Takata harus menanggung hutang hingga USD1,26 miliar akibat kecacatan produk mereka. Takata
Takata harus menanggung hutang hingga USD1,26 miliar akibat kecacatan produk mereka. Takata

Industri Otomotif

Produsen Airbag Takata, Bangkrut!

Ekawan Raharja • 28 Juni 2017 09:47
medcom.id: Perusahaan pemasok airbag, Takata, akhirnya mengibarkan bendera putih. Perusahaan asal Jepang tersebut mengakui bangkrut karena tidak bisa menanggung biaya recall akibat kecacatan produk mereka.
 
Kebangkrutan Takata bisa dibilang sebagai salah satu kebangkrutan terbesar yang ada dalam sejarah. Media asal Jepang, Asia Nikkei, mencatat daftar kreditur Takata mencapai USD1,26 miliar atau sekitar JPY141,2 miliar. Pemerintah Amerika Serikat menjadi kreditur terbesar karena tagihan mereka mencapai JPY.41,5 miliar
 
Kemudian tagihan nomor dua terbanyak datang dari Toyota yang mencapai JPY26,6 miliar. Sedangkan pabrikan lain seperti Honda dan Nissan masih belum bisa mengumumkan biaya yang dikenakan akibat recall airbag produksi Takata.
Produsen <i>Airbag</i> Takata, Bangkrut!
Terkait bisnisnya ini, Takata saat ini mencari perlindungan kebangkrutan di perbankan Jepang dan Amerika Serikat. Bahkan mereka bersiap menjual seluruh aset bisnis mereka.

Perusahaan asal Tiongkok, Key Safety Systems (KSS), bisa saja membayar USD1,59 miliar untuk seluruh aset Takata. Hanya saja kesepatan ini tentu masih jauh terjadi, mengingat banyaknya tanggungan yang dimiliki Takata. Dipastikan nilai aset Takata akan anjlok.
 
Namun perlu digaris bawahi KSS tidak ingin membeli anak perusahaan Takata yang memproduksi Ammonium Nitrate setelah kesepakatan terjadi. Namun mereka masih akan tetap menggunakan jasa anak perusahaan tersebut sampai mendapatkan pengganti produsen inflator untuk memenuhi kebutuhan recall jutaan unit mobil.
Produsen <i>Airbag</i> Takata, Bangkrut!
Eksekutif dan CEO Takata, Shigehisa Takata, meminta maaf dan membukukan kamera saat konferensi pers pengumuman kebangkrutan Takata. Dia meminta maaf atas segala masalah yang sudah disebabkan oleh perusahaan yang dipimpinnya.
 
Kasus airbag Takata sudah di mulai sejak 2014. New York Times mengumumkan sebanyak 14 juta kendaraan di seluruh dunia harus menjalani recall airbag.
 
Hal ini karena airbag buatan Takata meledak terlalu kuat, dan menyebabkan serpihan-serpihan ledakan terpental ke arah penumpang. Hal ini dikarenakan senyawa Ammonium Nitrate yang digunakan sebagai pengembang airbag terlalu kuat, dan merusak inflator dan beberapa komponen lainnya.
 
Alhasil ada lima orang meninggal dunia akibat kantung udara gagal berfungsi. Pabrikan otomotif yang menggunakan airbag Takata langsung melakukan penyelidikan dan akhirnya melakukan recall.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan