang bobot kabel sekaligus membuat konektor lebih mudah dijangkau pengguna. Sistem ini juga menjaga kabel agar tidak bersentuhan langsung dengan permukaan tanah.

Namun konfigurasi tersebut dapat menghasilkan gerakan seperti pendulum ketika kabel digunakan di luar peruntukannya. Konektor charger disebut memiliki bobot sekitar 3-5 kg sehingga dapat menimbulkan beban mekanis tambahan apabila digunakan sebagai ayunan.

Risiko Utama Bukan Hanya Sengatan Listrik

Kekhawatiran terhadap insiden tersebut tidak hanya berkaitan dengan risiko sengatan listrik. Sistem pengisian daya memiliki mekanisme pengaman yang dirancang untuk mencegah aliran listrik bertegangan tinggi sebelum proses pengisian memenuhi sejumlah persyaratan.
 

Mengacu pada standar pengisian konduktif China GB/T 18487.1 dan GB/T 20234, kontaktor DC utama berada dalam kondisi terbuka dan tidak berenergi ketika konektor masih dalam posisi tersimpan. Tegangan tinggi baru dialirkan setelah konektor terhubung ke kendaraan dan sejumlah pemeriksaan, termasuk penguncian serta komunikasi antara kendaraan dan charger, terpenuhi.

Risiko yang perlu diperhatikan adalah kemungkinan kerusakan mekanis pada sistem kabel dan konektor. Lengan penarik, seal kabel, serta sambungan pelepas tegangan dirancang untuk menangani beban penggunaan normal, bukan tekanan berulang akibat gerakan mengayun.

Kabel pengisian berpendingin cairan juga memiliki konstruksi yang lebih kompleks dibandingkan kabel pengisian konvensional berpendingin udara. Di dalam lapisan pelindungnya terdapat konduktor tembaga berkapasitas arus tinggi, jalur komunikasi, saluran pendingin, serta penghantar protective earth atau PE.

Beban berulang akibat gerakan menyamping berpotensi memengaruhi komponen internal tersebut. Kerusakan juga tidak selalu terlihat dari kondisi luar kabel.

Standar Pengujian dan Perluasan Charger Megawatt

Kejadian di Nanning juga menyoroti tantangan dalam penggunaan perangkat pengisian daya berkapasitas tinggi di area publik. Standar China seperti GB/T 18487.1 dan GB/T 20234 mencakup sejumlah pengujian mekanis, termasuk tekanan akibat kendaraan serta pengujian tarik dengan beban tertentu.

Namun, pengujian tersebut memiliki kondisi dan parameter yang telah ditentukan. Penggunaan kabel sebagai ayunan menghadirkan beban berulang pada sistem suspensi yang berbeda dari skenario penggunaan normal.

Hal tersebut menjadi perhatian seiring ekspansi jaringan Megawatt Flash Charging BYD di China. Berdasarkan laporan CarNewsChina, BYD telah mengoperasikan lebih dari 10.000 stasiun Megawatt Flash Charging di China dan menargetkan 20.000 stasiun pada akhir 2026.

Secara global, BYD juga menargetkan 6.000 stasiun flash charging pada akhir 2027, termasuk 3.000 unit di Uni Eropa dan 300 unit di Inggris.

Perluasan charger berdaya tinggi membuat aspek desain, pengawasan, dan perlindungan fisik menjadi semakin penting, terutama karena fasilitas tersebut ditempatkan di area publik yang dapat diakses berbagai kalangan.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan