Jakarta - BYD baru-baru ini merilis teknologi terbarunya yaitu Dual Mode yang merupakan teknologi mobil plug-in hybrid electric vehicle. Artinya mobil ini masih menggunakan mesin bensin dan juga bisa dihubungkan langsung dengan sistem pengecasan listrik kendaraan untuk umum.
Berbicara soal mesin berbahan bakar, rata-rata pabrikan asal Tiongkok memproduksi mesin mobil terbaru mereka dengan mesin yang telah terintegrasi dengan sistem hybrid. Sehingga jika mesin ini digunakan sendiri, tentu tidak akan bisa.
Namun bahan bakar apa yang cocok buat mobil hybrid seperti PHEV BYD yaitu BYD M6 DM? Menurut Head of Product PT BYD Motor Indonesia, Bobby Bharata dalam penjelasan detailnya, bahwa teknologi Dual Mode menggunakan mesin kompresi tinggi.
"Kompresinya mencapai 16:1 yang menyamai kompresi mesin mobil balap Formula 1, sehingga juga butuh bahan bakar yang sanggup untuk memenuhi kebutuhan kompresi tinggi. Minimal BBM dengan oktan 92, harus digunakan di mesin dengan teknologi DM ini," ujar Bobby beberapa waktu lalu ke Medcom.id.
Baca Juga:
Tingginya Populasi Kendaraan Dorong Permintaan Suku Cadang Asli
Ia juga menegaskan bahwa mesin kompresi tinggi ini juga yang menjadi kunci memaksimalkan dan mengefisiensikan penggunaan bahan bakar di mobil mereka. Tak heran jika klaim berdasarkan pengetesan internal mereka, didapat angka 65 km per liter bahan bakarnya.
"Tapi semua teknologi yang ada di mesin ini juga digabungkan dengan sistem yang kompleks untuk mesin hybrid. Sehingga semua sistem yang bekerja dengan baik menghasilkan jarak tempuh yang maksimal per liter bahan bakarnya."
Bobby melanjutkan bahwa meski kompresinya cukup tinggi, namun thermal rate di mobil ini mencapai 46 persen. Artinya suhu kerja mesin tetap bisa direduksi meski memiliki kinerja yang tinggi untuk efisiensi bahan bakar.
Jadi bagi Sobat Medcom yang tak sabar membeli mobil dengan teknologi DM dari BYD, jangan pernah berpikir untuk mengisi bahan bakar di bawah oktan 92 ya. Lantaran jika itu dilakukan maka akan merusak kinerja rasio kompresi yang ada.
Jakarta - BYD baru-baru ini merilis teknologi terbarunya yaitu
Dual Mode yang merupakan teknologi mobil
plug-in hybrid electric vehicle. Artinya mobil ini masih menggunakan mesin bensin dan juga bisa dihubungkan langsung dengan sistem pengecasan listrik kendaraan untuk umum.
Berbicara soal mesin berbahan bakar, rata-rata pabrikan asal Tiongkok memproduksi mesin mobil terbaru mereka dengan mesin yang telah terintegrasi dengan sistem hybrid. Sehingga jika mesin ini digunakan sendiri, tentu tidak akan bisa.
Namun bahan bakar apa yang cocok buat mobil hybrid seperti PHEV BYD yaitu BYD M6 DM? Menurut Head of Product PT BYD Motor Indonesia, Bobby Bharata dalam penjelasan detailnya, bahwa teknologi Dual Mode menggunakan mesin kompresi tinggi.
"Kompresinya mencapai 16:1 yang menyamai kompresi mesin mobil balap Formula 1, sehingga juga butuh bahan bakar yang sanggup untuk memenuhi kebutuhan kompresi tinggi. Minimal BBM dengan oktan 92, harus digunakan di mesin dengan teknologi DM ini," ujar Bobby beberapa waktu lalu ke Medcom.id.
Ia juga menegaskan bahwa mesin kompresi tinggi ini juga yang menjadi kunci memaksimalkan dan mengefisiensikan penggunaan bahan bakar di mobil mereka. Tak heran jika klaim berdasarkan pengetesan internal mereka, didapat angka 65 km per liter bahan bakarnya.
"Tapi semua teknologi yang ada di mesin ini juga digabungkan dengan sistem yang kompleks untuk mesin hybrid. Sehingga semua sistem yang bekerja dengan baik menghasilkan jarak tempuh yang maksimal per liter bahan bakarnya."
Bobby melanjutkan bahwa meski kompresinya cukup tinggi, namun thermal rate di mobil ini mencapai 46 persen. Artinya suhu kerja mesin tetap bisa direduksi meski memiliki kinerja yang tinggi untuk efisiensi bahan bakar.
Jadi bagi Sobat Medcom yang tak sabar membeli mobil dengan teknologi DM dari BYD, jangan pernah berpikir untuk mengisi bahan bakar di bawah oktan 92 ya. Lantaran jika itu dilakukan maka akan merusak kinerja rasio kompresi yang ada.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)