Memahami bagaimana cara kerja sistem hybrid di Jaecoo J7 SHS-P Ardis. medcom-uda
Memahami bagaimana cara kerja sistem hybrid di Jaecoo J7 SHS-P Ardis. medcom-uda

Memahami Cara Kerja Sistem Hybrid di Jaecoo J7 SHS-P Ardis

Ahmad Garuda • 03 Juni 2026 12:35
Ringkasnya gini..
  • Memahami cara kerja sistem hybrid di Jaecoo J7 SHS-P Ardis, tidaklah sulit.
  • Lantaran mobil di sistem plug-in hybrid electric vehicle memang memanfaatkan 2 dapur penggerak. Yaitu melalui pasokan tenaga dari baterai dan mesin.
  • Syarat utama jika ingin membuat EV-nya bekerja tentu kondisi baterai harus berada di atas 30 persen.
Jakarta - Memahami cara kerja sistem hybrid di Jaecoo J7 SHS-P Ardis, tidaklah sulit. Lantaran mobil di sistem plug-in hybrid electric vehicle memang memanfaatkan 2 dapur penggerak. Yaitu melalui pasokan tenaga dari baterai dan mesin.
 
Lalu bagaimana Sobat bisa memahami platfom apa yang bekerja di sebuah momentum? Tentu tidak sulit. Meski suara mesin juga terdengar samar, namun bisa dilihat dari panel indikator. 
 
Seperti yang telah dijelaskan dalam beberapa momen technical experience di Jaecoo, syarat utama jika ingin membuat EV-nya bekerja tentu kondisi baterai harus berada di atas 30 persen. Hal ini memang telah diriset seperti itu oleh pengembang teknologi hybrid di Jaecoo.

Saat Medcom.id merasakan sendiri di J7 SHS-P Ardis, bahwa Sobat bisa merasakan mode EV sepenuhnya ketika baterai di atas 30 persen. Sementara di bawah 30 persen, sistem hybrid akan membaca kebutuhan tenaganya. 

Baca Juga:
Jangan Over Speed! Pahami Batas Kecepatan di Jalan Tol


Jika mobil dipacu dengan kecepatan lebih dari 70 km per jam, maka mesin secara otomatis menyala. Selain memasok tenaga ke putaran roda, juga akan mengisi tenaga ke baterai. Kondisi ini yang membuat indikator arus energi, akan menjadi minus atau mengisi ke baterai. 
 
Namun kondisi pengisian ini pun hanya akan berlangsung beberapa saat saja. Ketika indikator baterai berada di atas 30 persen, maka secara otomatis sistem EV akan kembali mengambil-alih putaran roda.
 
Sementara jika kecepatannya diturunkan di bawah 70 km per jam, maka EV juga akan mengambil alih putaran roda. Demikian pula ketika kondisi idle. Dengan catatan, kondisi baterai akan terkuras hingga 25 persen sebelum mesin bakarnya kembali beroperasi.
 
Sistem pintar inilah yang kemudian membuat mobil ini sanggup menempuh perjalanan cukup jauh untuk 1 liter bahan bakar. Namun jika Sobat ingin memaksimalkan sistem EV di mobil ini, silakan melakukan pengecasan di SPKLU ketika baterai berada di level 35 persen. Dengan begini Sobat tak perlu mengisi bensin lagi. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan