Biosolar B50. Kementerian ESDM
Biosolar B50. Kementerian ESDM

Solar B50 Segera Berlaku Juli 2026, Berapa Harganya?

Ekawan Raharja • 02 Juli 2026 12:38
Ringkasnya gini..
  • Pemerintah segera meluncurkan Biodiesel B50 secara nasional. Di DKI Jakarta, bahan bakar ini akan dipasarkan sebagai Biosolar.
  • B50 merupakan campuran 50% biodiesel berbasis minyak sawit dan 50% solar, untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
  • Kementerian ESDM memastikan seluruh sektor dan wilayah Indonesia siap menerapkan B50 setelah diresmikan Presiden Prabowo Subianto.
DKI Jakarta: Pemerintah segera mulai memasarkan Biodiesel 50 (B50) untuk masyarakat Indonesia. Solar jenis baru ini bakal dipasarkan ke berbagai SPBU Pertamina. 
 
Berdasarkan situs resmi Pertamina, untuk wilayah DKI Jakarta, B50 ini bakal dimasukan kepada Biosolar. Perusahaan pelat merah tersebut saat ini mematok harga Rp6.800 per liter.
 
Secara konsep, B50 merupakan pengembangan dari program biodiesel yang telah diterapkan sebelumnya, seperti B35 dan B40. Perbedaannya terletak pada porsi campuran bahan baku nabati yang semakin besar.

Profesor di bidang Energi Baru Terbarukan Biofuels dari Universitas Brawijaya, Prof. Ir. Nurkholis Hamidi, S.T., M.Eng., Dr.Eng., menjelaskan B50 merupakan bahan bakar campuran antara 50% biodiesel (umumnya berbasis Fatty Acid Methyl Ester dari minyak sawit) dan 50% solar (bahan bakar diesel fosil).

Baca Juga:
Motor Listrik Sport Ndara Usung Tenaga 11.000 Watt


“Biodiesel itu bahan bakar alternatif yang renewable, diproduksi dari minyak nabati seperti minyak sawit. Ini bisa mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil,” ujar Nurkholis  dikutip dari situs prasetya.ub.ac.id.
 
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan seluruh sektor siap menerapkan kebijakan wajib Biodiesel 50 atau B50, menjelang peresmian oleh Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan berlangsung bulan ini.
 
“Sudah, sudah siap. Seluruh sektor siap untuk implementasi B50 menjelang diresmikan oleh Presiden,” ujar Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, ketika dihubungi ANTARA.
 
Anggia menjelaskan kesiapan untuk mengimplementasikan B50 akan dilaksanakan secara serentak di semua sektor. B50 telah diujicobakan di berbagai kendaraan, seperti alat berat, kapal, kereta api, hingga sejumlah kendaraan lain seperti tambang, ekskavator, dan alat pertanian. Lebih lanjut, ia juga memastikan B50 akan diterapkan secara bersamaan di seluruh Indonesia setelah diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
 
“Sudah siap di seluruh Indonesia, persiapannya matang,” kata Anggia.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan