Baterai di Tesla Model S. Tesla
Baterai di Tesla Model S. Tesla

Tesla Kembangkan Baterai yang Tahan Hingga 1,6 Juta Kilometer

Otomotif teknologi otomotif mobil listrik tesla
Ekawan Raharja • 14 Januari 2020 15:41
Silicon Valley: Baterai di kendaraan listrik, baik mobil dan sepeda motor, menjadi isu penting bagi dunia kendaraan listrik sekarang ini. Selain kapasitas serta kecepatan pengisian daya, soal daya tahan baterai juga menjadi isu sebagian kalangan karena ini berkaitan dengan pengolahan limbah, biaya penggantian, dan daya tahan.
 
Tesla sebagai salah satu produsen mobil listrik terus mencoba berinovasi untuk mengembangkan baterai mobil listrik. Mereka kini tengah coba merancang baterai yang mampu bertahan untuk pemakaian hingga jarak tempuh 1,6 juta kilometer atau 1 juta mil.
 
Dikutip dari Carscoops, merek asal Amerika Serikat ini sudah menggandeng para ilmuwan dari Universitas Dalhousie, Kanada, untuk menciptakan baterai lithium-ion berteknologi baru sejak 2019. Mereka berani mengklaim baterai lithium-ion yang dikembangkan sekarang ini jauh lebih unggul dari baterai lithium-ion yang digunakan sekarang ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Salah satu unggulan yang ditawarkan teknologi ini adalah kemampuan daya tahannya menyimpang energi. Lithium-ion baru yang sedang dikembangkan hanya kehilangan 5 persen dari kapasitasnya setelah melalui 1.000 siklus pengisian dan masih menampung 90 persen dari kapasitasnya meskipun telah mengalami 4.000 siklus pengisian. Sebagai perbandingan, baterai 100 kWh yang saat ini digunakan oleh Model S dan Model X, performanya diklaim hanya bertahan di antara 1.000-2.000 siklus pengisian.
 
Daya tahan ini dan performa baru yang ditawarkan tidak terlepas karena baterai baru ini tersusun dari struktur kristal katoda dan susunan kimiawi baru yang lebih tahan dari kerusakan akibat siklus pengisian daya. Selain itu, teknologi ini juga meningkatkan kepadatan energi dan efisiensi jauh mengungguli baterai yang digunakan saat ini.
 
CEO Tesla, Elon Musk, mengatakan paket baterai 1 juta mil itu bisa sangat berguna untuk truk jarak jauh yang sering dikendarai hingga 150.000 mil per tahun. Namun untuk segmen mobil penumpang, baterai ini kurang banyak manfaatnya karena umur rata-rata untuk sebuah mobil di Amerika Serikat hanya 150.000 mil.
 
Meskipun sebagian besar produsen kendaraan listrik lebih menyukai teknologi baterai solid-state, Musk percaya teknologi lithium-ion memiliki masa depan yang menjanjikan. Sehingga dia pun tidak menutup mata untuk berinvestasi mengembangkan teknologi baterai jauh lebih maju.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif