Jakarta: PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mencatat pangsa pasar 33% pada segmen kendaraan dengan harga hingga Rp300 juta. Segmen tersebut menjadi salah satu pasar terbesar dengan kontribusi sekitar 49% terhadap pasar otomotif nasional.
Marketing Director & Corporate Function Director PT Astra Daihatsu Motor Rokky Irvayandi mengatakan eksistensi Daihatsu di Indonesia mencakup manufaktur, penjualan domestik, hingga ekspor.
“Selama 48 tahun hadir di Indonesia, Daihatsu terus tumbuh bersama masyarakat dan industri otomotif nasional. Kami ingin menjaga kontribusi tersebut melalui manufaktur yang kompetitif, produk yang relevan, serta dukungan mobilitas yang semakin mudah diakses oleh masyarakat,” ujar Rokky dalam acara Astra Media Day 2026 di Jakarta.
Dalam lima tahun terakhir, produksi ADM rata-rata menyumbang sekitar 35% terhadap produksi otomotif nasional. ADM saat ini memiliki 10 fasilitas, termasuk enam pabrik, yang berada di Jakarta, Cibitung, dan Karawang.
Kapasitas produksi ADM mencapai 530 ribu unit per tahun. Pada Agustus 2025, produksi kumulatif perusahaan telah mencapai 9 juta unit. Dari total produksi selama lima tahun terakhir, sekitar 70% dialokasikan untuk pasar domestik dan 30% untuk kebutuhan ekspor.
Investasi dan produksi
ADM juga menambah fasilitas produksi melalui pembangunan pabrik baru di Karawang pada 2025. Investasi yang digelontorkan mencapai Rp2,9 triliun.
Baca Juga :
Mobil Keluarga Daihatsu Harga Rp70 Jutaan, Ini Pilihannya
Pabrik tersebut menggunakan konsep E-SSC atau Evolution, Simple, Slim, Compact yang diterapkan untuk mendukung proses produksi dengan tingkat produktivitas dan efisiensi yang lebih tinggi.
Kegiatan manufaktur ADM melibatkan lebih dari 2.000 pemasok dan UMKM lokal. Tingkat local purchase disebut telah mencapai lebih dari 80%, sementara ekosistem industri yang terlibat mendukung kesempatan kerja bagi sekitar satu juta orang.
Untuk efisiensi energi, ADM juga telah memasang panel surya dengan kapasitas 12,6 MW. Fasilitas tersebut disebut berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon lebih dari 17 ribu ton CO₂ per tahun.
Ekspor tembus 85 ribu unit
Produk yang diproduksi ADM di Indonesia telah diekspor ke lebih dari 60 negara. Pasarnya mencakup kawasan ASEAN, Asia Selatan, Asia Timur, Asia Pasifik, Timur Tengah, Afrika, hingga Amerika Selatan.
Hingga Agustus 2026, ekspor ADM mencapai lebih dari 85 ribu unit, atau meningkat sekitar 11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
ADM ekspor berbagai model kendaraan ke lebih dari 60 negara di dunia. adm
SUV menjadi penyumbang terbesar ekspor dengan porsi sekitar 50%. Selanjutnya, hatchback menyumbang 26% dan kendaraan komersial 24%.
Sekitar 60% ekspor ADM berasal dari tiga negara, yakni Filipina sebesar 29%, Jepang 18%, dan Peru 12%.
Penjualan domestik
Di pasar domestik, penjualan ritel otomotif nasional hingga Agustus 2026 mencapai sekitar 594 ribu unit, tumbuh 14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pada periode yang sama, penjualan ritel Daihatsu mencapai lebih dari 97 ribu unit atau tumbuh sekitar 9%. Pangsa pasarnya tercatat 16,3%, sehingga Daihatsu mempertahankan posisi kedua dalam penjualan ritel otomotif nasional.
Lebih dari 90% penjualan Daihatsu ditopang tiga segmen, yakni Gran Max Series, LCGC, dan SUV Terios. Gran Max Series berkontribusi sekitar 52%, Sigra dan Ayla 30%, sedangkan Terios 10%.
Daihatsu juga mencatat sekitar 55% penjualannya berasal dari wilayah di luar Jawa dan 45% dari area rural. Jaringan Daihatsu saat ini menjangkau lebih dari 500 kota dan kabupaten di Indonesia.
Jakarta:
PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mencatat pangsa pasar 33% pada segmen kendaraan dengan harga hingga Rp300 juta. Segmen tersebut menjadi salah satu pasar terbesar dengan kontribusi sekitar 49% terhadap pasar otomotif nasional.
Marketing Director & Corporate Function Director PT Astra Daihatsu Motor Rokky Irvayandi mengatakan eksistensi
Daihatsu di Indonesia mencakup manufaktur, penjualan domestik, hingga ekspor.
“Selama 48 tahun hadir di Indonesia, Daihatsu terus tumbuh bersama masyarakat dan industri otomotif nasional. Kami ingin menjaga kontribusi tersebut melalui manufaktur yang kompetitif, produk yang relevan, serta dukungan mobilitas yang semakin mudah diakses oleh masyarakat,” ujar Rokky dalam acara Astra Media Day 2026 di Jakarta.
Dalam lima tahun terakhir, produksi ADM rata-rata menyumbang sekitar 35% terhadap produksi otomotif nasional. ADM saat ini memiliki 10 fasilitas, termasuk enam pabrik, yang berada di Jakarta, Cibitung, dan Karawang.
Kapasitas produksi ADM mencapai 530 ribu unit per tahun. Pada Agustus 2025, produksi kumulatif perusahaan telah mencapai 9 juta unit. Dari total produksi selama lima tahun terakhir, sekitar 70% dialokasikan untuk pasar domestik dan 30% untuk kebutuhan ekspor.
Investasi dan produksi
ADM juga menambah fasilitas produksi melalui pembangunan pabrik baru di Karawang pada 2025. Investasi yang digelontorkan mencapai Rp2,9 triliun.
Pabrik tersebut menggunakan konsep E-SSC atau Evolution, Simple, Slim, Compact yang diterapkan untuk mendukung proses produksi dengan tingkat produktivitas dan efisiensi yang lebih tinggi.
Kegiatan manufaktur ADM melibatkan lebih dari 2.000 pemasok dan UMKM lokal. Tingkat local purchase disebut telah mencapai lebih dari 80%, sementara ekosistem industri yang terlibat mendukung kesempatan kerja bagi sekitar satu juta orang.
Untuk efisiensi energi, ADM juga telah memasang panel surya dengan kapasitas 12,6 MW. Fasilitas tersebut disebut berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon lebih dari 17 ribu ton CO₂ per tahun.
Ekspor tembus 85 ribu unit
Produk yang diproduksi ADM di Indonesia telah diekspor ke lebih dari 60 negara. Pasarnya mencakup kawasan ASEAN, Asia Selatan, Asia Timur, Asia Pasifik, Timur Tengah, Afrika, hingga Amerika Selatan.
Hingga Agustus 2026, ekspor ADM mencapai lebih dari 85 ribu unit, atau meningkat sekitar 11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
ADM ekspor berbagai model kendaraan ke lebih dari 60 negara di dunia. adm
SUV menjadi penyumbang terbesar ekspor dengan porsi sekitar 50%. Selanjutnya, hatchback menyumbang 26% dan kendaraan komersial 24%.
Sekitar 60% ekspor ADM berasal dari tiga negara, yakni Filipina sebesar 29%, Jepang 18%, dan Peru 12%.
Penjualan domestik
Di pasar domestik, penjualan ritel otomotif nasional hingga Agustus 2026 mencapai sekitar 594 ribu unit, tumbuh 14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pada periode yang sama, penjualan ritel Daihatsu mencapai lebih dari 97 ribu unit atau tumbuh sekitar 9%. Pangsa pasarnya tercatat 16,3%, sehingga Daihatsu mempertahankan posisi kedua dalam penjualan ritel otomotif nasional.
Lebih dari 90% penjualan Daihatsu ditopang tiga segmen, yakni Gran Max Series, LCGC, dan SUV Terios. Gran Max Series berkontribusi sekitar 52%, Sigra dan Ayla 30%, sedangkan Terios 10%.
Daihatsu juga mencatat sekitar 55% penjualannya berasal dari wilayah di luar Jawa dan 45% dari area rural. Jaringan Daihatsu saat ini menjangkau lebih dari 500 kota dan kabupaten di Indonesia.
(PRI)