Berkendara di malam hari atau kondisi hujan deras pada kondisi gelap, meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan. Wuling
Berkendara di malam hari atau kondisi hujan deras pada kondisi gelap, meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan. Wuling

Berkendara saat Malam, Pahami Kiat Cerdasnya

Otomotif safety driving road safety tips knowledge
Ahmad Garuda • 25 Maret 2019 14:59
Jakarta: Berkendara di malam hari, bagi sebagian orang mungkin bakal jadi kesenangan tersendiri. Namun bagi Anda yang hanya melakukannya sesekali dan jalurnya cukup jauh dan butuh waktu, tentunya Anda butuh kiat-kiat tersendiri agar tetap aman di jalan.
 
Salah satunya adalah kewaspadaan tinggi ketika mengemudi di malam hari. Mengapa itu cukup tegas, lantaran berkendara di malam hari seringkali tidak bisa kita hindari, meskipun memiliki potensi bahaya lebih besar. Terlebih untuk masyarakat urban yang kantornya di pusat Kota Jakarta namun rumahnya di kota-kota satelit Jakarta.
 
Misalnya, menunggu kemacetan berkurang atau harus bekerja hingga larut merupakan faktor-faktor yang biasanya memaksa kita mengemudi di malam hari. Direktur Utama Rifat Drive Labs, Rifat Sungkar beberapa waktu lalu, sempat memaparkan beberapa hal penting yang harus diwaspadai saat berkendara di malam hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal pertama adalah soal jarak pandang, kemacetan saat jam pulang kerja dan kondisi badan yang tidak fit merupakan faktor terbesar terjadinya risiko kecelakaan. Rifat menegaskan bahwa, jangan sekali-sekali untuk memaksakan untuk berkendara ketika tubuh sudah letih.
 
"Berkendara itu adalah pekerjaan utama, bukan sampingan. Pola pikir seperti ini harus kita tanamkan terlebih dahulu, agar tidak ada lagi yang menganggap enteng pentingnya fokus saat berkendara," klaim Rifat.
 
Sekilas soal data kecelakan di Indonesia, beberapa waktu lalu dilaporkan masih menjadi salah satu negara dengan tingkat kecelakaan lalu lintas tertinggi di dunia. Menurut data yang dipublikasikan oleh Korlantas Polri, terdapat rata-rata lebih dari 1.000 kecelakaan terjadi setiap hari.
 
Hal ini bisa mengacu pada tahun lalu yang menunjukkan trend jumlah kecelakaan meningkat dan telah merenggut nyawa korban lebih dari 25.000 orang. Pemerintah terus melakukan berbagai upaya guna mengurangi angka kecelakaan yang terjadi, termasuk di jalan bebas hambatan (tol) yang sering kali menjadi titik-titik kecelakaan fatal.
 
Salah satu upaya tersebut adalah baru-baru ini, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan bersama Kepolisian telah sepakat untuk membentuk tim kelompok kerja (Pokja) untuk memperbaiki aspek keselamatan di jalan tol. Tim pokja ini memiliki peran penting untuk mengevaluasi dan memetakan data, penyebab, serta titik rawan kecelakaan di jalan tol.
 
Namun di sisi lain, para pengguna jalan pun harus tetap waspada dan memperhatikan setiap aspek keselamatan saat mengemudi, mengingat data menunjukkan, bahwa mobil merupakan kontributor kecelakaan lalu lintas nomor dua setelah sepeda motor. Termasuk waktu-waktu berkendara yang krusial untuk keselamatan.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif