Sosialisasi perluasan sistem ganjil-genap. Foto: MI/Saskia Anindya Putri
Sosialisasi perluasan sistem ganjil-genap. Foto: MI/Saskia Anindya Putri

Lalu Lintas

13 Kendaraan yang Kebal Peraturan Ganjil-Genap di Jakarta

Otomotif lalu lintas lalulintas
Ekawan Raharja • 09 September 2019 17:06
Jakarta: Per Senin (9/9/2019), peraturan ganjil-genap yang baru resmi berlaku di di 16 ruas jalan di ibukota. Selain mobil dengan nomor plat yang sesuai dengan ganjil/genap, ternyata ada 13 mobil khusus yang diperbolehkan melintas di jalanan yang terkena ganjil genap.
 
Menurut Peraturan Gubernur No.88/2019 yang mengatur tentang Pembatasan Lalu Lintas Dengan Sistem Ganjil-Genap memberikan dispensasi kepada 13 kendaraan yang diperbolehkan melintas jalan-jalan ganjil-genap. Kendaraan-kendaraan ini diatur dalam pasal 4, yakni:
 
1. Kendaraan bertanda khusus membawa penyandang disabilitas
2. Ambulans
3. Pemadam Kebakaran
4. Angkutan umum dengan plat berwarna kuning
5. Kendaraan yang digerakan dengan motor listrik
6. Sepeda motor
7. Angkutan Barang
8. Mobil pimpinan lembaga tinggi negara Republik Indonesia (presiden, wakil presiden, Ketua MPR, Ketua DPR, Ketua DPD, Ketua MA, Ketua MK, Ketua KY, Kedua BPK
9. Mobil dinas dengan plat merah, TNI, dan Polri
10. Pejabat negara asing/tamu negara
11. Kendaraan yang memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan
12. Mobil pengangkut uang
13. Mobil dengan pengawalan petugas Polri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


13 Kendaraan yang Kebal Peraturan Ganjil-Genap di Jakarta
 
Kemudian di ayat 2 dan 3 di pasal 4 menjelaskan soal kendaraan bertanda khusus membawa penyandang disabilitas bisa mengurus stiker tersebut ke Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Sehingga sejumlah masyarakat dengan kebutuhan khusus bisa memanfaatkan ini dan kegiatan bisa tetap berjalan tanpa terganggu ganjil genap.
 
Peraturan ganjil-genap di sejumlah ruas jalanan Jakarta kini panjang lintasan mencapai 54,24 kilometer. kema pertama yakni Jalan Pintu Besar Selatan, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, dan Jalan Majapahit. Kedua, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Panglima Polim, dan Jalan Fatmawati (mulai simpang Jalan Ketimun 1 sampai simpang Jalan TB Simatupang).
 
Skema ketiga, Jalan Suryopranoto, Jalan Balikpapan, Jalan Kiai Caringin dan Jalan Tomang Raya. Terakhir, Jalan Pramuka, Jalan Salemba Raya, Jalan Kramat Raya, Jalan Senen Raya, Jalan Gunung Sahari dan segmen persimpangan terdekat sampai pintu masuk jalan tol serta pintu keluar jalan tol sampai persimpangan terdekat.
 
Sistem ini juga mengalami sedikit pergeseran waktu pada sore hari. Semula diberlakukan pada pukul 16.00 WIB-20.00 WIB, menjadi pukul 16.00 WIB-21.00 WIB. Sedangkan pada pagi hari ganjil genap berlaku tetap pukul 06.00 WIB-10.00 WIB.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif