Jangan lupa untuk merawat body mobil dari berbagai kotoran. Auto2000
Jangan lupa untuk merawat body mobil dari berbagai kotoran. Auto2000

Mengenal 6 Noda di Body Mobil & Cara Membersihkannya

Otomotif tips mobil tips knowledge tips otomotif
Ekawan Raharja • 10 Juli 2019 10:53
Jakarta:Jangankan mobil yang dipakai rutin setiap hari, mobil yang ditinggalkan di garasi sekalipun bakal kotor bisa tidak diperhatikan. Coba saja pegang kap mesin mobil untuk membuktikannya akan ada banyak kotoran di atasnya. Apalagi kalau mobil punya jam terbang tinggi setiap hari seperti dipakai untuk bekerja, ke mal, antar anak sekolah maupun aktivitas rutin lainnya.
 
Supaya tidak berlarut dan membuat bodi mobil kotor, bahkan bisa sampai catnya kusam dan pudar, bisa memperhatikan beberapa sumber masalah ini dan cara membersihkannya, seperti dikutip dari laman resmi Auto2000:
 
Debu Halus
Namanya juga mobil dipakai di jalan, kotoran seperti debu pasti mudah sekali menempel. Jangankan di jalan, mobil yang disimpan di garasi sekalipun pasti ada debunya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelum pergi di pagi hari, bisa membersihkannya dengan kain mikrofiber. Saat ini banyak dijual kemoceng dengan bahan kain mikrofiber. Jangan pakai kemoceng berbahan bulu ayam karena akan membuat bodi mobil tergores.
 
Noda Jelaga, Aspal, dan Serangga
Noda jelaga bekas asap mobil lain dan serangga bisa ditemui di bagian depan mobil. Kalau belum mengeras bisa dibersihkan pakai kain mikrofiber.
 
Noda aspal biasanya banyak ditemui di dekat sepatbor mobil. Hati-hati saat membersihkannya karena kerap sudah menempel erat. Salah membersihkan malah akan merusak bodi mobil.
 
Anda butuh cairan bug and tar removal untuk membersihkannya. Cairan ini juga bisa dipakai untuk membersihkan noda jelaga dan serangga mati yang membandel.
 
Noda Sisa Mencuci Mobil
Jejak yang ditinggalkan biasanya berbentuk seperti pulau kecil atau akrab disebut sebagai jamur. Ini biasa timbul saat tidak mengeringkan bodi mobil secara maksimal saat mencuci.
 
Oleh sebab itu, luangkan waktu untuk mengecek segala sisi bodi mobil usai mencuci dan pastikan kering sempurna. Perhatikan pula adanya lelehan air seperti di tutup tangki dan emblem Toyota. Termasuk pula di sela-sela pintu dan gril mobil.
 
Namun kalau sudah terlanjur muncul, coba bersihkan dengan eksterior cleaner yang banyak dijual di supermarket atau toko aksesoris mobil. Biasanya sudah bisa terangkat kalau belum terlalu lama didiamkan.
 
Noda Bekas Air Hujan
Sebenarnya efek yang ditimbulkan oleh sisa air hujan sama dengan sisa air cucian mobil. Hanya saja karena bersifat asam, noda jamur yang ditimbulkan lebih sulit dibersihkan dan punya sifat korosif.
 
Oleh sebab itu, selalu cuci mobil setelah terkena hujan di jalan dan jangan biarkan terlalu lama. Kalau sampai muncul jamur bodi, segera besihkan pakai exterior cleaner. Namun kalau tidak mempan, bisa pakai bahan kompon yang lebih kuat daya angkatnya.
 
Noda bekas cucian mobil dan air hujan bisa dikurangi risiko timbulnya jika Anda rajin melakukan pemolesan pada bodi mobil paling tidak sebulan sekali.
 
Tidak perlu memakai alat pemoles layaknya profesional car detailer, cukup gunakan bahan wax yang dijual di toko dan aplikasikan dengan menggunakan tangan kosong. Ini cukup untuk menahan laju noda jamur bodi tumbuh di bodi mobil.
 
Baret di Body Mobil
Bekas baret dapat terlihat jelas, terutama untuk mobil berwarna gelap seperti hitam, sehingga membuatnya tampak kusam dan tidak terawat. Apalagi jika baret halus banyak terdapat di sekujur bodi mobil.
 
Baret bisa timbul akibat perlakuan salah saat membersihkan mobil. Seperti menggunakan kemoceng berbahan bulu ayam atau langsung menyeka mobil dengan kain kanebo tanpa menyiramnya terlebih dahulu dengan air untuk merontokkan kotoran.
 
Bisa pula karena terkena benda tajam seperti ujung ranting pohon atau terluka karena serempetan. Kalau masih halus bisa dihilangkan dengan kompon.
 
Tapi kalau parah sebaiknya dikonsultasikan dulu dengan ahlinya seperti tim service advisor Body & Paint bengkel resmi.
 
Karat
Sebenarnya mobil modern sudah menggunakan anti karat. Meski begitu, pemilik mobil di daerah dekat pantai punya risiko lebih besar terdampak karat karena tingginya kadar mineral di air dan sifatnya relatif asam. Apalagi jika di bodi mobil ada luka terbuka akibat tabrakan dan belum sempat membawanya ke bengkel untuk perbaikan.
 
Oleh sebab itu, jangan biarkan sampai ada luka terbuka di bodi mobil yang bisa jadi media timbulnya karat. Termasuk bagian kolong mobil yang paling rentan kotor dan terpapar korosi. Segera perbaiki di bengkel resmi jika ada luka seperti penyok atau baret dalam yang tembus hingga ke panel bodi mobil.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif