Spin pernah menjadi salah satu tulang punggung penjualan Chevrolet di Indonesia. MI/Ramdani
Spin pernah menjadi salah satu tulang punggung penjualan Chevrolet di Indonesia. MI/Ramdani

Nafas Tersengal-Sengal Chevrolet di Indonesia

Otomotif industri otomotif chevrolet
Ekawan Raharja • 29 Oktober 2019 07:21
Jakarta: General Motors mengumumkan akan menghentikan penjualan Chevrolet di Indonesia dengan alasan tidak memiliki mobil yang bisa menjadi volume makers di tanah air. Bila merujuk data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dua tahun kebelakang, Chevrolet termasuk kurang cukup kompetitif di pasar otomotif tanah air.
 
Melihat data wholesales Gaikindo sepanjang 2018, Chevrolet hanya berhasil menjual 2.509 unit atau 0,2 persen total pasar yang waktu itu mencapai 1,151 juta unit. Begitu juga dengan retail sales Gaikindo menunjukan Chevrolet sepanjang 2018 hanya berhasil menjual 2.444 unit atau masih 0,2 persen dari total pasar.
 
Bahkan untuk Wuling Motors yang merupakan bagian usaha dari General Motors bisa memiliki posisi lebih baik, wholesales mereka menunjukan berhasil menjual 17.002 unit atau 1,5 persen dari total pasar pada 2018. Data retail juga menunjukan bahwa Wuling Motors berhasil menjual 15.162 unit atau 1,3 persen dari total pasar waktu itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Beralih ke 2019, periode Januari-September 2019, nasib lebih nahas malah dialami oleh Chevrolet. Penjualan mereka turun cukup drastis dan semakin kalah bersaing dengan pemain baru di tanah air. Data wholesales Chevrolet 2019 menunjukan hanya berhasil menjual 970 unit dan retail salesnya di angka 1.237 unit.
 
Masih membandingkan dengan Wuling Motors, penjualan wholesales mereka tembus 13.808 atau 1,8 persen total pasar dan angka retail sales di angka 14.706 unit atau 1,9 persen total pasar. Selain itu ada juga pemain baru asal Tiongkok DFSK yang hadir di tanah air sukses membukukan penjualan 2.638 unit untuk wholsales dan 2.087 unit untuk retail sales.
 
Nafas Chevrolet di Indonesia memang turun naik, dan belakangan penurunan itu dirasakan sudah sejak 2015. Merek asal Amerika Serikat itu menutup pabrik mereka yang berlokasi di Pondok Ungu, Bekasi, pada akhir Juni 2015.
 
Waktu itu pabrik itu memproduksi Chevrolet Spin untuk pasar dalam negeri dan ekspor ke sejumlah negara seperti Thailand dan Filipina. Namun menurunnya pasar Spin, khususnya kalah bersaing dengan low multi purpose vehicle (LMPV) dari Jepang, membuat General Motors menghentikan produksi Spin di Pondok Ungu.
 
Praktis, terakhir ini Chevrolet Indonesia hanya menawarkan Trax, Trailblazer, Spark, dan Colorado. Namun sayangnya lini produk mereka ini tidak sanggup untuk berkompetisi di Indonesia dan akhirnya tumbang.
 
General Motors yang membawahi merek Chevrolet di Indonesia akan menghentikan segala penjualan mobil Chevrolet di tanah air per Maret 2020. Konsumen di tanah air tidak usah takut perginya Chevrolet dari Indonesia akan mengabaikan layanan purna jual. Mereka mengklaim tetap memberikan pelayanan kepada pelanggan Chevrolet dalam bentuk layanan garansi dan purna jual di bengkel-bengkel resmi mereka yang masih bertahan.
 

(UDA)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif