Wacana penerapan bahan bakar terbarukan yaitu Biodiesel B100, butuh proses yang panjang. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
Wacana penerapan bahan bakar terbarukan yaitu Biodiesel B100, butuh proses yang panjang. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

Ribut-Ribut Soal Solar B100, Industri Masih Tahap Riset B30

Otomotif bahan bakar gas hino
Ahmad Garuda • 18 Februari 2019 18:24
Jakarta: Industri otomotif nasional sadar betul akan pentingnya teknologi otomotif yang ramah lingkungan dan juga penggunaan bahan bakar terbarukan dan bisa diproduksi. Namun tentu itu tak mudah, ada riset dan penyesuaian yang dilakukan industri agar mesin yang mereka produksi, bisa menggunakan bahan bakar tersebut.
 
Dalam debat Calon Presiden Republik Indonesia pada Minggu (17/2/2019) semalam, Joko Widodo sempat menyinggung soal penggunaan bahan bakar biosolar atau biodiesel untuk mendukung sektor pertanian kelapa sawit. Calon Presiden petahana itu menegaskan bahwa saat ini proses bahan bakar solar B20 sudah rampung. Ia menegaskan, target saat ini adalah proses menuju B100.
 
"Proses B20 itu sudah berproduksi sebanyak 98 persen dari yang sudah kita harapkan. Itu artinya, B20 sudar rampung. kita sekarang menuju ke yang namanya B100. Sehingga kita berharap, 30 persen dari total produksi kelapa sawit nanti akan masuk ke biofuel. Sudah kita rencanakan, plan-nya sudah sangat rigid dan sangat jelas," ujar Joko Widodo saat menanggapi pernyataan Prabowo Subianto soal komoditas kelapa sawit yang bisa jadi sumber energi alternatif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Ribut-Ribut Soal Solar B100, Industri Masih Tahap Riset B30

Industri Otomotif Dalam Tahap Riset untuk B30

Lalu bagaimana dengan kesiapan industri soal ini? Meski belum ada tanggapan dari pelaku industri yaitu produsen mobil komersial seperti Hino, Mitsubishi Fuso, UD Trucks, Tata Motors dan beberapa lagi lainnya, namun soal B30 ada di antaranya yang sudah buka mulut soal itu.
 
"Kami tidak mengalami masalah soal penggunaan bahan bakar B20. Dari sisi teknis mesin, kinerja dan lain sebagainya, masih sama dengan saat bahan bakar solar untuk otomotif belum dicampur dengan ethanol atau minyak dari tumbuhan. Perubahan hanya dilakukan di saringan bahan bakar dari single layer jadi double layer," ujar Direktur Sales & Marketing PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) pemegang merek Mitsubishi Fuso di Indonesia, Duljatmono saat peluncuran Fuso Fighter beberapa saat lalu.
 
Ia melanjutkan bahwa saat ini pihaknya sedang getol melakukan riset penggunaan bahan bakar biodiesel B30. Bukan hanya dari sisi industri, namun mereka bekerja sama dengan pemerintah sedang meriset uji jalan kendaraan menggunakan biodiesel B30. Pengujian ini bakal diperkirakan rampung sekitar Maret 2019.
 
"Kami juga belum bisa bicara banyak soal penggunaan B30. Mengingat semuanya masih dalam tahap riset. Tentang apa-apa saja yang disesuaikan nantinya, ya pastinya akan diketahui setelah proses pengujian keseluruhan rampung. Karena akan banyak hal yang harus diuji, bukan hanya efek jangka pendek saja. Tapi juga dipikirkan efek jangka panjangnya seperti apa."
 
Bisa dilihat, penggunaan B100 tentu bukan sebuah proses yang gampang. Selain pengujian, juga akan berbicara soal untung rugi pengusaha hingga efek ke teknis mesinnya untuk penggunaan jangka panjang.

Wacana B100, Bukan Isu Baru

Penegasan Joko Widodo soal bahan bakar bahan bakar B100 di debat Calon Presiden RI 2019 yang kedua, menjadi isu yang banyak 'digoreng' warganet. Termasuk mereka yang mengetahui soal industri yang masih berada di level B20 dan dalam tahap riset ke B30.
 
Namun perlu diketahui, bahwa wacana penerapan 100 persen bahan bakar non fosil atau dari tumbuhan, juga sudah santer di 2018. Itu dibahas dalam Peraturan Menteri ESDM No. 12 Tahun 2015 tentang penerapan B20 yang dibatasi hanya sampai akhir 2019. Nantinya ditingkatkan menjadi B30 di tahun berjalan pemberhentian B20.
 
Dalam peraturan tersebut, juga dibahas tentang penerbitan spesifikasi B100 sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) 7182:2015. Tak heran jika Joko Widodo mengatakan bahwa regulasi soal proses menuju B100 sudah sangat rigid atau sudah sangat jelas.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi