Volkswagen menghabiskan uang senilai USD2,2 miliar per pekan selama penutupan pabrik. Volkswagen
Volkswagen menghabiskan uang senilai USD2,2 miliar per pekan selama penutupan pabrik. Volkswagen

Industri Otomotif

Volkswagen Tetap Gelontorkan USD2,2 Miliar Meski Pabrik Tutup

Otomotif industri otomotif Virus Korona volkswagen covid-19
Ekawan Raharja • 01 April 2020 13:37
Stuttgart: Penyebaran virus korona membuat Grup Volkswagen mengambil langkah untuk menutup pabrik mereka yang ada di berbagai negara. Nyatanya meski pabrik tidak beroperasi, mereka tetap menggelontorkan uang untuk berbagai keperluan lainnya.
 
Menurut laporan Automotive News Europe, mereka sudah mengumumkan tetap menghabiskan uang senilai USD2,2 miliar per pekan. Uang sebanyak itu digelontorkan tentu untuk membayar sejumlah biaya-biaya yang ada selama masa produksi ditiadakan.
 
Jumlah itu sebenarnya cukup masuk akal mengingat raksasa otomotif asal Jerman ini mempekerjakan 671.000 orang dan memiliki 124 pabrik di seluruh dunia, 72 diantaranya berada di Eropa. Sementara Grup Volkswagen menaungi sejumlah merek lain seperti Audi, Bentley, Bugatti, Lamborghini, Porsche, Seat dan Skoda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Volkswagen, termasuk Ford, FCA, dan toyota, kini sedang mencari cara untuk mengembalikan produksi mereka sebisa mungkin. Sehingga ini akan membuat pekerja kembali masuk, sembari melakukan sejumlah pencegahan penularan.
 
CEO Volkswagen, Herbert Diess, menyebutkan produksi di Tiongkok sudah mulai berjalan namun ini belum 100 persen kembali. Kini mereka sedang mencoba mencari cara tetap bisa melakukan produksi dan para staf masih dapat bekerja aman, dengan membatasi jarak antara satu dan lainnya, serta meningkatkan kebersihan dan disinfektan.
 
“Volkswagen sendiri sudah tidak melakukan penjualan di luar Tiongkok, dan sedang mencari cara untuk melanjutkan produksi di tempat lain yang tidak akan membahayakan kesehatan para pegawainya,” ujar Herbert Diess.
 
Sebagai informasi tambahan, catatan penjualan Volkswagen tahun lalu bisa berhasil menembus 10 juta unit lebih kendaraan. Belum lagi produksi motor dan mobil niaga seperti Ducati serta truk MAN dan Scania.
 

(UDA)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif