Jakarta: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saat ini masih terus melakukan pengembangan teknologi kendaraan listrik otonom yang dapat bergerak secara otomatis tanpa sopir. Nantinya teknologi canggih ini diharapkan bisa membantu mobilitas di area-area tertentu.
Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, mengatakan kendaraan listrik otonom itu nantinya untuk memenuhi kebutuhan tertentu di dalam fasilitas tertutup dan bisa dipakai untuk alternatif logistik, seperti bandara, perkantoran, maupun pergudangan.
"Kami lebih masuk ke aspek kecerdasannya, bukan di kendaraan listrik itu sendiri," kata Handoko di kutip dari Antara.
Beberapa produk kendaraan listrik otonom yang kini dikembangkan oleh periset BRIN adalah Micro Electric Vehicle (MEVi) dan Single-Passenger Electric Autonomous Transporter (Seater). Kendaraan listrik otonom tersebut memiliki kemampuan untuk bernavigasi atau berpindah dari satu tempat ke tempat lain tanpa harus dikemudikan secara manual oleh manusia.
Sistem penggerak berbasis motor listrik membuat kedua kendaraan otonom yang sedang dikembangkan BRIN tidak memiliki gas buang sehingga lebih ramah terhadap lingkungan.
Handoko menuturkan untuk menunjang pengoperasian kendaraan listrik otonom, BRIN terus mencari berbagai teknologi alternatif yang dapat menghasilkan sumber energi bersih.
"Fokus kami bidang energi, salah satunya bagaimana memberikan jawaban tidak hanya net zero emission dari sisi lingkungan, tapi juga ketahanan dan kedaulatan energi dalam jangka panjang," pungkas Handoko.
Jakarta: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saat ini masih terus melakukan pengembangan teknologi
kendaraan listrik otonom yang dapat bergerak secara otomatis tanpa sopir. Nantinya teknologi canggih ini diharapkan bisa membantu mobilitas di area-area tertentu.
Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, mengatakan
kendaraan listrik otonom itu nantinya untuk memenuhi kebutuhan tertentu di dalam fasilitas tertutup dan bisa dipakai untuk alternatif logistik, seperti bandara, perkantoran, maupun pergudangan.
"Kami lebih masuk ke aspek kecerdasannya, bukan di kendaraan listrik itu sendiri," kata Handoko di kutip dari Antara.
Beberapa produk kendaraan listrik otonom yang kini dikembangkan oleh periset BRIN adalah Micro Electric Vehicle (MEVi) dan Single-Passenger Electric Autonomous Transporter (Seater). Kendaraan listrik otonom tersebut memiliki kemampuan untuk bernavigasi atau berpindah dari satu tempat ke tempat lain tanpa harus dikemudikan secara manual oleh manusia.
Sistem penggerak berbasis motor listrik membuat kedua kendaraan otonom yang sedang dikembangkan BRIN tidak memiliki gas buang sehingga lebih ramah terhadap lingkungan.
Handoko menuturkan untuk menunjang pengoperasian kendaraan listrik otonom, BRIN terus mencari berbagai teknologi alternatif yang dapat menghasilkan sumber energi bersih.
"Fokus kami bidang energi, salah satunya bagaimana memberikan jawaban tidak hanya net zero emission dari sisi lingkungan, tapi juga ketahanan dan kedaulatan energi dalam jangka panjang," pungkas Handoko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)