Uji tabrak Toyota Veloz yang dilakukan oleh ASEAN NCAP. ASEAN NCAP
Uji tabrak Toyota Veloz yang dilakukan oleh ASEAN NCAP. ASEAN NCAP

Uji Tabrak Kendaraan

Ini Hasil Uji Tabrak Toyota Veloz, Lulus Bintang 5

Ekawan Raharja • 01 Juli 2022 11:00
Jakarta: New Car Assessment Program for South East Asian Countries (ASEAN NCAP) sudah melakukan uji tabrak kepada Toyota Veloz buatan Indonesia. Hasilnya, mobil keluarga tersebut mendapatkan status keamanan bintang 5 untuk perlindungan penumpang dan pengguna jalan di sekitarnya.
 
Veloz menjadi mobil Toyota pertama yang diuji oleh ASEAN NCAP menggunakan protokol 2021 - 2025 dan berhasil meraih total skor 79,99 poin. Di dalam protokol baru ini, ada empat (4) kategori pengujian dimana All New Veloz berhasil mencatatkan 34,88 poin pada kategori Adult Occupant Protection (AOP). 17,17 poin untuk kategori Child Occupant Protection (COP), 16,03 poin pada kategori Safety Assist (SAT) dan 11,92 poin untuk kategori Motorcyclist Safety (MS).
 
Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy, menyebutkan uji tabrak dan nilai yang diberikan oleh ASEAN NCAP sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menghadirkan mobilitas yang aman, mudah dan nyaman. Oleh sebab itu, mereka berusaha membuat mobil dengan keamanan yang baik dengan menyematkan berbagai fitur, mulai dari airbag 6 titik hingga Toyota safety Sense (TSS).
 
"Karena bagi kami, keselamatan pelanggan saat bermobilitas menjadi prioritas utama. Untuk itu sejak awal, ide menciptakan advance 7-seater MPV yang dilengkapi dengan teknologi dan fitur safety yang lengkap termasuk TSS, memang sudah menjadi dasar pengembangan All New Veloz," ujar Anton Jimmi Suwandy Kamis (30 Juni 2022) di Wijaya Jakarta.
 
Toyota Safety Sense (TSS) pertama kali diperkenalkan pada tahun 2015. Fitur keselamatan aktif ini dikembangkan untuk mengurangi kecelakaan sesuai dengan konsep supporting drivers.
 
Tujuannya adalah untuk membantu pengemudi agar dapat berkendara dengan aman dan nyaman di segala kondisi jalan, dan pada saat yang sama mengurangi potensi kerusakan mobil serta cedera parah pada penumpang dan pengguna jalan lainnya jika kecelakaan tidak dapat dihindari.
 
(ERA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif