Suasana mediasi konsumen Wuling di Surabaya dengan pihak dealer yang didampingi Cak Ji. (tangkapan layar @cakj1)
Suasana mediasi konsumen Wuling di Surabaya dengan pihak dealer yang didampingi Cak Ji. (tangkapan layar @cakj1)

Konsumen Wuling Beli Cash Sejak Januari namun Belum Terima Unit, Cak Ji Turun Tangan

Adri Prima • 03 September 2026 07:17
Ringkasnya gini..
  • Cak Ji mendampingi konsumen Wuling bernama Nancy yang mengaku sudah bayar lunas mobil Wuling sejak Januari 2026, tetapi unit belum diterima.
  • Nancy meminta pendampingan Cak Ji untuk mendapatkan kejelasan terkait transaksi yang telah dilakukan, termasuk status pembayaran dan unit kendaraan.
  • Cak Ji berkomitmen mengawal mediasi hingga konsumen mendapat kejelasan dan haknya dipenuhi pihak dealer.
Surabaya: Wakil Wali Kota Surabaya Armuji atau yang akrab disapa Cak Ji mendampingi seorang warga yang menjadi korban dalam pembelian mobil Wuling di salah satu dealer yang berada di bawah naungan PT Putra Perdana Indoniaga.

Konsumen perempuan bernama Nancy tersebut awalnya mengaku membeli mobil secara tunai. Ia melakukan pembayaran uang muka (DP) pada Desember 2025 dan melunasi pembayaran pada Januari 2026.

Seluruh pembayaran disebut dilakukan secara langsung ke rekening perusahaan atau dealer. Saat melakukan pelunasan, Nancy mengaku didampingi seorang sales bernama Raditya.

Namun, setelah seluruh pembayaran diselesaikan, unit mobil yang dipesan tidak kunjung diterima. Ia kemudian mempertanyakan kepastian kendaraan yang telah dibayar.

Awalnya, Nancy memesan Wuling Darion. Namun, dirinya kemudian mendapat informasi bahwa unit tersebut mengalami masalah, termasuk dugaan kerusakan pada baterai dan sejumlah kendala lainnya.

Atas kondisi tersebut, Nancy mendapatkan opsi lain untuk beralih ke model Wuling Eksion. Perubahan unit itu dilakukan dengan penyesuaian sesuai dengan ketentuan yang berlaku di dealer termasuk DP untuk booking unit Eksion. Meski telah melakukan penyesuaian dan menyelesaikan kewajibannya, unit Eksion yang dijanjikan juga tidak kunjung diterima konsumen.

“Dari awal januari 2026 itu saya sudah melakukan pelunasan 100 persen tapi sampai saat ini saya nggak terima unitnya dan nggak ada pengembalian uang,” kata Nancy dalam video mediasi yang diunggah di akun instagram Cak Ji. 

Persoalan tersebut kemudian semakin berkembang setelah muncul informasi mengenai masalah internal antara pihak dealer dan sales terkait.

Nancy akhirnya meminta pendampingan Cak Ji untuk mendapatkan kejelasan terkait transaksi yang telah dilakukan, termasuk status pembayaran dan unit kendaraan yang hingga kini belum diterima.

Dalam mediasi tersebut, Cak Ji juga menekankan kepada pihak dealer PT Putra Perdana Indoniaga untuk memenuhi kewajibannya kepada konsumen Nancy.

“Jadi kan bu Nancy ini beli mobil sejak Januari, berarti kan sudah hampir satu tahun. Mereka beli bukan kredit tapi cash. Beliau sudah memenuhi persyaratan yang diminta PT sini. Nah tinggal PT sini realisasinya kapan? Itu saja,” kata Cak Ji.

“Kalau dalam minggu besok mobilnya nggak datang, lebih baik ibu batalkan saja sudah. Soal mereka ada proses hukum dengan mantan sales-nya itu urusan mereka. Intinya uang itu masuk di kantor sini bukan ke kantong sales. Tolong ya pak selesaikan ya,” tegas Cak Ji kepada salah satu petinggi dealer. 
 

Cak Ji bakal kawal mediasi hingga tuntas


Cak Ji sendiri mengaku berkomitmen untuk melakukan pendampingan hingga konsumen benar-benar mendapatkan kembali haknya. Seluruh proses mediasi juga akan didokumentasikan di akun media sosialnya. 

“Menanggapi laporan terkait adanya warga yang membeli mobil secara cash, namun mobil tak kunjung diberiktan. Berbagai macam alasan diberikan sales mobil tersebut untuk menunda penyerahan unitnya. Pertemuan pertama ini ternyata tidak membuat mobil diserahkan, besok mediasi pertemuan berikutnya akan dilakukan,” terang Cak Ji. 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(PRI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan