Audio system bekas bisa jadi solusi dana yang terbatas. Dok. Medcom
Audio system bekas bisa jadi solusi dana yang terbatas. Dok. Medcom

Pasang Audio System Bekas? Perhatikan Hal Ini

Otomotif tips mobil audio mobil
M. Bagus Rachmanto • 30 November 2019 15:50
Jakarta: Dengan kondisi kemacetan jalanan yang semakin padat, berkendara terkadang kerap terasa membosankan. Disinilah peran in car entertainment seperti audio untuk bisa menghibur pengendara dan penumpang selama perjalanan.
 
Jika sistem audio bawaan mobil kurang memuaskan, biasanya pemilik mobil akan melakukan upgrade audio system-nya. Saat ini ada banyak beragam audio system dengan merek ternama, tapi tentu saja harus merogoh kocek agak dalam.
 
Solusi hemat bisa dengan menembus audio system bekas pakai alias second. Tapi untuk soal ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti diungkapkan Yanto, Manager Begja Autotronics beberapa waktu lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jika head unit kita tidak rekomendasikan beli bekas, kita tidak tahu pemakaian sebelumnya seperti apa, karena ketika dijual kembali pastinya sudah dipoles lalu terlihat bagus. Jadi barang itu bagus tetapi setelah dipakai dua atau empat bulan bermasalah," ungkapnya.
 
Lain cerita jika head unit bekas beli dari teman dekat atau saudara. untuk membeli produk audio bekas itu jangan di TV atau Player. Tapi kalau kita mengerti histori pemakaiannya sih tidak masalah," sambungnya.
 
Adapun ketika membeli speaker, Yanto menyarankan agar kita mengerti satu trik tertentu untuk melihat apakah speaker itu masih bagus atau tidak. "Lihat dari cone-nya apakah sudah turun atau tidak, tetapi paling ideal itu di tes kualitas suaranya," jelasnya.
 
Jika tak yakin dengan head unit bekas yang ada, Anda bisa hanya membeli amplifier atau speakernya saja. Sementara head unit tetap beli baru, setidaknya sudah bisa menghemat dana yang ada bukan?.
Perhatikan Hal Ini saat Beli <i>Audio System</i> Bekas
Bicara soal pemasangan audio sistem mobil yang enak didengar pasti menjadi keinginan setiap orang. Namun untuk mendapatkan kualitas dan hasil suara yang baik, instalasi atau pemasangan sistem audio tak boleh sembarangan, karena salah-salah malah bisa menyebabkan timbulnya storing pada audio.
 
Menurut Yanto, Manajer Begja Autotronics spesialis instalasi audio, storing pada audio mobil disebabkan sinyal frekuensi mesin yang tinggi masuk ke sinyal audio. Biasanya storing ditandai dengan terdengarnya suara nguing dari speaker tape, terutama ketika mesin dalam putaran tinggi. Untuk mengatasi masalah tersebut Yanto membagi tipsnya.
 
Pisahkan jalur kabel untuk audio atau RCA dengan kabel setrum. Pada pemasangan kabel, usahakan untuk tidak menyambung kabel terlalu banyak, agar mempermudah mendeteksi kerusakan dikemudian hari.
 
"Kita boleh memasang audio yang standar. Tapi pemilihan dan pemasangan kabel harus didukung dengan yang benar-benar bagus," beber Yanto kepada Medcom.id di Jakarta, beberapa waktu lalu.
 
Kemudian perhatikan pemasangan kabel ground. Kata Yanto, memasang kabel ground harus benar-benar bagus. Kabel grund yang disambungkan ke bodi atau dibaut harus bersih dari cat. "Pemasangan tidak boleh adat cat, harus dikerok dulu bodi atau bautnya, kemudian dikasih gemuk biar tidak karat."
 
Selain itu di bagian aki juga diperlukan tambahan ground. Yaitu penambahan kabel minus aki atau yang disebut massa. Karena kabel standar bawaan pabrikan terbilang kecil. Tujuannya untuk menyesuaikan pemakaian listrik di mobil, yang berpengaruh terhadap daya listrik yang memasok perangkat elektronik yang berjalan.
 
"Kalau grounding sama kelistrikan diperhatikan pasa saat pemasangan atau instalasi sistem audio, masalah storing ini bisa bisa dhindari," jelas Yanto.

 

(UDA)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif