Volkswagen memperpanjang penutupan pabrik mereka di Tiongkok sampai 17 Februari 2020. Volkswagen
Volkswagen memperpanjang penutupan pabrik mereka di Tiongkok sampai 17 Februari 2020. Volkswagen

Industri Otomotif

Pabrik Volkswagen di Tiongkok Perpanjang Masa Libur

Otomotif industri otomotif volkswagen
Ekawan Raharja • 11 Februari 2020 16:11
Shanghai: Pemerintah Tiongkok masih membatasi aktivitas di negaranya terkait persebaran virus Korona yang cukup masif di Negeri Tirai Bambu. Kondisi ini membuat sejumlah produsen otomotif menghentikan produksi mobil di negara tersebut, bahkan Volkswagen memperpanjang masa liburnya karena virus Korona ini.
 
Volkswagen dilaporkan sudah menghentikan aktivitas produksi mobil di pabrik-pabrik mereka yang berada di Tiongkok, termasuk pabrik hasil patungan (join venture) dengan SAIC Motor (600104.SS) dan FAW Group di Tianjin. Sedianya pabrik ini sudah mulai beroperasi pada 10 Februari 2020, dan kini diperpanjang hingga 17 Februari 2020 karena masih merebaknya virus Korona.
 
Dilansir dari Reuters, dalam surat pernyataannya menyebutkan satu pabrik patungan Volkswagen dengan SAIC di Shanghai dan sebagian besar pabrik patungan dengan FAW akan kembali beroperasi seusai rencana, yakni pada 10 Februari 2020. Disebutkan pabrikan asal Jerman ini masih menghadapi tantangan rantai pasokan karena Tiongkok kembali bekerja setelah liburan Tahun Baru Imlek yang diperpanjang, serta perjalanan terbatas bagi karyawan menjadi penghambat industri otomotif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Volkswagen tercatat mengoperasikan 24 pabrik yang memproduksi mobil atau suku cadang di Tiongkok, yang jumlahnya tidak kurang dari 40 persen produksi global. Hingga sekarang ini, Volkswagen memastikan pengiriman yang direncanakan kepada pelanggan belum berubah. Namun, bila krisis berlanjut kemungkinan besar rantai pasokan mobil global rusak.
 
Tentu saja masalah di Tiongkok ini bisa saja berlanjut dan membuat industri otomotif global terganggu karena kurangnya pasokan komponen ke sejumlah pabrik otomotif di seluruh dunia. Gangguan pasokan diperkirakan terjadi di tengah upaya Tiongkok mengambil langkah untuk menekan persebaran wabah virus korona yang sedang berlangsung.
 
S&P Global Ratings memperikrakan wabah ini akan memaksa produsen mobil di seluruh Asia untuk memangkas produksi sekitar 15 persen pada kuartal pertama. Terutama produsen mobil yang memiliki pabrik di Wuhan, sebagai pusat virus, seperti General Motors, Nissan, Renault, Honda dan PSA Group. Termasuk di beberapa kota atau provinsi lainnya seperti Hubei, yang menyumbang sekitar 9 persen dari total produksi mobil.
 
(UDA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif