Jakarta: Produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD, telah mengumumkan komitmen besar untuk memperkuat kehadirannya di Indonesia. Direktur Departemen Administrasi BYD, Andy Lin, menyatakan bahwa keputusan perusahaan untuk berinvestasi di Indonesia merupakan langkah strategis sebagai bagian dari ekspansi global mereka.
“Kami berencana menjadikan Indonesia sebagai kantor pusat regional di Asia Pasifik, dengan fasilitas untuk penelitian dan pengembangan, produksi, penjualan, purna jual, serta pelatihan. Kami juga berharap agar capaian produksi 15 juta BYD dapat dilakukan di Indonesia,” ujar Andy Lin dikutip dari keterangan resmi Kementerian Perindustrian.
Selain memperkuat kapasitas produksi, produsen mobil asal China itu juga berencana menghadirkan berbagai inovasi terbaru di pasar otomotif Indonesia, terutama dalam teknologi kendaraan listrik (EV) dan model plug-in hybrid (PHEV). Ke depannya, BYD akan meluncurkan lebih banyak model EV di Indonesia guna memenuhi permintaan pasar yang terus berkembang.
Perusahaan akan menggabungkan kemampuan manufaktur otomotif kelas satu di Indonesia dengan teknologi energi baru yang unggul untuk mendukung transformasi dan peningkatan rantai industri otomotif di Indonesia.
Sudah Patenkan Desain Mobil PHEV Di Indonesia
BYD juga sudah mendaftarkan mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) yang disebut teknologi DM-i. Itu terdaftar pada dokumen Berita Resmi Desain Industri No. 56/DI/2024 yang dirilis Direktorat Hak Cipta dan Design Industri Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM.
Jika melihat desainnya mirip engan BYD Song L DM-i yang belum lama ini meluncur di China. Mobil ini sudah mengusung system DM 5.0, alias terkini, dengan kombinasi mesin 1.500 cc dan motor listrik bertenaga 160 kW dan torsi 260 Nm.
Tersedia tiga pilihan baterai, yaitu dengan daya 12,9 kWh yang memiliki Jarak tempuh listrik murni 75 KM, kemudian 18,3 kWh dengan jarak tempuh maksimal 112 KM, dan baterai berukuran 26,6 kWh yang memiliki kemampuan tempuh 160 km.
Jika digabungkan dengan bensinnya, mobil ini disebut bisa melaju hingga 1.500 km dengan sekali pengisian baterai.
Jakarta: Produsen
kendaraan listrik asal Tiongkok,
BYD, telah mengumumkan komitmen besar untuk memperkuat kehadirannya di Indonesia. Direktur Departemen Administrasi BYD, Andy Lin, menyatakan bahwa keputusan perusahaan untuk berinvestasi di Indonesia merupakan langkah strategis sebagai bagian dari ekspansi global mereka.
“Kami berencana menjadikan Indonesia sebagai kantor pusat regional di Asia Pasifik, dengan fasilitas untuk penelitian dan pengembangan, produksi, penjualan, purna jual, serta pelatihan. Kami juga berharap agar capaian produksi 15 juta BYD dapat dilakukan di Indonesia,” ujar Andy Lin dikutip dari keterangan resmi Kementerian Perindustrian.
Selain memperkuat kapasitas produksi, produsen mobil asal China itu juga berencana menghadirkan berbagai inovasi terbaru di pasar otomotif Indonesia, terutama dalam teknologi kendaraan listrik (EV) dan model plug-in hybrid (PHEV). Ke depannya, BYD akan meluncurkan lebih banyak model EV di Indonesia guna memenuhi permintaan pasar yang terus berkembang.
Perusahaan akan menggabungkan kemampuan manufaktur otomotif kelas satu di Indonesia dengan teknologi energi baru yang unggul untuk mendukung transformasi dan peningkatan rantai industri otomotif di Indonesia.
Sudah Patenkan Desain Mobil PHEV Di Indonesia
BYD juga sudah mendaftarkan mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) yang disebut teknologi DM-i. Itu terdaftar pada dokumen Berita Resmi Desain Industri No. 56/DI/2024 yang dirilis Direktorat Hak Cipta dan Design Industri Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM.
Jika melihat desainnya mirip engan BYD Song L DM-i yang belum lama ini meluncur di China. Mobil ini sudah mengusung system DM 5.0, alias terkini, dengan kombinasi mesin 1.500 cc dan motor listrik bertenaga 160 kW dan torsi 260 Nm.
Tersedia tiga pilihan baterai, yaitu dengan daya 12,9 kWh yang memiliki Jarak tempuh listrik murni 75 KM, kemudian 18,3 kWh dengan jarak tempuh maksimal 112 KM, dan baterai berukuran 26,6 kWh yang memiliki kemampuan tempuh 160 km.
Jika digabungkan dengan bensinnya, mobil ini disebut bisa melaju hingga 1.500 km dengan sekali pengisian baterai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id(UDA)