Honda Brio Satya. Honda
Honda Brio Satya. Honda

Industri Otomotif

LCGC Kena PPnBM 3%, Honda Sasar Gen Millennial

Ekawan Raharja • 14 Januari 2022 17:58
Cirebon: Pemerintah kini menetapkan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) untuk Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) atau Low Cost Green Car (LCGC) sebesar 3 persen. Meski demikian, Honda produsen penghasil mobil LCGC tetap percaya diri untuk memasarkannya kepada konsumen di Indonesia.
 
Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy, menjelaskan LCGC masih memiliki permintaan yang tinggi. Hal ini dikarenakan LCGC yang mereka pasarkan ini banyak dicari oleh para generasi milenial.
 
"Target pasarnya generasi muda millennial, banyak di Indonesia ini. Jadi kita fokus ke sana," ungkap Billy di Cirebon Jawa Barat.
 
"Adapun market utama dari LCGC ialah first time buyer, generasi milenial, sampai masyarakat yang mulai beralih dari menggunakan sepeda motor ke mobil sebagai kendaraan keluarganya. Jadi masih sangat besar (pasar)," tambah Billy.
 
Billy juga melihat penambahan PPnBM yang diatur Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2021 hanya menambahkan sekitar 3 persen, sedangkan untuk model mobil lainnya mencapai 15-20 persen. Sehingga dia menilai penambahan PPnBM ini tidak begitu signifikan.
 
Sampai saat ini, Honda memasarkan model Brio Satya yang berstatus LCGC. "Bicara kontribusi Brio (RS dan Satya)dari keseluruhan penjualan Honda hampir 50 persen," tambahnya.
 
Sampai saat ini, tidak banyak merek otomotif yang bermain di segmen LCGC. Sejauh ini masih tersisa Toyota Agya, Toyota Calya, Daihatsu Ayla, Daihatsu Sigra, dan Honda Brio. Beberapa tahun silam sempat ada Suzuki Karimun Wagon R, Datsun Go, dan Datsun Go+ Panca akan tetapi saat ini sudah tidak dipasarkan.
 
(ERA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif